
dan ketika Surya akan meletakkan 3 steel pakaian yang ada di tangan nya dengan pasrah.
"tunggu..!" ucap feri dengan lantang sambil melangkah mendekati seorang security.
Surya yang mendengar suara seseorang yang di kenalnya, kembali berdiri melihat kedatangan feri.
"bang feri, tolong saya bang!" ucap Surya dengan suara menghiba.
"pak security tolong lepaskan adik saya, ini pasti ada kesalahpahaman!" ucap feri dengan tegas.
security tersebut pun berbalik melihat ke arah feri, dan saat ia akan berbicara, ia melihat beberapa orang yang mendekati tempat tersebut.
"Ramlan.. Kadir.. ada apa ini?" ucap seorang lelaki kira-kira berusia 35 tahunan dengan lantang, yang menggunakan pakaian setelan jas berwarna gold dengan dasi merah di lehernya dan diikuti 2 orang lelaki yang cukup sangar berpakaian kaos hitam kentat sehingga menonjol kan otot-otot mereka mengiringi dengan tegap dan gagah.
Mira yang melihat kehadiran 3 orang tersebut langsung menghampiri nya.
"maaf tuan Richard, pemuda gembel itu kedapatan saya ingin mencuri, saya meminta nya untuk membayar pakaian di tangannya tapi ia tidak mau, jadi saya berteriak minta bantuan security!" ucap Mira dengan pasti.
Surya terlihat ingin menyangkal semua tuduhan tadi, tapi ia tidak jadi berkata karena melihat feri memberi kode untuk tetap diam.
feri berbalik pada lelaki yang di sebut tuan Richard tadi.
"maaf tuan Richard, saya feri, pemuda itu adik saya dan ini pasti hanyalah kesalahpahaman semata!" ucap feri dengan sopan.
tuan Richard dan Mira memperhatikan penampilan feri dengan tatapan tajam.
"ooh jadi kamu yang di katakan gembel itu abang nya? yang katanya akan membayar semuanya ya?" tanya Mira dengan sinis.
"maaf nona.. dia Surya bukan gembel, dan benar saya yang akan membayar belanjaan nya, karena memang saya yang menyuruh nya untuk memilih 5 steel pakaian yang di sukai nya!" jawab feri dengan ramah.
__ADS_1
"seperti nya aku pernah melihat mu, tapi dimana ya?" ucap tuan Richard dengan alis mengkerut seperti mengingat sesuatu.
"apakah dia ini buronan polisi tuan?" sahut Mira dengan pasti ingin mengingatkan.
"hei nona.. hati-hati kalau bicara, aku bisa melaporkan kamu dengan tuduhan pencemaran nama baik!" ancam feri dengan suara lantang mulai geram.
"ya.. aku ingat sekarang!" ucap tuan Richard dengan yakin dan mengambil hp nya dari saku dalam jasnya.
ia membuka hpnya seperti mencari sesuatu dan memperhatikan sebuah video, wajahnya tiba-tiba berubah terlihat kagum.
"nah.. ini kau kan?" tanya tuan Richard serta memperlihatkan sebuah video yang di hentikan pada feri.
feri hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.
"mungkin permasalahan ini kita bicarakan ke ruangan ku saja, tidak enak karena semakin banyak yang memperhatikan!" pinta tuan Richard dengan bijaksana.
"ayo.. ikuti aku!" ajak tuan Richard seraya berbalik arah.
beberapa pengunjung menatap sinis dan mencemooh feri dan Surya.
mereka berjalan menyusuri lorong toko tersebut, dan mengarah ke bagian belakang, ketika mereka hampir sampai di beberapa ruangan yang ada di lorong belakang itu.
"ada apa ini pak Richard?" ucap seorang wanita yang cantik menggunakan setelan jas wanita dengan rok selutut berjalan dengan anggun ke arah mereka.
