Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Menjadi asisten pribadi.


__ADS_3

melihat Mira berbalik lagi, tuan Richard melangkah mendekati nya.


"kau mau pergi begitu saja, tanpa ada permintaan maaf sedikit pun pada mereka, tadi kau menuduh Surya yang macam-macam, sekarang kau ingin pergi diam-diam seperti pencuri, dasar tidak tahu malu!" hardik tuan Richard dengan tegas.


"tuan muda feri, dia adalah akar dari masalah tadi, karena toko ini telah menjadi milik tuan muda, jadi anda berhak memutuskan, mau mempertahankan atau memecatnya!" ucap tuan Richard dengan sopan.


"panggil saja aku feri tuan Richard, jangan pakai tuan muda, dan kurasa yang berhak memutuskan nya adalah Surya, karena dia lah yang sudah di hina dan di permalukan tadi, kira-kira bagaimana menurut kamu Sur?" tanya feri dengan tegas.


Surya berpikir sejenak.


"karena abang meminta saya yang harus memutuskan, jadi keputusan saya adalah dengan memecat nya, maaf mbak Mira.. karena kelakuan mbak tadi bisa saja terjadi lagi, dan untuk kebaikan toko ini mbak tidak bisa di pertahankan, sekali lagi maaf mbak Mira!" ucap Surya dengan serius.


"tolong mas, kasih saya kesempatan, saya janji tidak akan mengulangi nya lagi!" pinta Mira dengan wajah memelas.


"Mira.. kau sudah mendengar sendiri, dan sebaiknya kau cepat kemasi barang-barang mu lalu tinggal kan yg toko ini!" ucap tuan Richard sedikit keras.


Mira hanya tertunduk malu dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya.


"maafkan kesalahan saya, permisi!" ucap Mira dengan terisak-isak.


setelah Mira keluar meninggalkan ruangan tersebut.


"tuan Richard.. karena saya benar-benar tidak mengerti tentang bisnis ini, jadi saya minta anda yang mengelola toko ini, masalah pembagian hasil saya percaya sepenuhnya pada anda!" pinta feri dengan penuh hormat.


"kalau memang anda percaya padaku, aku tidak akan mengecewakan anda!" sahut tuan Richard dengan pasti.


"hari sudah semakin siang bagaimana kalau kita makan siang bersama tuan Richard, sambil mengobrol!" ajak feri dengan ramah.


"baiklah feri.. silakan!" sahut tuan Richard dengan sopan sambil meminta feri berjalan bersamanya.

__ADS_1


"anda berdua juga ikut!" ajak feri dengan tersenyum ramah pada pengawal tuan Richard.


tuan Richard mengajak mereka untuk makan di sebuah restoran yang ada di mall tersebut.


saat makan siang itu lah tuan Richard bercerita tentang banyak hal, selain tentang toko pakaian tersebut, salah satu nya tentang nona Maya yang dari keluarga Bernard, sekarang feri mengetahui bahwa keluarga Bernard adalah salah satu keluarga yang kaya raya yang menjalankan bisnis pusat perbelanjaan, toko-toko pakaian dan kosmetik tersebar di beberapa mall dan pertokoan lainnya di berbagai penjuru kota Jakarta.


dari cerita tuan Richard, bahwa tuan besar Edwin Bernard memiliki 3 orang anak, Elson Bernard yang pertama, Edgar Bernard yang kedua, dan El Maya Bernard anak bungsu dari keluarga Bernard, dan tuan Richard meminta feri untuk berhati-hati karena keluarga besar mereka pasti akan melakukan pembalasan.


setelah selesai makan siang dan mengetahui beberapa hal, feri dan Surya berdiri untuk segera pamit.


"feri, Surya tunggu lah sebentar!" pinta tuan Richard ramah.


"Riko ambil kan barang mereka tadi di kasir, aku sudah perintahkan Tia untuk membungkus nya!" perintah tuan Richard tegas pada salah seorang pengawal nya.


