Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Tuduhan penipuan berencana.


__ADS_3

beberapa saat kemudian mereka memasuki kawasan perumahan yang elit, beberapa rumah nampak di desain dengan megah dan mewah.


setelah memasuki beberapa jalan perumahan tersebut, mobil pun berhenti di depan pagar sebuah rumah yang cukup mewah, di halaman nya terparkir 2 buah mobil mewah, sebuah sedan Toyota Camry, dan sebuah lagi toyota Alphard.


setelah beberapa kali membunyikan klakson, seorang wanita kira-kira berumur 40 tahunan dengan sedikit tergesa-gesa membukakan pintu pagar tersebut.


setelah memasuki halaman rumah tersebut, seorang wanita tua berpakaian elegan nampak masih terlihat cantik menyambut kedatangan Rolando.


"rolan sayang.. kok pulang kantor nya telat?" tanya wanita tersebut dengan penasaran.


"oh iya mah.. kenalin ini feri dan Rita!" sahut Rolando memperkenalkan kedua orang yang bersamanya tanpa menjawab pertanyaan ibu nya.


feri dan Rita sedikit menunduk sambil tersenyum ramah pada ibu nya Rolando.


"papah sama kakak ada ya mah?" tanya Rolando tegas dengan sedikit kaku.


"ada.. papah lagi duduk di ruang tamu, sedangkan kakakmu lagi mandi, emang nya mereka ada urusan sama papah dan kakak mu ya?" tanya balik ibunya Rolando.


"ii iya mah.. sama mamah juga perlu!" jawab Rolando dengan tergagap.


"ya udah.. mari masuk! ajak ibunya Rolando dengan pasti kepada mereka semua.


di ruang tamu yang terlihat mewah dan cukup luas tersebut, seorang lelaki paruh baya sedang duduk sambil membaca buku dengan serius.


"pah.. ini ada temannya Rolando, kata nya ada perlu sama papah!" sapa ibunya Rolando ramah dengan santai.


saat ayahnya menutup dan meletakkan buku yang tadi di bacanya, serta melepaskan kaca mata yang di pergunakan khusus untuk membaca, Rolando wajahnya bertambah pucat dan gelisah.


"silakan duduk..!" sapa ayahnya Rolando dengan ramah.


"saya feri, dan ini Rita teman sekantor Rolando!" sapa feri dengan sopan dan tersenyum hormat.

__ADS_1


"aku Raymond papah nya Rolando, dan ini Aleda mamah nya, ada keperluan apa? sehingga kalian datang kemari!" tanya tuan Raymond penasaran.


feri menjawab dan akhirnya bercerita tentang kejadian tadi sore, saat feri memulai cerita seorang lelaki yang mengenakan pakaian santai datang mendekat dan duduk di sebelah nyonya Aleda ikut mendengarkan, tuan Raymond dan nyonya Aleda menyimak semua hal yang di ceritakan feri, sesekali mereka saling menatap, dan terkadang memandang Rolando yang gugup dan hanya bisa pasrah.


setelah feri selesai bercerita, tuan Raymond berdiri dan mendekati Rolando dengan muka merah karena marah.


"plak.. apa kau pikir bisa hidup enak seperti ini karena penghasilan kerja dari sales mu?, berani sekali kau mempertaruhkan mobil yang di belikan kakak mu!" sebuah tamparan keras mendarat di wajah Rolando, sebelum tuan Raymond membentak Rolando dengan lantang.


"dan kau feri, jangan kau kira kami akan setuju untuk menyerahkan mobil itu padamu!" ucap tuan Raymond lantang dengan mata melotot marah.


nyonya Aleda yang melihat situasi mulai memanas, mencoba mengirim pesan singkat pada seseorang untuk meminta bantuan.


"jangan-jangan kau menjebak adik ku untuk bisa mendapatkan hartanya!" ucap kakak Rolando menambahkan dengan tatapan tajam.


"maaf tuan, abang, sedikit pun saya tidak ada niat untuk menjebak Rolando, saya ke dealer tersebut untuk mengajak Rita jalan-jalan, tapi mereka yang memprovokasi, menghina dan merendahkan saya, dan Rolando sendiri yang berjanji untuk memberikan mobil tersebut".


feri diam sejenak.