"maaf nona Maya, hanya ada sedikit masalah tadi, jadi saya bawa mereka ke ruangan untuk di selesaikan!"
nona Maya memperhatikan feri dan Surya yang di tunjuk tuan Richard bermasalah dengan mereka tadi.
feri hanya menatap datar pada nona Maya yang memperhatikan nya, Surya hanya tertunduk pasrah.
__ADS_1
"Ramlan, Kadir, kalian kembali saja ke depan!" perintah nona Maya dengan tegas.
kedua orang security itupun mengangguk secara bersamaan, tanda mengerti dan berbalik meninggalkan tempat tersebut.
"kita selesaikan di ruangan ku saja!" perintah nona Maya tegas seraya berjalan menuju pintu yang dekat mereka berdiri tersebut.
setelah berada di dalam ruangan, nona Maya nampak duduk dengan santai di kursi kerjanya, di sampingnya tuan Richard nampak berdiri dengan tegap bersama Mira, feri dan Surya berdiri menghadap nona Maya, sedangkan 2 orang pengawal tadi nampak berdiri menjaga pintu ruangan tersebut.
"apa masalahnya?" pinta nona Maya tegas dengan menatap pada Mira untuk menjelaskan.
"begini nona, mas ini telah mengambil 3 steel pakaian yang ada di tangan nya itu, dan saya meminta nya untuk membayar, tapi ia tidak menghiraukan saya, bahkan ingin memilih dan mengambil 2 steel lagi, karena tidak ada respon baik darinya serta melihat penampilannya seperti gembel itu, saya meminta tolong pada security untuk di amankan!" ucap Mira bercerita dengan yakin dan sesekali menunjuk ke arah Surya.
"terus ini siapa?" lanjut nona Maya bertanya lagi dengan serius.
"ooh.. dia feri abangnya Surya itu nona, katanya dia yang akan bayar semua pakaian tadi!" sahut Mira dengan lantang dan sedikit sinis saat menunjuk feri dan Surya.
tatapan tajam yang sinis nampak terlihat dari nona Maya pada mereka berdua yang berada di hadapannya.
"gembel miskin seperti kamu memang patut di curigai, dan kamu apa benar mampu membayar pakaian 3 steel itu?" nona Maya berkata dengan menghina dan merendahkan mereka berdua.
Mira yang merasa di dukung oleh nona Maya tersenyum sinis dan mengangkat bahu dengan gaya jijik melihat Surya.
"maaf nona Maya, mbak Mira, nama adik saya Surya bukan gembel, dan kami ke toko ini hanya ingin berbelanja pakaian, bukan mencuri seperti yang di tuduhkan Mira, bahkan tidak hanya 3 pakaian ini, saya menyuruh adik saya untuk memilih 5 steel pakaian untuk nya, dan saya juga telah selesai memilih 4 steel pakaian yang telah saya serahkan pada kasir, dan saat kejadian tadi, saya sedang menunggu 5 pakaian darinya agar bisa saya bayar sekaligus, dan kami tidak akan kesini kalau kami tidak bisa bayar!" feri berkata dengan lantang dan sedikit tinggi penuh penekanan karena selalu di hina dan di remehkan sejak tadi.
"ooh.. rupanya kamu punya uang juga ya?, mau membeli 9 steel pakaian sekaligus, terus kenapa menolak saat di minta menyerahkan 3 steel ke kasir terlebih dahulu?" tanya nona Maya ketus.
"ma maksud saya, biar sekalian saja 5 steel, ja jadi nggak bolak balik!" sahut Surya tergagap.
"itu paling cuma alasan dia saja nona, kalau bawa banyak kan bisa di sembunyikan sebagian!" sahut Mira dengan yakin.
__ADS_1
"iya.. benar juga.. itu memang mungkin niat mereka!" sahut Nona Maya dengan tersenyum mengejek.
feri melotot marah mendengar ucapan kedua wanita tersebut, sedangkan tuan Richard hanya menggeleng kan kepala nya dengan raut wajah tak setuju dengan pemikiran nona Maya dan Mira.