
ketika feri akan keluar dari ruangan tersebut, Cang Ahlun lagi-lagi mengucapkan terima kasih atas bantuan feri, karena feri berada di waktu yang tepat, Cang Ahlun bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi bila feri tidak membayarkan hutang tersebut.
Cang Ahlun meminta feri untuk menunggu di meja kasir sebentar, dan menyuruh Ali untuk memanggil semua karyawan yang ada untuk berkumpul di tengah toko di dekat meja kasir.
semua karyawan telah berkumpul, dan sebelum Cang Ahlun berbicara.
"ada apa ini pada kumpul disini?, ooh.. feri, astaga.. aku hampir pangling melihat penampilan baru kamu, jadi tambah gagah dan ganteng aja!" ucap Cang Juki keheranan.
feri hanya tersenyum kecil pada Cang Juki yang memujinya.
"syukur lah Juki juga sudah kembali, jadi kita semua sudah lengkap, silakan feri!" ucap Cang Ahlun dengan pasti.
"terima kasih Cang, mungkin langsung saja, terima kasih atas kesediaan kalian semua untuk berkumpul sebentar disini, mulai besok saya akan istirahat atau tidak bekerja lagi bersama kalian disini, jadi saya meminta maaf kepada semuanya apabila ada perkataan dan perbuatan yang tidak berkenan selama kita bersama beberapa bulan ini, dan juga terima kasih yang tak terhingga khusus nya pada Cang Ahlun dan Cang Juki yang mau menerima saya untuk bekerja di toko ini, dan juga teman-teman karyawan yang lain, yang telah memberi arahan dan masukkan selama saya bekerja disini, suatu saat kita pasti akan bertemu kembali, sekali lagi terima kasih dan mohon maaf!" ucap feri dengan penuh perasaan tulus dan rendah hati.
semua yang mendengar ucapan feri nampak berbisik satu sama lain penuh pertanyaan.
kemudian mereka pun saling berjabat tangan semuanya dengan perasaan terharu, beberapa dari mereka menanyakan alasan feri berhenti bekerja dari toko tersebut, feri hanya menjawab untuk menchat wa pribadi nya saja.
dari semua karyawan, Lia nampak menangis karena berat hati untuk melepas feri yang selama ini ia kagumi.
"baiklah semuanya, saya pamit ya, lain waktu saya akan mampir kesini!" ucap feri dengan tersenyum ramah sambil berjalan dan melambaikan tangannya.
semuanya pun hanya bisa membalas dengan melambaikan tangan dengan perasaan sedih.
setelah menaiki motor yang di kemudikan Surya, mereka pun meninggalkan halaman toko tersebut.
panas terik matahari semakin terasa karena sudah hampir tengah hari, di tengah padatnya kota Jakarta Surya dengan mahir mengendarai motor Vario tersebut melintasi jalan raya yang ramai.
"kita mampir ke mall cari baju dulu sebentar!" pinta feri dengan serius.
Surya hanya mengangguk patuh sambil terus fokus berkendara.
tak berapa lama mereka telah memasuki lokasi parkir sebuah mall besar yang cukup ramai, setelah memarkir motor keduanya pun melangkah memasuki mall tersebut.
__ADS_1
setelah berada di toko pakaian yang cukup besar.
"Surya.. kau pilih lah 5 atau 6 steel pakaian yang kau suka!" pinta feri dengan santai tapi serius.
"yang benar bang?" tanya Surya terkejut tak percaya.
"iya.. pilih saja yang kau suka!" sahut feri singkat dengan lantang.
beberapa gadis cantik yang mendengar perkataan feri nampak melirik menggoda dengan senyuman yang manis.
feri hanya tersenyum membalas tatapan yang menggoda nya tersebut.
Surya tersenyum melihat tingkah feri yang terlihat kaku mendapat tatapan mata genit beberapa gadis yang cantik tersebut, dan ia pun mulai melihat dan memilih beberapa pakaian yang ada di toko tersebut.
feri pun mulai memilih pakaian juga, dan tidak begitu lama feri telah selesai memilih 4 steel pakaian yang bermerk.
sedangkan Surya saat baru mendapatkan 3 steel yang masih berada di tangan nya mengalami sedikit masalah.
Surya hanya tersenyum mendengarnya, dan melihat ke arah tanda pengenal pelayan tersebut.
"maaf mbak Mira, nanti sekalian saja saya masih ingin memilih 2 steel lagi!" jawab Surya cuek dengan tatapan Mira.
"hei mas.. apa kamu yakin bisa membeli 5 steel pakaian langsung?, 3 steel pakaian yang ada di tanganmu saja sudah lebih 2 juta!" tanya Mira ketus.
"kamu nggak usah khawatir mbak, abang saya nanti yang bayar!" sahut Surya santai dan tetap memilih pakaian.
"ooh.. jadi kau berdua dengan abang mu ya?, kalau adiknya gembel pasti abangnya juga gembel!" hardik Mira dengan mengangkat sebelah bibir nya menghina.
"jangan sembarangan ya kalau ngomong!" Surya berkata dengan nada tinggi dan menatap wajah Mira.
Mira yang melihat tatapan tajam Surya yang sedikit marah nampak sedikit takut.
"dasar gembel, miskin, seperti nya kalian sepakat mau mencuri pakaian disini ya!" ucap Mira dengan suara lantang menghina.
__ADS_1
beberapa orang pengunjung yang mendengar hinaan Mira nampak menatap Surya dengan tatapan jijik dan berbisik-bisik menghina Surya.
"mbak Mira jangan asal menuduh ya!" sahut Surya dengan mata melotot karena marah.
Mira sedikit mundur karena takut Surya akan melakukan sesuatu yang tidak baik.
"security.. tolong.. security!" teriakan Mira yang nyaring membuat 2 orang security berlari masuk menuju tempat Mira berada.
"ada apa Mira?" tanya salah seorang security dengan serius.
"itu mas.. gembel miskin itu tidak mau bayar pakaian yang ada di tangan nya itu!" ucap Mira dengan nada takut yang di buat-buat.
mendengar hal tersebut kedua security tadi berpencar untuk mengepung Surya.
"hei mas lebih baik kau menyerah dan letakkan pakaian di tangan mu itu ke lantai!" ucap seorang security yang di sebelah kanan.
para pengunjung yang ada di toko itu mulai berdatangan mendekati tempat tersebut dan ingin melihat langsung kejadian yang terjadi.
"pak security.. saya bukan gembel, apalagi pencuri seperti yang di tuduhkan Mira tadi!" sahut Surya dengan pasti mencoba menjelaskan.
"tidak usah beralasan, cepat letakkan pakaian itu dan menyerah saja!" ucap security yang di sebelah kiri.
feri yang berada di dekat kasir sedikit bingung melihat beberapa orang berlari menuju ke satu arah, dan ketika melihat seorang ibu yang menuju keluar dengan wajah pucat.
"ibu.. maaf Bu, ada kejadian apa disana?" tanya feri serius setelah menghentikan langkah ibu tadi.
"ada gembel ngamuk mau mencuri pakaian mas!" sahut ibu tadi dengan napas tersengal-sengal.
feri awalnya bingung karena berpikir siapakah gembel yang berani-beraninya mau mencuri di tempat yang ramai seperti ini, tapi tiba-tiba ia baru tersadar.
"tidak mungkin.. Surya..!" gumam feri terkejut seraya berlari menuju tempat tersebut.
setelah menerobos paksa beberapa orang yang berkumpul di tempat itu, mata feri terbelalak tak percaya melihat Surya yang sedang di kepung security dari 2 arah.
__ADS_1