
Di ruangan biasa nampak penuh dengan para pelanggan, beberapa dari mereka memperhatikan Risman yang berjalan di depan feri dan Surya, dan berlalu menuju beberapa ruangan VIP.
setelah terus berjalan masuk melalui ruangan VIP, mereka sampai di depan pintu sebuah ruangan.
"tok.. tok.. " Risman membuka pintu dan mempersilakan mereka masuk.
"salam hormat master!" feri membungkuk hormat, ketika melihat 3 orang master yang duduk menghadapi sebuah meja bundar yang cukup besar dan di tengah nya sudah di hidangkan berbagai macam masakan.
Surya dengan terpaksa mengikuti apa yang dilakukan feri.
"masuk lah feri!" jawab master Chun tersenyum senang.
"perkenalkan ini sahabat saya Surya!" feri berkata, Surya pun sedikit menunduk hormat.
ketiga master hanya mengangguk tersenyum melihat Surya.
"mari kita makan dulu, kami sudah menanti kedatangan kalian!" master Herman berdiri membagikan piring.
Surya nampak sangat antusias melihat hidangan di depan nya, ia mengambil sedikit nasi dan mengambil beberapa jenis lauk, sampai piring nya terlihat penuh.
feri menginjak kaki Surya yang ada di sebelah nya, melototkan mata untuk menegur sahabatnya itu.
__ADS_1
"sudah.. biarkan saja, makan lah sepuasnya!" kata master Chun yang mengerti gerak-gerik feri untuk menegur Surya.
"kalau kurang tinggal minta saja!" senyuman tipis master Chun penuh pengertian.
setelah selesai makan mereka semua bersantai sambil menikmati buah-buahan segar.
"maafkan sikap kami master!, harap para master maklum, kami belum pernah memakan masakan senikmat ini, he he!" feri tersipu malu karena ulah Surya yang terlihat rakus.
"nggak apa-apa!" pesan saja lagi kalau masih mau" master Chun tersenyum puas melihat Surya sangat lahap menyantap makanan tadi, sampai bersandar di kursi karena kekenyangan.
"feri.. berapa usiamu sekarang?" tanya master Law dengan santai.
"21 master!" sahut feri.
master Law dan master Chun saling menatap, dan master Chun mengangguk pada master Law, agar ia yang menjawab pertanyaan feri.
"Nakamura adalah sahabat kami, walaupun ia lebih muda beberapa tahun dari kami, dan kau adalah anak angkat nya!" master Law berhenti sejenak menjawab dengan menghela napas panjang.
"yang artinya kau juga adalah anak angkat dari kami berdua" Sambung master Law, nampak feri menyimak dengan serius penjelasan tersebut.
"mungkin kalau hadiah pakaian dan sepatu, itu saya rasa masih wajar, tetapi kalau memberi hadiah dengan kartu yang berisi uang yang banyak, saya masih berpikir untuk menerima nya?" tanya feri dengan tatapan bingung meminta penjelasan.
__ADS_1
master Law tersenyum tipis, mengerti apa yang di maksud feri.
"hadiah yang kami berikan padamu, masih belum sebanding dengan apa yang telah ayah mu berikan pada kami, pepatah mengatakan: hutang uang bisa di bayar, hutang budi di bawa mati, kami.. hanya berusaha membalas jasa-jasa ayahmu, walaupun ia tidak akan pernah menagih atau meminta balasan dari kami, kami berdua telah banyak berhutang jasa pada ayahmu!" master Law diam sejenak setelah berkata dengan penuh perasaan.
feri yang mendengar penuturan dari master Law membuat ia bangga memiliki seorang ayah seperti Azuro Nakamura, yang melakukan kebaikan tanpa berharap balas jasa.
"karena jasa dari Nakamura jua lah, aku dan master Chun masih bisa hidup sampai sekarang, bahkan bisa memiliki beberapa usaha dan hidup lebih dari kata berkecukupan seperti yang kau lihat!" mata master Law nampak berkaca-kaca terharu mengingat kebaikan Azuro Nakamura.
suasana di ruangan pun menjadi hening sejenak, terbawa perasaan master Law yang menceritakan nya.
"jadi intinya feri.. semua yang kami miliki berdua, adalah juga miliknya Nakamura, karena kau adalah anak Nakamura jadi kau pun mempunyai hak atas apa yang kami miliki".
master Law menepuk pundak feri penuh harapan, agar mau menerima nya.
"maaf master Law, saya hanyalah anak angkat, dan yang paling berhak untuk menerima semua yang anda katakan tadi adalah Akenta Nakamura, anak kandung dari Azuro Nakamura". sahut feri dengan penuh hormat.
"Nakamura.. mempunyai anak kandung?" tanya master Chun terkejut.
"iya master Chun, saya dan Akenta di besarkan oleh ayah Nakamura dan ibu kami yang bernama Marina!" jawab feri dengan semangat.
"Marina???" master Law dan master Chun berkata bersamaan, dengan tatapan tidak percaya.
__ADS_1
feri melihat kebingungan pada kedua master tersebut, yang saling bertatapan penuh tanda tanya.