Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Permintaan maaf.


__ADS_3

setelah memasang headset di telinga nya, feri mulai menonton video tersebut dengan tatapan tajam untuk mengenali wajah dan suara orang-orang yang berada dalam rekaman video tersebut.


setelah rekaman video tersebut selesai, feri meletakkan tangan kanannya di bawah dagu, tanda berpikir sejenak.


"permisi mas.. mbak..!" ucap seorang pelayan cafe dengan sopan untuk mengantarkan pesanan tadi.


feri dan Rita hanya tersenyum pada pelayan tersebut, dan setelah meletakkan pesanan tadi ia pun pergi.


"bagaimana kau bisa merekam percakapan mereka ini?" tanya feri penuh selidik.


"waktu itu Rian menjemput ku di rumah untuk mengajak keluar, aku sudah menolak, tapi karena di desak oleh ayah aku pun menurut saja, dan kebetulan cafe tempat aku dan Rian makan malam itu, bersamaan juga dengan master Roy dan pemimpin geng bayangan hitam bertemu di sana, awalnya Rian tidak mengetahui rencana tersebut, dan setelah kami memesan makanan, Rian bermaksud mau ke toilet dan tanpa sengaja bertemu mereka, dia pun di panggil dan ikut dalam pembicaraan rencana tersebut, karena makanan dan minuman sudah di sajikan, aku berniat memanggil nya karena sudah terlalu lama ke toiletnya, dan tanpa ku sengaja aku melihat mereka sedang membicarakan sesuatu yang sangat serius, dengan sembunyi-sembunyi aku pun mendekat dan sedikit merekam percakapan mereka tadi!" jawab Rita menceritakan.


"apakah kau mendengar tindakan apa yang akan mereka yg gunakan?" tanya feri serius.


"maaf.. kalau pastinya aku tidak tahu, tapi mereka sedikit menyinggung tentang pertarungan, dan kemungkinan aksi mereka akan di lakukan saat pertarungan!" sahut Rita dengan nada kurang yakin.

__ADS_1


"tidak apa-apa ta!, terima kasih sudah memberitahukan nya!" ucap feri tersenyum halus.


"ee.. mas, aku atas nama pribadi dan mewakili Ratna meminta maaf atas kejadian sore tadi, itu semua karena aku dan Ratna berada di bawah tekanan Rian dan anak-anak buahnya!" Rita berkata dengan penuh penyesalan.


"maksudnya?" tanya feri penasaran, dan agar Rita bisa menjelaskan nya.


"begini mas.. keluarga Ratna mempunyai hutang yang cukup banyak pada keluarga Rian, selama Ratna mau terus bekerja di perusahaan keluarga Rian, maka hutang tersebut bisa di bayar setiap bulannya yang di potong dari gaji Ratna, tapi kalau Ratna berhenti atau di pecat dari perusahaan tersebut, maka ia harus membayar lunas hutang tersebut, jadi supaya ia tidak di pecat, makanya ia memfitnah mas yang mengganggu tadi".


"sedangkan aku harus mengikuti perintah ayahku, karena ayahnya Rian yang merangkul usaha ayahku untuk bisa menjadi pemasok batako untuk bisnis properti yang di miliki keluarga Rian, tuan Raditya ayahnya Rian pernah meminta langsung agar aku bersedia menjadi istrinya Rian, walau pun beliau tidak memaksa dan akan menerima keputusan ku, dan aku menolak, karena tidak suka di jodohkan dengan orang yang tidak kukenal, tapi ayahku tetap memaksa dengan dalih karena tuan Raditya sudah banyak membantu bisnis ayah, selain ingin memperkuat kerjasama yang telah lama berjalan, juga sebagai tanda terima kasih karena telah meningkat kan usaha batako yang ayahku jalankan, Rian yang mengetahui permintaan ayahnya, berusaha mendekati ku melalui ayahku, jadi aku terpaksa karena perintah ayahku, karena aku tahu Rian bukanlah lelaki yang baik, yang bisa menjadi kepala rumah tangga, ia memanfaatkan ayahku agar membantu nya mendapatkan ku, kalau ayahku tidak mau maka dia mengancam akan memutuskan kerjasama antara ayah dan perusahaan keluarga nya!" Rita bercerita sambil meleleh kan air mata, karena beratnya beban hidup yang harus di jalaninya.


"aku nanti akan mencoba mencari jalan keluar nya, untuk sekarang kau nikmati saja dulu jus alpukat dan roti bakar ini!" ucap feri dengan tersenyum kecil memberikan semangat pada Rita.


"kira-kira apa mas akan memberitahu kan soal rencana pembunuhan itu pada para master?" tanya Rita sambil menikmati roti bakarnya.


"mungkin untuk sementara aku akan menjaga mereka saja dari dekat, karena kita tidak tahu siapa saja yang terlibat dalam rencana tersebut!" sahut feri dengan serius.

__ADS_1


"mas feri hati-hati ya, karena mereka pasti mempunyai rencana lain kalau rencana pertama gagal!" pinta Rita dengan penuh perhatian.


"iya.. kamu tenang saja, aku pasti akan berhati-hati dalam mengambil tindakan!" sahut feri dengan tersenyum.


setelah menikmati hidangan yang ada, mereka pun berniat untuk kembali ke gedung grand garden sentral.


ketika di jalan Rita yang menyetir mobil, nampak sesekali melihat ke arah feri, tapi ia pura-pura tidak tahu.


"mas feri.. lebih menawan dengan model rambut seperti ini!" ucap Rita dengan tersenyum malu-malu.


"aah.. masa sih?" tanya feri tanpa melihat ke arah Rita.


"iya beneran.. tadi aja pas acara technical meeting, beberapa wanita memuji mas feri waktu melintas di dekat mereka!" sahut Rita dengan semangat.


tak terasa mereka telah tiba di portal penjagaan, dan setelah mengetahui mereka yang akan masuk, penjaga pun mempersilakan mereka masuk.

__ADS_1


__ADS_2