
"bagaimana ceritanya paman bisa bekerja pada keluarga kami saat itu?" tanya feri lagi dengan semangat.
master Hardi tersenyum sejenak.
"aku adalah anak yatim piatu yang di besarkan nenekku, apapun aku lakukan untuk membantu kehidupan kami, dari umur 8 tahun aku telah belajar bela diri bersama teman-teman seusia ku, saat berumur 19 tahun tahun aku juara 2 pada kejuaraan bela diri saat itu, aku bersama 3 orang temanku yang lain di tawari kakek mu untuk bekerja sebagai penjaga di rumahnya, dari situlah aku mengenal seluruh keluarga besar kalian!" master Hardi bercerita lagi tentang dirinya dengan singkat.
"silakan di minum yah, kak feri!" ucap Haniyah tersenyum sambil menyuguhkan 2 cangkir kopi.
setelah menaruh kopi di atas meja, ia pun kembali ke belakang.
"berapa umur ayahku saat paman bekerja di keluarga kami?" tanya feri lagi.
"aku dan ayahmu seumuran, karena itu lah aku dan ayahmu jadi lebih akrab, saat itu ayahmu baru awal-awal masuk kuliah dan mengambil jurusan teknik sipil!" cerita master Hardi tersenyum mengenang masa lalu nya.
"apa paman mengetahui kenapa aku jadi terbuang dan di besarkan oleh ayah Azuro?" tanya feri dengan tatapan penuh penasaran.
__ADS_1
"saat itu bisnis ayahmu sangat maju dengan pesat nya, sedangkan bisnis Fadil pamanmu mengalami kemunduran, itulah awal bencana yang di alami ayah, ibu, dan juga kamu!" master Hardi berhenti sejenak.
"apa yang sesungguhnya terjadi paman?" pinta feri semakin penasaran.
"beberapa bisnis yang telah di bagi tersebut masih dalam naungan PT Handoyo group, cuma yang menjalankan bisnisnya saja yang di pegang oleh 3 orang, yaitu uwak mu Faridah, ayahmu dan Fadil paman mu, karena kemerosotan bisnis paman mu bahkan hampir bangkrut, membuat sifat serakahnya muncul!" master Hardi berhenti bercerita sejenak seraya mengambil sebatang rokok dan menghidupkan nya.
feri hanya diam, sambil menghirup kopinya yang ada di atas meja.
"paman mu diam-diam mengumpulkan orang-orang dan menyusun rencana untuk menguasai seluruh harta dan bisnis peninggalan kakek mu, pamanmu menganggap kalau untuk uwak mu bukan masalah yang sulit untuk menguasai bisnis yang di jalankan nya, jadi ia menargetkan menghancurkan bisnis ayahmu terlebih dahulu, saat itu aku sudah memberitahukan nya pada ayahmu, jadi kami pun bersiap dengan menambah kekuatan para pengawal, yang awalnya hanya 15 orang, menjadi 30 orang, penjagaan kami lakukan baik di rumah ataupun di kantor perusahaan!" cerita master Hardi terhenti sejenak, ia pun nampak meminum kopi di hadapan nya.
"saat itu aku dan bibi mu baru menikah kira-kira 1 tahun dan rumah ini adalah salah satu kenangan atas ayahmu, karena ini adalah hadiah pernikahan kami dari ayahmu, sebelumnya bibi mu bekerja di rumah mu sebagai tukang masak, yang terkadang juga sering menjaga mu saat ada waktu dan kesempatan, pamanmu tidak langsung merebut bisnis ayahmu, tapi ia memulai dengan mengacau dan mengganggu kelancaran bisnis ayahmu, selain Bergerak di bidang perhotelan, bisnisnya juga sebagai distributor bahan-bahan bangunan yang mencapai beberapa propinsi lain, seperti Semarang dan Yogyakarta!" master Hardi kembali mengambil sebatang rokok nya menghidupkan dan menghisapnya dengan santai.