"kalau anda semua tidak percaya, silakan tanya Rolando sendiri, dan saya punya saksi, serta bukti kejadian tadi!" sahut feri dengan tatapan dingin.


"sa saya tidak yakin pah!" jawab Rolando dengan gugup.


mendengar ucapan itu feri menatap Rolando dengan geram.


"haah.. kau dengar sendiri kan jawaban adik ku, jadi semua ini pasti jebakan!" ucap kakak Rolando dengan yakin dan sedikit tersenyum sinis.


"Rolando.. kau mencoba membalikkan fakta sebenarnya, kau telah memperkeruh keadaan dengan ucapan mu tadi!" ucap feri dengan nada sedikit tinggi karena menahan marah.


"ooh iya.. aku baru sadar papah, kakak, seperti nya bukan cuma feri yang menjebak ku, tapi dia pasti juga terlibat dalam persekongkolan untuk memanfaatkan ku!" ucap Rolando dengan yakin dan bersemangat lagi.


"apa??, rolan bisa-bisa nya kau menuduh ku dalam kejadian tadi, dasar lelaki lebay, munafik!" bentak Rita tegas dengan wajah yang memerah.

__ADS_1


"feri, masalah ini bisa saja ku laporkan pada pihak yang berwajib, dengan tuduhan penipuan berencana, dan kau pasti akan di penjara!" ucap tuan Raymond yakin dengan tatapan tajam.


"sebelum kita laporkan dia ke pihak yang berwajib pah, lebih baik pemuda penipu ini kita beri pelajaran terlebih dahulu, aku sudah meminta keponakan mu untuk kemari dan ia akan bersama beberapa orang untuk menghajar pemuda penipu ini!" ucap nyonya Aleda yakin dengan tatapan kebencian.


feri menggelengkan kepalanya, dan menarik napas dalam-dalam.


"rupanya kalian mau memperpanjang masalah ini dengan kekerasan ya?, baiklah.. kalian akan tanggung akibatnya nanti!" ucap feri dengan geram dan tangan mengepal karena marah.


"rupanya kau punya nyali juga ya?, tapi sebentar lagi kau akan menyesal dan memohon ampun pada kami, kau belum tau dengan sepupu ku dia seorang pendekar yang bisa membawa 10 sampai 20 orang anak buahnya, untuk menghajar seorang penipu seperti mu!" bentak kakak Rolando dengan yakin.


dari halaman terdengar suara beberapa mobil datang, dan tak berapa lama suara derap kaki dari langkah banyak orang terdengar memasuki rumah.


tuan Raymond berdiri dan berjalan ke luar untuk menyambut kedatangan mereka yang masuk.


"paman, kata bibi ada masalah ya?" ucap salah seorang dari mereka dengan tegas yang memasuki rumah tersebut.


Rita mulai terlihat gelisah dengan wajah pucat, sedang kan feri masih duduk dengan santai.


"begini roman, sepupu mu Rolando, telah di jebak dan pemuda itu kesini mau mengambil mobilnya Rolando sebagai kompensasi kesepakatan mereka!" ucap tuan Raymond serius.


"paman tenang saja, aku telah membawa 20 orang untuk membantu anda!" sahut roman dengan yakin


mereka pun berjalan mendekat ke tempat duduk di ruang tamu itu.


"siapa yang berani menjebak sepupuku dan ingin mengambil mobilnya?" ucap roman tegas sambil berjalan mendekat dengan gagah.


mendengar ucapan itu dan suara derap kaki banyak orang yang datang memasuki ruangan tersebut Rita nampak ketakutan sampai memegang tangan feri dengan erat.


feri menatap Rita dengan tersenyum kecil, karena tangan Rita terasa sangat dingin karena ketakutan.


"aku yang ingin mengambil mobilnya!" sahut feri lantang sambil berdiri.

__ADS_1


"feri.." ucap roman terkejut.


feri melepaskan pegangan rita dan melangkah mendekati roman dan tuan Raymond serta 20 orang lainnya dengan langkah yang gagah.


__ADS_2