Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Menanam buah duri neraka.


__ADS_3

feri menatap kedua orang tersebut dengan tajam, dan menghela napas dengan panjang.


"baiklah.. aku maafkan kalian!" ucap feri singkat dengan tegas.


Rolando dan firman yang mendengar tersebut wajah mereka sedikit gembira.


"tapi kesepakatan tetap harus di jalankan, karena kalian yang menawarkan kesepakatan tadi, dan aku tidak bisa membayangkan apa yang akan kalian lakukan padaku, seandainya aku yang kalah!.


feri berhenti sejenak dan menatap tajam pada kedua orang tersebut.


"dan ku rasa ini bukan pertama kalinya kalian menghina dan merendahkan orang miskin seperti aku, dan untuk memberi kalian pelajaran, agar kalian tidak mengulangi lagi, maka aku tetap mengambil hak ku sesuai kesepakatan kita, dan karena kalian berdua telah meminta maaf, maka aku akan sedikit berbaik hati untuk mengantarkan kalian pulang, dan menjelaskan kejadian ini sebenarnya pada orang tua kalian!" ucap feri dengan bijaksana dan penekanan.


"mas feri Handoyo..!" panggil sang kasir dengan tegas.


mendengar panggilan tersebut feri berbalik lagi ke meja kasir.


"iya mbak?" tanya feri dengan tersenyum ramah.


"mohon maaf mas feri, karena sekarang sudah sore untuk proses 1 unit mobil pajero sport berwarna putih yang telah anda beli belum bisa kami selesaikan hari ini dan belum bisa di bawa sekarang, kemungkinan besar besok siang sudah selesai, apakah besok anda yang akan mengambil kesini atau kami antar ke alamat anda!" ucap sang kasir menjelaskan.


feri diam sejenak berpikir, karena ingat besok itu dia sudah mulai belajar untuk mengikuti seleksi pengawal khusus.


"biar saya ambil saja besok!" jawab feri dengan pasti.


"baik mas.. terima kasih atas kunjungan dan kerjasama nya!" ucap sang kasir dengan ramah.


feri hanya mengangguk tersenyum, kemudian berniat untuk segera kembali ke dealer.


saat melangkah akan keluar dari dealer itu, feri hanya mengangguk dan tersenyum pada Rita sebagai kode mengajak nya keluar, Rita dan seorang wanita temannya segera berjalan di samping feri, sedang kan Rolando, firman dan kedua orang temannya masih terlihat bingung.


"firman.. bagaimana ini?" tanya Rolando dengan pasrah.


"kita balik saja ke kantor dulu, siapa tau dia berubah pikiran!" sahut firman sedikit ragu.


feri menatap kedatangan keempat orang tersebut dengan tatapan dingin, dan setelah mereka telah dekat.


"di antara kalian berdua rumah siapa yang paling dekat?" tanya feri tegas.


"firman yang terdekat!" sahut Rolando dengan lesu, dan di iyakan oleh 2 orang teman mereka.

__ADS_1


"baiklah.. kita pakai mobil CRV mu rolan, kita antar firman lebih dahulu, Rita kau ikut sebagai saksi!" pinta feri dengan tegas.


Rita hanya mengangguk setuju.


"mana kunci mobil mu dan surat-surat nya?" tanya feri dengan pasti dan tegas pada firman.


firman mengambil kunci tersebut dengan sedikit malas karena terpaksa.


"ini.. STNK ada di laci mobil, sedangkan BPKB nya di rumah!" sahut firman dengan berat hati memberi kunci mobil nya.


"sekalian nanti kita ambil!" pinta feri sambil melangkah bersama Rita menuju mobil yang terparkir.


Rolando yang lebih dulu melangkah hanya menatap firman dengan kosong, dan firman melangkah agak santai.


setelah beberapa saat mobil CRV yang di kemudikan Rolando berhenti di depan sebuah rumah yang cukup besar.


setelah membuka pintu mobil firman diam sejenak, dan terlihat berat untuk keluar dari mobil.


