Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Tidak yakin 2.


__ADS_3

Rumah master Chun sangat besar dan megah, dekorasi nya dengan gaya cina nampak terlihat, beberapa lampu lampion nampak menghiasi jalan beberapa bagian rumah, setelah beberapa saat berjalan, mereka pun memasuki halaman belakang yang cukup luas.


terlihat beberapa mobil dan motor terparkir rapi di samping halaman tadi, dan terdengar suara-suara teriakan orang di belakang yang masih tertutup pepohonan kecil.


setelah mendekati arah suara tadi, mulai nampak beberapa orang sedang berlatih beladiri.


"ayo kita duduk disitu!" ajak master Chun.


beberapa bangku panjang mengelilingi area latihan tersebut, dengan rumput tebal yang terawat membuat nyaman di pakai berlatih.


setelah keduanya duduk, mereka melihat seorang lelaki dengan pakaian warna hitam, yang di bagian tengah dan sisi bawah baju berles putih dengan menggunakan sabuk putih, sedang di kepung oleh 20 orang yang juga memakai pakaian yang sama, tapi tidak memakai sabuk.


pertarungan pun di mulai, lelaki bersabuk putih nampak bergerak dengan lincah untuk menghindari serangan dan melancarkan serangan balasan, tapi ia juga beberapa kali terkena pukulan oleh orang-orang yang mengepung nya.


"dia lah jedi anakku nomor 2 yang akan mewakili perguruan kami, tapi sifat tempramen dan sombong nya terlalu berlebihan dan sering kali menjadi bumerang baginya, ku harapkan setelah berlatih tanding dengan mu ia bisa sedikit berubah!" ucap master Chun menjelaskan maksudnya pada feri.


"kalau Kaka pertama dimana yah?" tanya feri dengan maksud anak pertama master Chun.


"anak pertama ku Jordi yang sekarang memimpin perguruan kera sakti di Jakarta timur, yang juga pusat dari seluruh perguruan kera sakti yang ada di seluruh Indonesia!" sahut master Chun.


"apakah pimpinan perguruan tidak di perkenankan untuk ikut bertarung dalam pertemuan tersebut?" feri bertanya agar lebih mengetahui aturan dalam pertemuan.


"pendekar yang boleh bertarung, hanya yang berusia 35 tahun ke bawah, sedangkan Jordi telah berusia 41 tahun, dan usia Jedi masih 32 tahun jadi ia bisa mengikuti 1 kali lagi pertarungan setelah ini.


sekitar 20 menit bertarung, Jedi mampu mengalahkan murid-murid yang tadi mengepung nya.


master Chun berdiri dan di ikuti feri.

__ADS_1


"plak-plak" master Chun 2 kali bertepuk tangan.


"haaa.." jawab murid-murid tadi serentak, dan berdiri berbaris rapi saling berhadapan menyisakan ruang yang cukup luas di tengah, hanya dengan kode tepukan tangan.


"plak-plak.. plak" tepukan 2 kali cepat dan di susul 1 kali dari master Chun, membuat mereka duduk bersila.


"Jedi.. waktu pertemuan hanya sisa beberapa hari lagi, dan untuk lebih mematangkan persiapan mu ayah ingin kau berlatih tanding dengan dia!" ucap master Chun dengan serius.


Jedi menatap feri yang berdiri sedikit agak ke belakang dari ayah nya, dengan tatapan tajam menyelidik.


"ku kira ayah akan membawakan 10 orang lagi, mmm.. ternyata cuma seorang pemuda!" sahut Jedi dengan sombong.


"Jedi dia adal.."


"saya feri Abang Jedi" sahut feri menyela perkataan master Chun, sambil melangkah ke depan.


"izinkan saya mengatasi nya ayah!" feri berbisik dan mulai maju mendekati Jedi.


"22 tahun bang!" feri Jawab singkat.


