
pagi itu feri dengan santai sedang duduk di teras rumah sambil menikmati secangkir kopi.
dan terlihat uwak Faridah sedang berjalan-jalan di sekitar halaman rumah untuk sekedar berolahraga.
dan Surya datang menghampiri feri sambil membawa secangkir kopi.
"abang hari ini belajar lagi untuk persiapan seleksi ya?" tanya Surya dengan santai sambil duduk di sebelah meja.
"iya Sur!" jawab feri singkat dengan pasti sambil memperhatikan hpnya.
dan saat itu feri mendapatkan pesan wa dari tuan Richard, tentang harga toko di bagian Utara kota, dan feri pun sedikit berpikir sejenak tentang tawaran tuan Richard untuk mengembangkan bisnis pakaian nya agar lebih maju lagi.
"lagi mikirin apa bang?, kok serius banget kelihatannya!" sapa feri tegas sambil tersenyum tipis.
"nggak ada mikirin apa-apa kok, Sur.. coba kau telpon mas Miko, minta dia belikan nasi uduk 4 bungkus untuk sarapan, sekalian buat dia juga, nanti ku ganti!" sahut feri dengan santai dan meminta balik pada Surya.
Surya menjawab dengan mengangguk dan mengambil hpnya dari saku celananya.
uwak Faridah nampak mendekati feri dengan keringat yang membasahi wajahnya karena beberapa saat tadi jalan-jalan untuk sekedar berolahraga.
"fer.. nanti sore kamu sibuk ya?" tanya uwak Faridah dengan serius sambil duduk dan mengatur napasnya.
"yang pasti pagi ini saya ada urusan penting, dan belum tahu sampai kapan selesai nya, emang kenapa wak?" sahut feri dengan sedikit ragu, dan balik bertanya.
uwak Faridah terlihat menyeka keringat di wajahnya dengan sapu tangan.
__ADS_1
"ada beberapa barang yang ingin uwak ambil di rumah yang dulu, dan benda itu sebagian peninggalan dari mendiang suami uwak!" jawab uwak Faridah dengan sedikit berat.
"tapi kata uwak dulu rumah itu telah di ambil anak buah paman, apa uwak mempunyai kunci rumah itu?" tanya feri dengan serius dan alis mata yang mengkerut.
"kalau tidak di ganti mereka, uwak masih ada menyimpan kunci gudang, dan benda-benda tersebut uwak simpan di dalam gudang, dan kalau pun di ganti mungkin kita bisa minta izin dengan baik-baik untuk sekedar mengambil benda-benda tersebut!" jawab uwak Faridah dengan sedikit berharap.
"saya usahakan ya wak, semoga saja urusan saya nanti cepat selesai!" sahut feri dengan sopan.
dan dari pagar nampak Miko telah datang dan sedang membuka pintu pagar.
setelah masuk Miko pun menyerahkan makanan yang tadi di pesan kan oleh Surya, Miko segera ke dapur untuk mengambil air minum dan beberapa peralatan untuk makan, dan mereka pun sarapan bersama di depan teras rumah tersebut.
setelah sarapan feri nampak bersiap untuk berangkat ke rumah master Law.
sebelum berangkat sambil berpamitan feri memberi kan uang pada uwak Faridah untuk sekedar berjaga-jaga kalau beliau perlu sesuatu, dan juga pada Miko untuk tambahan biaya pengecatan rumah yang akan di tempati nya nanti.
"iya bang, nanti saya periksa dulu dan dicatat agar tidak ada yang terlewat!" jawab Surya pasti.
setelah mendengar itu feri pun segera pergi dengan menggunakan mobil CRV nya.
dan setelah beberapa lama menempuh perjalanan, ia pun tiba di depan rumah master Law.
setelah turun dari mobil, feri nampak tersenyum sambil melangkah mendekati master Law dan master Herman yang sedang duduk bersama di teras rumah.
"salam ayah.. kakak..!" sapa feri dengan sopan.
__ADS_1
master Law dan master Herman pun menjawab dengan tersenyum ramah.
"hari ini siapa yang akan mengajar saya yah?, kok belum datang?" tanya feri serius dengan penasaran.
"kau akan berlatih menggunakan senjata api hari ini, dan kita di minta untuk datang langsung ke tempat latihan menembak di timur kota!" sahut master Herman dengan pasti.
feri mengangguk-angguk mendengar ucapan tersebut.
"kolonel Arif Suyono yang akan melatih mu di sana, dia adalah mantan anggota Kopasus yang telah berpengalaman dalam hal persenjataan militer!" sahut master Law tegas.
dan tak berapa lama pun mereka segera pergi menggunakan mobil feri.
dan saat dalam perjalanan.
"bagaimana keadaan uwak mu?, apa sudah sehat?" tanya master Law santai yang duduk di kursi belakang.
"sudah yah.. tinggal besok cek kondisi terakhir nya ke rumah sakit!" jawab feri dengan pasti.
master Law hanya mengangguk mendengar jawaban feri.
"ku dengar kau membuka bisnis baru ya fer?" tanya master Herman dengan tersenyum ramah.
"iya kak, waaah.. kakak luar biasa belum saya kasih tau saja sudah bisa mengetahui nya, ha.. ha.. ha..!" sahut feri dengan tersenyum malu.
master Law dan master Herman pun tersenyum melihat tingkah laku feri.
__ADS_1
dan setelah beberapa saat menempuh perjalanan mereka pun mulai memasuki wilayah latihan menembak tersebut yang cukup luas dengan beberapa bangunan, dan ada bangunan yang bersekat-sekat tanpa atap, dengan nama arena latihan tembak Sujiwo.