"berani berbuat harus berani bertanggung jawab, yang kalian lakukan ini ibarat menanam buah duri neraka!" ucap feri dengan pasti dan penuh penekanan.


dengan langkah berat firman keluar dari mobil dan membuka pintu pagar rumah nya, setelah mobil masuk firman menutup kembali pagar tersebut.


setelah mereka semua masuk ke dalam rumah.


tak berapa lama firman kembali bersama 3 orang lainnya.


feri langsung berdiri menyambut kehadiran mereka dengan tersenyum ramah.


"selamat sore om, tante, mbak, perkenalkan saya feri Handoyo dan mereka teman sekantor firman! ucap feri memperkenalkan diri dengan sopan.


"saya Syahbandi biasa di panggil pak bandi, ini istri saya dan itu kakaknya firman, ada perlu apa ya?" ayah firman bertanya serius setelah memperkenalkan diri.


feri pun menceritakan semua kejadian dari awal sampai akhir dengan serius.


setelah mendengar semua cerita dan penjelasan dari feri, pak bandi diam terlihat berpikir sejenak.


"bu.. tolong kau ambil kan BPKB mobil firman di lemari di tempat biasa!" pinta pak bandi tegas pada istrinya.


"tapi yah.. saya pikir firman di jebak oleh pemuda ini!" ucap ibu firman yakin dan menatap feri dengan sinis.

__ADS_1


"aku tau betul bagaimana sifat firman anak kita, jadi kau ambil kan saja BPKB tersebut!" pinta pak bandi sedikit meninggi kan suaranya.


ibu firman pun melangkah ke dalam tanpa berani membantah lagi.


"firman.. ayah sudah sering sekali memperingatkan mu agar jangan sombong dengan apa yang kau miliki, semoga dengan kejadian ini bisa kau ingat sampai mati, agar tak lagi kau ulangi!" ucap pak bandi bijaksana dan tegas.


ibu firman kembali ke ruang tamu tersebut, dan menyerahkan sebuah buku BPKB pada suaminya.


"feri, atas nama keluarga dan orang tua firman kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas penghinaan yang telah di lakukan nya pada mu, semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi firman di masa yang akan datang, sekali lagi kami mohon maaf!" ucap pak bandi dengan tulus.


feri menerima BPKB tersebut.


"bang firman, semoga kejadian ini bisa membuat anda jadi pribadi yang lebih baik lagi!" ucap feri dengan serius.


kemudian feri, Rita, dan Rolando pamit untuk menuju rumah Rolando.


dan saat mereka di perjalanan, hp feri berdering bunyi seseorang menelpon, melihat Suroso yang menelpon feri pun segera menerima nya.


"halo paman.. bagaimana?" sapa feri singkat.


"rumah dan surat-surat nya sudah kami ambil tanpa perlawanan!" sahut Suroso pasti.


"baik terima kasih paman, paman simpan saja sementara surat-surat nya!"


"oh iya paman, untuk penjaga rumah tersebut perintah kan saja untuk terus bekerja disana, nanti saya yang akan bayar gajinya!" pinta feri dengan pasti.


"baik fer.. aku mengerti, bagaimana kunci rumah?" tanya Suroso serius.


"biar penjaga itu yang pegang, siapa tau sewaktu-waktu saya bisa kesana!" jawab feri tegas.


Rita dan Rolando yang mendengar percakapan tersebut sedikit bingung dan mulai bertanya-tanya di dalam hati mereka.


"siapa feri ini sebenarnya?" gumam mereka dalam hati.


feri nampak memasukkan kembali hpnya.


"apakah rumah mu masih jauh?" tanya feri dengan santai.


"se sedikit lagi!" jawab Rolando gugup.

__ADS_1


semakin mendekat ke rumahnya, maka semakin gugup juga Rolando.


beberapa kali ia melihat feri dari kaca spion tengah dengan santai menikmati perjalanan tersebut.


__ADS_2