"ha..ha.. bocah kemaren sore mau berlatih tanding dengan ku? yang benar saja!" ucapan Jedi meremehkan feri.


master Chun sedikit melotot mendengar ucapan sombong anaknya, tapi ia masih menahan diri, dan yakin bahwa feri bisa merubah sifat anaknya tersebut.


"perlu bang Jedi ketahui beberapa hal, pertama: bukan aku yang meminta berlatih tanding dengan mu, kedua: sekarang kau adalah kakak angkat ku karena ayah Chun yang telah mengangkat aku sebagai anak angkatnya, ketiga: sebagai seorang saudara, aku juga mempunyai keinginan agar kakak dan perguruan kera sakti lebih di kenal dan di segani oleh perguruan lain!" ucapan feri penuh harapan.


Jedi dan semua yang hadir mengalihkan pandangan mereka pada master Chun, dan master Chun hanya mengangguk membenarkan semua yang di katakan feri.

__ADS_1


Jedi kembali menatap ke arah feri, sedang kan yang lain mulai berbisik-bisik karena belum mengenal feri.


"baiklah.. kalau kau sekarang adalah saudara angkat ku, karena aku tahu ayahku tidak akan mengangkat anak pada orang secara kebetulan saja, dan aku akan membuktikan padanya, bahwa ia telah keliru mengangkat kau sebagai anaknya!" suara Jedi mulai meninggi.


"maaf bang, saya kesini hanya di minta oleh ayah untuk membantu meningkatkan kemampuan bertarung abang, bukan untuk saling mengalahkan!" sahut feri menjelaskan.


"haah.. aku tidak yakin kau bisa membantu ku, memang ku akui kau mempunyai badan yang atletis dan gagah, tapi aku tidak yakin dengan kemampuan bertarung mu, karena aku banyak mengenal para pendekar dari perguruan lain, dan tidak pernah mendengar pendekar seperti dirimu!" Jedi berkata dengan sombong sambil berjalan bolak-balik memperhatikan feri.


"aku memang bukan pendekar yang hebat seperti abang, tapi.. aku bisa membuat pendekar hebat yang sombong seperti abang, menjadi pendekar yang lebih hebat lagi, seperti yang ayah inginkan!" sahut feri dengan penekanan.


semua yang mendengar ucapan feri yang optimis terpana tak percaya dengan keyakinan nya yang besar, sedangkan master Chun hanya tersenyum mengetahui kalau feri akan memulai tugas yang ia berikan.


"aku ingin tau seberapa hebat kemampuan mu, sampai-sampai ayah meminta mu untuk menjadi lawan latih tanding ku!" Jedi berkata dengan nada tinggi karena emosi serta tersinggung dengan ucapan feri tadi.


Jedi mulai memasang kuda-kuda untuk mulai bertarung, feri sedikit tersenyum karena bisa membuat Jedi marah.


"aku tidak yakin kau bisa bertahan lebih dari 3 jurus!" Jedi berkata dengan tatapan kejam.


"hiyaaa.." Jedi memulai serangannya.


tinju cepat mengarah ke wajah feri, karena tak berhasil Jedi kembali melancarkan tendangan ke bagian perut, tapi di tangkis feri dengan sedikit mengangkat kakinya.


Jedi terus menyerang dengan cepat ke seluruh bagian vital tubuh feri, tapi tak ada satupun yang membuahkan hasil, membuat ia makin marah dan terus menyerang sekuat tenaga, tapi semuanya bisa di tangkis dan di hindari feri tanpa melakukan serangan balasan.


para murid-murid perguruan yang menyaksikan nya terkesima dengan gerakan feri yang hanya sedikit mundur dan berputar-putar menghindari serangan.


"gerakan pemuda itu sangat luar biasa"

__ADS_1


"ia menghindari serangan-serangan tuan muda Jedi hanya dengan bergeser sedikit.


beberapa murid pun mulai berbisik-bisik mengagumi feri, Jedi yang terus menyerang tanpa ada balasan dari feri menjadi semakin kesal, dan tidak terasa sudah lebih dari 5 jurus jedi menyerang.


__ADS_2