"karena gangguan dari pamanmu, beberapa pengantaran mulai mengalami kendala, mobil pengangkut sering kali di sabotase nya yang membuat kecelakaan dan mengalami keterlambatan dalam mendistribusikan barang, setelah beberapa bulan melakukan gangguan puncaknya ia memulai dengan membakar beberapa gudang penyimpanan barang secara bersamaan, dan ketika orang-orang sibuk termasuk aku yang membantu di gudang untuk memadamkan api, paman mu dengan di dukung para preman serta para ninja dari jepang yang di bayar nya, langsung menyerang rumah ayahmu, karena penjagaan yang minim mereka dengan mudah mengalahkan para penjaga dan masuk ke rumah ayahmu".
dan yang ku dengar, sebelum paman mu masuk ke dalam rumah, ayahmu mencoba menyelamatkan mu dan ibumu dengan cara melarikan kalian menggunakan sebuah mobil dan di kawal beberapa penjaga, bibi Inah salah seorang pelayan yang bertugas mengasuh mu juga ikut dalam pelarian tersebut, kami yang terbagi dan berada di beberapa pabrik yang di bakar, setelah mendengar berita penyerangan langsung kembali ke rumah, tapi kami semua sudah terlambat, kami hanya menemukan mayat-mayat yang tergeletak dari depan rumah sampai di dalamnya, termasuk mayat ayah mu yang berada di ruang kerjanya dengan luka tusuk yang begitu banyak,semua yang berada di dalam rumah saat itu di bunuh tanpa ada yang tersisa!" master Hardi sedikit bergetar suara nya karena menahan haru.
__ADS_1
mata feri sedikit berkaca-kaca mendengar kisah keluarga nya yang memilukan tersebut.
"ketika kami semua telah putus asa dan kebingungan, terdengar suara rintihan halus kesakitan dari dalam kamar pembantu, kami pun mencari asal suara tersebut, ternyata bi Siti salah seorang pelayan di rumah mu dengan luka di sekujur tubuhnya, dia lah yang sempat sedikit bercerita tentang kau dan ibumu yang di larikan untuk di selamatkan dari serangan pamanmu tersebut, ketika kami akan membawanya ke rumah sakit, ia meninggal di perjalanan sebelum sampai ke rumah sakit!" master Hardi nampak sedih menceritakan kejadian tersebut.
"bagaimana dengan ibuku?, apakah paman mengetahui apa yang terjadi dengan ibuku?" tanya feri dengan tatapan sedih dengan air mata yang mulai menetes.
master Hardi kembali menarik napas dalam-dalam.
"setelah menyebar untuk mencari keberadaan kalian, 3 hari setelah penyerangan itu, barulah kami mendapatkan informasi bahwa salah satu mobil yang biasa di pakai ayahmu di temukan di sebelah hutan belantara bagian Utara, kira-kira 215 kilometer dari rumah kalian dan dengan kondisi hancur dan tidak jauh dari lokasi mobil itu kami menemukan 3 orang mayat yang tergeletak dan mulai membusuk, karena sudah 3 hari, tapi kami tidak menemukan mayat ibumu, bibi Inah dan kau feri, dan paman minta maaf feri, karena sampai sekarang aku belum mengetahui kabar tentang ibu!" cerita master Hardi dengan terbata-bata karena menahan tangisnya.
feri mengambil tisu di atas meja untuk menyeka air matanya.
"apakah paman tidak melapor ke polisi?" tanya feri dengan sesenggukan.
"di waktu itu aku langsung melapor ke polisi, hanya saja mereka tidak mendapatkan bukti yang kuat atas kejadian kebakaran di beberapa gudang yang bersamaan serta serangan yang mengakibatkan pembunuhan atas ayahmu dan orang-orang yang ada di rumah itu, sampai 4 bulan aku terus menanyakan tentang kejadian tersebut di kepolisian, tapi mereka tidak bisa mendapatkan hasil dan pelaku yang diduga melakukan hal tersebut!" ucap master Hardi dengan ekspresi putus asa.
__ADS_1