Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Tidak sesuai.


__ADS_3

master Herman mengkode murid-muridnya dengan isyarat, agar mengepung feri.


"untuk apa kita sebanyak ini hanya menghadapi seorang pemuda saja?" salah seorang dari mereka bertanya dengan suara pelan


"iya aku juga bingung, memang nya sehebat apa dia?" yang lain juga bertanya sedikit berbisik.


melihat orang-orang yang berjumlah puluhan ini, feri pun membuat kuda-kuda.


"hiyaaa..!" 3 orang maju bersamaan menyerang feri.


"duup.. duup.. buuk, aaarghh..! terdengar suara pukulan yang di lanjutkan suara erangan.


3 orang tadi terjatuh kesakitan, dan pingsan karena kuatnya pukulan dan tendangan feri, bahkan feri melakukan nya dengan sangat cepat.


"Hendrik coba kau rekam pertarungan itu!" master Herman memerintahkan seorang pendekar dari 4 orang yang berada di belakang Tuan Rangga.


"siap master!" lelaki bernama Hendrik tadi segera mengeluarkan hp nya, dan mulai merekam.


dari tengah pertarungan terdengar suara teriakan gertakan serangan, pukulan,erangan, silih berganti, suara keretek sekali-sekali terdengar, membuat ngilu mereka yang menyaksikan pertarungan tersebut.


lama kelamaan terlihat jelas orang-orang berbaju kaos hitam, yang tadinya berjumlah puluhan orang mengepung feri sudah banyak yang terkapar di tanah.


sebagian langsung pingsan, dan ada pula yang meringis tak sanggup lagi berdiri dengan kondisi mengenaskan.


ketika jumlah mereka tersisa 8 orang, mereka menghentikan serangannya sejenak, dan melihat sekitar mereka, karena hampir tidak percaya dengan keadaan, bahwa jumlah mereka yang 40 orang bisa di kalahkan dengan mudah oleh pemuda seorang diri dan kini tinggal menyisakan mereka saja.


dengan ragu-ragu mereka masih memberanikan diri untuk maju perlahan-lahan, feri yang sudah menguasai situasi.


"kalau tidak ingin bernasib seperti teman-teman kalian ini, lebih baik kalian pergi!" bentak feri memprovokasi mereka yang tersisa.


"Herman.. mengapa bisa begini?, murid-murid yang kau bilang orang terlatih, tapi nyata nya keok hanya melawan seorang pemuda, aku sudah membayar mahal kalian setiap bulannya, tapi apa hasilnya? benar-benar tidak sesuai dengan sesumbar mu!" Tuan Rangga melampiaskan kemarahannya pada master Herman, karena berada dalam situasi yang terbalik.


"Tenang Tuan.. masih ada 4 pendekar, aku yakin mereka pasti mampu mengalahkan pemuda itu!" jawab master Herman dengan raut wajah agak tegang.

__ADS_1


"kalau kalian tidak bisa mengatasi dia, aku akan membatalkan penanaman saham ku, dan akan mencari pengawal-pengawal yang lebih hebat dari kalian!" kecam Tuan Rangga marah.


"cepat serang dia, atau kalian ku hukum!" master Herman memerintahkan 8 orang yang tersisa untuk terus menyerang.


feri yang mendengar tersenyum tipis, karena 8 orang itu nampak ragu, tapi apa boleh buat, mereka harus menuruti perintah master mereka.


"hiyaaaa..!" mereka menyerang bersamaan.


feri dengan mudah menghindari semua serangan, dan dengan kecepatan tinggi memberikan serangan balasan.


"duup.. duup.. buuk..buuk.. kreek..." suara tersebut menyertai mereka terpental dan jatuh ke tanah.


"aaarghh.. aaarghh..!" suara erangan bersahutan dari mereka, dengan memegangi anggota tubuh mereka yang terkena pukulan, dan tendangan yang keras dari feri.


40 orang tersebut di buat semua tak berdaya hanya dalam waktu 10 menit.


feri nampak masih segar bugar, dan mulai melangkah maju dengan gagah ke arah Tuan Rangga dan anak-anak buahnya yang tersisa 5 orang.


3 pendekar langsung maju dari belakang Tuan Rangga dan master Herman, menghadang langkah feri, Hendrik yang merekam pertarungan tadi, juga maju setelah memberikan hpnya pada master Herman, agar terus merekam pertarungan.


Hendrik yang baru maju bergabung, langsung menyerang feri terlebih dahulu.


"ciiyaat.." Hendrik membuka serangan.


feri dengan sigap menghindari nya, kemudian 3 orang lain langsung ikut menyerang bersamaan.


pukulan dan tendangan yang 4 pendekar lakukan dapat di tangkis dan di hindari feri, dan juga terlihat feri sesekali menyerang balik tapi juga dapat di hindari mereka.


pertarungan kali ini nampak lebih sengit, karena baik feri dan 4 pendekar sama-sama telah merasakan terkena pukulan, 4 pendekar menghentikan serangannya sesaat dengan membuat formasi unik.


feri pun membuat kuda-kuda yang aneh, untuk mengatasi serangan berikutnya.


master Herman mengerutkan alisnya melihat kuda-kuda feri yang tidak biasa.

__ADS_1


"hiiiiyaaatt..." 4 pendekar menyerang bersamaan dengan formasi unik jurus cakar elang, Hendrik menyerang bagian kepala dan dada, seorang lagi menyerang bagian paha dan kaki, 2 orang yang lain menyerang bagian rusuk kiri dan kanan.


feri terus menangkis dan menghindari serangan formasi tersebut dengan mundur beberapa langkah.


tiba-tiba feri melompat ke udara dengan tinggi nya.


"hiiyaa.., buuk..buuk! feri menendang punggung Hendrik dan seorang temannya, membuat formasi tadi terpecah.


"apa.?? bagaimana ia bisa menghindari formasi serangan 4 cakar elang!" master Herman berkata dengan tidak sadar melihat kejadian yang tidak dapat di percayai nya.


melihat formasi mereka pecah, feri dengan cepat maju dan seperti melayang di udara, menyerang 2 pendekar yang tadi menyerang bagian kanan dan kiri, dan pukulan telapak tangan feri mendarat dengan kerasnya di bagian dada mereka, membuat keduanya terpental.


"aaarghh.." erangan mereka bersamaan, dan terjatuh di tanah.


dan feri meneruskan serangan balasan nya pada Hendrik.


"ciiyaat.."


Hendrik mencoba menendang untuk menggagalkan serangan feri yang seperti datang melayang ke arahnya, feri tiba-tiba menghilang dari pandangan Hendrik, dan tanpa di duga Hendrik.


"buuuk.." bunyi rahang Hendrik terkena pukulan yang keras.


"aaarghh.." Hendrik terpental beberapa saat di udara karena kerasnya pukulan feri, dan jatuh pingsan di tanah.


Tuan Rangga berdiri terfana melihat kejadian di hadapan nya.


1 pendekar yang masih berdiri segera menyerang dengan tendangan nya, dan ketika tendangan tersebut seperti akan mengenai sasaran, tiba-tiba feri berbalik dan menangkap kaki pendekar tadi dan


"kreek.. aaarghh.." feri menebaskan pukulan ke bagian paha, membuat patah bagian paha pendekar tadi.


karena rasa sakit yang luar biasa, pendekar tadi merintih dengan keras serta memegangi bagian pahanya yang sudah di buat patah oleh feri.


"Herman.. apalagi yang kau tunggu, cepat kau selesaikan dia!" perintah Tuan Rangga dengan nada penuh kemarahan.

__ADS_1


__ADS_2