"baik tuan!" sahut Rico dengan sopan.


tak lama kemudian Rico sudah kembali membawa 2 kantong tas, dan menyerahkan pada tuan Richard.


"tidak apa-apa tuan, biarlah lain kali saja kami kemari! sahut feri dengan tersenyum ramah.


Surya hanya mengangguk setuju dengan perkataan feri.


"titip toko ya tuan!, saya yakin tuan mampu mengelola nya, kami permisi! ucap feri yakin sambil berdiri dari kursinya.


yang lain pun berdiri serentak.


"saya akan berusaha sebaik mungkin, dan kalau kau butuh sesuatu, hubungi saja saya!" sahut tuan Richard dengan tersenyum.


"terima kasih tuan, saya mengandalkan anda!" ucap feri tersenyum sambil berjabat tangan.

__ADS_1


feri dan Surya pun melangkah keluar dari restoran tersebut, tuan Richard dan para pengawal nya hanya memandang kagum pada sosok feri yang tidak terduga sama sekali.


"Sur.. kita cari sepatu dulu yuk! masa pakaian nya bagus, sepatu kita sudah lusuh, kan kurang pantas!" ajak feri dengan tersenyum bersemangat.


Surya hanya mengangguk dan mempercepat langkahnya.


setelah membeli 2 pasang sepatu untuk mereka masing-masing, mereka pun keluar dari mall tersebut


"tidak lama lagi sore bang, apa kita tetap akan mencari alamat yang kemaren?" tanya Surya serius sambil menjalankan motor yang di kemudikan nya.


"besok saja kita cari alamat itu, sekarang kita ke tukang pangkas rambut dekat jalan masuk gang kita, terus pulang!" ucap feri dengan tersenyum kecil.


hari sudah semakin sore, setelah Surya selesai memangkas rambut nya, mereka pun pulang dan tiba di rumah dengan cepat, karena jarak dari tukang pangkas rambut tersebut memang tidak jauh dari kawasan rumah mereka.


suasana senja mulai datang, setelah mandi dan berpakaian mereka pun sedang duduk bersantai menikmati secangkir kopi sambil mengobrol.


"bang.. jangan tersinggung ya, abang kok bisa banyak uang sekarang? bukan cuma jutaan tapi dah milyaran, dari mana bang?" tanya Surya dengan malu dan senyum yang di paksa karena takut menyinggung feri.


"aku di percaya memegang uang hasil keuntungan dari bisnis ayah angkat ku yang telah lama di tinggalkan nya pada seseorang yang terpercaya, dari pada uang itu terdiam saja lebih baik ku gunakan sebagian untuk membuka usaha, seperti tadi siang!" sahut feri dengan pasti dan bersemangat.


"waaahh.. luar biasa, emangnya berapa yang di pegang abang?" tanya Surya penasaran.


"yang pasti tidak akan habis kalau kita makan seumur hidup.. ha.. ha.. ha!" sahut feri tertawa lepas, membuat Surya menggaruk-garuk kepalanya makin penasaran.


"terus apa rencana abang selanjutnya?" Surya bertanya dengan serius.


"rencana ku yang pertama adalah meminta mu agar jangan ngamen lagi, dan selanjutnya aku mau kau kursus mengemudi terlebih dahulu saat aku mengikuti seleksi menjadi pengawal khusus yang kira-kira seminggu lagi akan di mulai!" sahut feri dengan tegas.


"terus kalau nggak ngamen seminggu sebelum abang seleksi ini, apa kerjaan ku?" tanya Surya dengan raut wajah bingung.

__ADS_1


"tugas mu mulai sekarang adalah menjadi asisten pribadi ku, dan besok kita akan mencari alamat yang kemaren!" jawab feri dengan serius dan bersemangat.


Surya pun menyetujui rencana feri tersebut.


__ADS_2