Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Malu dan kerugian.


__ADS_3

master Herman mulai melangkah maju dengan tatapan tajam penuh kemarahan, karena masih tak percaya bahwa seorang pemuda dapat mengalahkan murid-murid dari perguruan nya.


"hiiyaa.." master Herman menyerang dengan jurus cakar elang nya.


feri menangkis dan menghindari cakar master Herman, ketika cakar master Herman mengenai dada feri, sebuah pukulan telapak tangan feri pun mendarat di dada master Herman.


master Herman dan feri sama-sama termundur 2 langkah karena sama terkena pukulan, feri melihat baju di bagian dadanya robek dan tergores luka kecil 4 jari karena cakar master Herman.


sedangkan master Herman memegangi bagian dadanya yang merasakan ada hawa panas di bagian dada bekas pukulan telapak tangan feri.


"siapa sebenarnya pemuda ini?" gumam master Herman dalam hati.


feri bersiap dengan kuda-kuda anehnya.


master Herman kembali menyerang dengan jurus cakar yang berbeda, ia menyerang dengan cepat karena melihat feri menghindari serangan nya seperti sedang melayang di udara, setelah beberapa saat saling bertukar pukulan.


Tuan Rangga dengan raut muka yang cemas, dan Cang Ahlun, Cang Juki dan para karyawan yang menyaksikan pertarungan tersebut, di buat tidak bergerak sedikitpun selama 10 menit, karena pertarungan yang menurut mereka seimbang.


di saat pertukaran pukulan master Herman dan feri semakin seru.


feri melepaskan tinju kiri ke wajah master Herman, tapi bisa di tangkis namun tiba-tiba.


"buuk.. buuk.." 2 pukulan telapak tangan feri mendarat mulus di bagian dada master Herman.


terkena 2 kali pukulan telapak tangan,membuat master Herman terhuyung-huyung mundur, dan merasakan panas di bagian dada nya.


"huuaak.." master Herman sedikit menunduk karena mulut nya memuntahkan darah, dengan napas yang mulai sesak.


"feri.. kamu hebat, aku mengaku kalah!" master Herman berkata dengan napas yang tersengal.


mendengar ucapan master Herman yang terbata-bata karena sesak bernapas, feri maju mendekat dan mengarahkan telapak tangan kanannya ke dada master Herman dengan pelan, ia merasakan ada hawa dingin yang sejuk masuk ke bagian dada nya.

__ADS_1


setelah beberapa saat, wajah master Herman yang tadinya merah karena sesak bernapas, mulai kembali seperti semula, dan ia pun dengan mudah bisa menarik napas panjang dan mengeluarkan nya dengan teratur.


"Herman.. kau dan perguruan mu benar-benar tidak bisa di andalkan!" Tuan Rangga gusar melihat kekalahan para pengawal nya.


Tuan Rangga berbalik dan ingin meninggalkan tempat itu.


"Tuan Rangga.. ku harap kau bisa memenuhi persyaratan tadi!" feri berkata dengan lantang.


"sebagai orang yang terhormat kau pasti tidak akan ingkar janji!" Cang Ahlun juga berkata dengan tersenyum kecil pada feri.


"ooh.. tentu aku akan menepati janjiku!" jawab Tuan Rangga kembali berbalik dengan gaya sombong nya.


"untuk kerusakan bahan-bahan material bangunan, Cang Ahlun yang akan menghitung nya, sedangkan untuk yang cedera, master Herman sendiri yang akan menghitung nya!" sahut feri dengan bijaksana.


Cang Juki dan para karyawan tersenyum penuh kebahagiaan.


"kamu nggak apa-apa kan fer?" tanya Lia dengan penuh perhatian.


"bentar ya ku ambil kan obat buat luka di dada itu" Lia segera berlari kecil menuju toko.


"Tuan Rangga, bahan yang rusak sudah saya hitung, berjumlah 46 juta rupiah!" Cang Ahlun memperlihatkan angka yang ada dalam kalkulator nya.


"mmm..!" Tuan Rangga hanya bergumam melihat angka tersebut.


"yang cedera, dan bahkan kemungkinan cacat, semua berjumlah 28 orang, di kalikan 100 juta berjumlah 2,8 milyar!" master Herman juga telah selesai menghitung murid-muridnya yang terluka serius karena pertarungan tadi.


"apa?? sebanyak itu yang cedera!" sahut Tuan Rangga dengan mulut menganga tak percaya.


Tuan Rangga mengambil hp dari dalam jas nya, dan mentransfer melalui internet banking, tidak lama hp master Herman berbunyi nada notifikasi.


"terima kasih Tuan, saya sudah menerima transferan anda!" master Herman berkata dengan sedikit menunduk tanda hormat.

__ADS_1


Tuan Rangga masih dengan raut muka memerah karena menahan marah, dan melihat Lia yang berjalan akan melalui dirinya, ia memegang sesuatu di bagian pinggang nya, dan ketika Lia berjalan di dekatnya.


"ha ha ha.., feri!" Tuan Rangga menyergap Lia dan menodongkan sebuah pistol di bawah dagu Lia..


semua orang yang berada disana terkejut.


"Tuan.. apa yang kau lakukan?" tanya feri perlahan mendekati Tuan Rangga yang masih menodongkan pistol di dagu Lia.


"feri.. kau sudah membuat aku malu, bahkan mengalami kerugian yang besar, kalau kau ingin menyelamatkan gadis cantik ini kau harus menuruti perintah ku!" ancam Tuan Rangga dengan mundur perlahan akan membawa Lia sebagai sandera.


feri maju perlahan dengan tatapan tajam, dan mulut komat Kamit seperti membaca sesuatu.


Dan hal yang tidak terduga terjadi.


"ada apa ini?" teriak Tuan Rangga.


tiba-tiba gerakan langkah nya terhenti,dan tangan kiri nya yang menyergap Lia perlahan melepaskan Lia, suara gigi nya mengeretak ingin melawan gerakan yang tidak ingin di lakukan nya.


Lia yang terlepas dari sergapan Tuan Rangga berlari ke arah feri, tangan kanan Tuan Rangga yang memegang pistol tiba-tiba bergerak sendiri, dan mengarahkan pistol ke atas tanpa mampu di cegah nya.


"apa yang telah kamu lakukan bocah?" Tuan Rangga berkata dengan suara yang tertekan, dan mata nya melirik sinis pada feri yang masih berdiri dengan mulut komat Kamit melafalkan sesuatu.


master Herman terkesiap melihat tatapan tajam feri, yang membuat Tuan Rangga bergerak sendiri tanpa mampu di lawannya.


Tuan Rangga yang tidak mampu melawan gerakan yang menguasai tubuh nya bergetar karena terus berusaha agar terlepas dari kekuatan aneh yang merasuki tubuh nya.


"semakin kau melawan, maka akan semakin fatal akibatnya!" feri berkata dengan tatapan yang masih tajam.


Tuan Rangga terus berusaha menguasai gerakan tubuhnya, tubuhnya semakin bergetar, dari hidung mengalir darah, membuat semua yang menyaksikan, merasa ngeri melihat kejadian tersebut.


pistol di tangan kanan Tuan Rangga terjatuh, dan tak berapa lama pun tubuh nya jatuh ke tanah dan pingsan.

__ADS_1


"kau benar-benar pemuda yang luar biasa!" master Herman memuji kehebatan feri dengan menepuk pundak feri.


__ADS_2