
melihat ekspresi wajah feri tuan Said hanya tersenyum, dan pegawai wanita tersebut juga tertawa kecil melihat feri yang masih tertegun tak percaya melihat nominal tulisan di buku rekening nya.
"feri..feri.. feri..!" panggil tuan Said sambil menepuk pundak feri.
feri terkejut dan mulai menyadari semua yang terjadi.
"apakah ini..ini tidak salah tuan?" tanya feri terbata-bata.
"iya.. itu benar, bahkan ini cuma uang keuntungan bagian master Azuro saja, seandainya beliau yang menangani sendiri tentu akan lebih besar lagi!" jawab tuan Said dengan jelas.
setelah selesai mereka pun keluar dari bank BCA tersebut, dan mobil tuan Said segera menghampiri mereka.
"kita ke hotel grand sakura!" pinta tuan Said kepada supir dan ajudannya.
feri hanya tersandar diam karena masih belum bisa menerima sepenuh nya kejadian ini.
setelah beberapa saat mobil mereka memasuki sebuah hotel yang megah, puluhan mobil nampak tersusun rapi di parkiran hotel tersebut.
"ayo feri kita turun!" ajak tuan Said ketika pintu mobil telah di buka ajudannya.
pintu di bagian feri juga di buka kan oleh supir, feri keluar dan langsung melangkah memasuki hotel bersama tuan Said.
"ini adalah salah satu hotel berbintang 5 milik kita, memiliki 560 kamar, dan 6 ruang aula pertemuan, dan banyak lagi fasilitas pendukung lainnya!" ucap tuan Said dengan pasti sambil terus berjalan.
"siang tuan Said.. silakan!" sapa seorang security dengan ramah.
tuan Said hanya tersenyum membalas sapaan tersebut, dan meneruskan langkah ke meja resepsionis.
"selamat siang tuan Said.. ada yang bisa saya bantu tuan?" ucap seorang wanita cantik karyawan di meja resepsionis.
"apakah manager Darin ada?" tanya tuan Said santai.
"ada tuan, sebentar saya panggil kan?" sahut karyawan tersebut.
__ADS_1
"aah.. tidak usah, biar kami langsung ke ruangan nya saja!" ucap tuan Said tegas.
"baik tuan, silakan!" sahut karyawan tersebut dengan sopan, dan tersenyum dengan manis melihat feri yang mengikuti tuan Said dengan langkah yang gagah.
ruang manager hotel tersebut masih di lantai dasar berada tidak jauh dari meja resepsionis.
"tok.. tok.." setelah mengetuk pintu tuan Said langsung membuka pintu ruangan manager tersebut.
"oh.. tuan Said, silakan tuan.. maaf saya tidak menyambut kedatangan anda!" ucap manager Darin dengan hormat.
ruangan manager itu tidak terlalu luas, selain meja kerja juga ada kursi sofa untuk menerima tamu, serta lemari kecil yang berdiri di samping meja kerja nya, dan manajer Darin pun mengarahkan tuan Said dan feri agar duduk di kursi sofa tersebut.
"apa yang bisa saya kerjakan tuan?" tanya manager Darin dengan sopan setelah menyajikan 2 cangkir kopi untuk tuan Said dan feri.
"aku hanya ingin mengenal kan kau dengan pemuda ini, namanya feri Handoyo, ia adalah anak dari pemilik hotel ini, dan juga beberapa bisnis yang kita jalankan selama ini!" ucap tuan Said dengan jelas.
"senang bertemu anda tuan muda!" sapa manager Darin dengan hormat.
"maaf paman manager, panggil saja saya feri, jangan pakai tuan muda!" pinta feri dengan sopan.
"ha.. ha.. Darin kau turuti saja permintaan nya!" sahut tuan Said dengan tertawa kecil.
"baiklah, kalau itu permintaan anda!" sahut manager Darin dengan ragu.
setelah mengobrol beberapa lama, tuan Said dan feri pun keluar dari ruangan tersebut dengan di antar manager Darin.
"fe.. feri kalau anda perlu bantuan saya, silakan hubungi saya!" ucap manager Darin sambil menyerahkan kartu namanya dengan sopan.
"terima kasih paman, tidak usah terlalu sungkan seperti itu paman, lain kali santai saja bila kita bertemu lagi!" pinta feri sambil menerima kartu nama tersebut.
lagi-lagi manager Darin jadi salah tingkah mendengar ucapan feri, ia pun hanya mengangguk tanda mengerti.
setelah mobil tuan Said meninggalkan hotel tersebut, barulah manager Darin masuk.
__ADS_1
"benar-benar pemuda yang sopan!" gumam manager Darin dalam hati, dan sedikit menggeleng kan kepala nya karena hampir tidak percaya dengan sifat sopan santun feri.
"apakah kau ingin melihat hotel kita yang satunya?" tanya tuan Said santai.
"saya rasa tidak usah tuan, mungkin sore ini kami akan kembali ke Jakarta pusat!" sahut feri dengan sopan.
"di Jakarta pusat kita juga punya 3 hotel, nanti akan ku kirim nomor kontak manager masing-masing hotel!" ucap tuan Said tegas.
feri hanya mengangguk setuju.
"berarti untuk kantor pusat semuanya di grand garden sentral ya tuan?" tanya feri penasaran.
"iya fer.. karena disana adalah bisnis pertama yang di buka ayahmu, dari itulah aku tidak ingin memindah kantor pusat bisnis kita ini!" jawab tuan Said dengan yakin.
"oh iya tuan, mungkin sewaktu-waktu saya ingin sedikit belajar tentang bisnis perhotelan ini, mohon arahan dan bimbingan dari tuan nanti nya!" pinta feri sambil tersenyum malu.
"ha.. ha.. kapan pun kau mau, akan kita atur semuanya!" jawab tuan Said tersenyum.
tak berapa lama mereka pun tiba di gedung grand garden sentral.
beberapa rombongan perguruan terlihat mulai bersiap untuk meninggalkan gedung tersebut, karena memang hari ini adalah hari terakhir.
Ketika tuan Said dan feri turun dari mobil.
"feri..!" suara yang tidak asing memanggil feri.
"eeh.. kak Jedi, kapan kita berangkat?" tanya feri tegas.
"kata ayah sih jam 3 sore!" jawab Jedi dengan santai.
"kakak ada melihat master Hardi ya?" tanya feri sambil melihat-lihat sekitarnya.
"kalau tidak salah ia tadi ke cafe bersama master Rudi, katanya mau makan siang sih!" jawab Jedi sedikit kurang yakin.
__ADS_1
"tuan Said, terima kasih atas semua bantuan anda, lain kali kita ngobrol lagi, saya permisi mau ke cafe dulu, sekali lagi terima kasih dan maaf sudah merepotkan anda!" feri berkata dengan penuh hormat.
"iya sama-sama, kalau kau perlu bantuan jangan sungkan untuk menghubungi ku!" sahut tuan Said tersenyum.