Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Akan tinggal bersama ku.


__ADS_3

kelvin hanya tertunduk mendengar peringatan tegas dari feri sambil memegangi perutnya yang sakit akibat tendangan keras feri.


"dan bang Dayat.. aku minta maaf karena telah melampiaskan kekesalanku pada kalian, dan ku harap 50 persen uang muka tadi cukup untuk kalian mengobati diri!" ucap feri dengan tegas.


"terima kasih atas kebaikan dan kemurahan mu feri, kami pamit dulu!" sahut bang Dayat dengan tulus.


bang Dayat pun meminta anak buah nya yang tersisa untuk membantu teman mereka yang masih terkapar pingsan dan cedera agar secepatnya meninggalkan tempat tersebut.


kelvin dan teman-temannya pun segera masuk ke mobil mereka dan meninggalkan tempat itu.


"siapa lelaki tadi kak?, saya tidak bisa terima dengan penghinaan nya, dan kalau pun mau belajar untuk mengikuti seleksi saya harap jangan dengan nya!" ucap feri dengan sedikit kesal.


"dia kapten Norman, salah seorang anggota kepolisian yang terbaik di Jakarta ini!" jawab master Herman dengan pasti.


"saya kurang istirahat dan masih lelah karena merawat uwak saya di rumah sakit, jadi tidak bisa mengontrol emosi saya tadi, maafkan saya kak!" ucap feri dengan sopan.


"kami bisa memaklumi nya fer, itu biasa karena kau masih sangat muda, dan maksud kamu uwak, itu yang mana fer?" tanya master Herman penasaran.


"uwak Faridah itu adalah kakak kandung ayahku, tanpa sengaja Surya menolong nya, dan dia pun mengenali kalung keluarga yang ku miliki ini!" sahut feri bersemangat sambil mengeluarkan kalung dari balik bajunya.


"berarti seorang kerabat mu telah kau temukan, bagus lah kalau begitu, selamat ya fer!" ucap master Herman dengan tersenyum senang.


"iya kak.. terima kasih!" jawab feri dengan tersenyum ramah.


"ini sudah hampir siang, bagaimana kalau kita makan siang bersama?" ajak master Herman bersemangat.


"ide bagus kak, ayo lah!" sahut feri singkat sambil tersenyum.


mereka pun segera masuk ke mobil masing-masing dan meninggalkan tempat itu.


dan setelah mereka selesai makan siang.


"kak Herman.. sampai kan permintaan maaf saya pada ayah Law, mungkin setelah ini saya akan langsung ke rumah sakit menggantikan Surya, besok pagi baru saya akan belajar lagi untuk persiapan seleksi!" ucap feri dengan sopan dan tulus.


"iya fer, nanti akan ku sampaikan, dan aku yakin beliau pasti bisa memaklumi kondisi mu tadi, dan salam untuk uwak mu, semoga cepat sembuh!" sahut master Herman pasti sambil tersenyum.

__ADS_1


"terima kasih kak, nanti akan saya sampaikan salam kakak untuk uwak!" ucap feri tegas sambil berdiri.


dan setelah berpamitan feri pun melangkah meninggalkan master Herman yang masih bersantai sambil menikmati secangkir kopi.


belum lagi feri masuk ke mobil, tiba-tiba nada panggilan berdering dari hpnya, setelah mengambil hp dan masuk ke mobil, barulah feri melihat layar hpnya, dan ternyata panggilan dari Surya.


"halo Sur.. ada apa?" sapa feri sambil menghidupkan mesin mobil nya.


"begini bang, tadi seorang perawat memberitahukan, bahwa uwak Faridah bisa segera keluar dari rumah sakit ini, karena dari hasil pemeriksaan dokter siang ini tadi, keadaan beliau sudah sangat baik, dan karena banyak pasien yang akan di rawat inap, jadi bagi pasien yang di nilai telah membaik, di sarankan agar bisa segera pulang, untuk memberi peluang fasilitas kamar bagi pasien yang baru!" ucap feri dengan serius.


"baiklah kalau begitu.. aku segera kesana, dan nanti aku akan langsung mengurus biaya administrasi nya, jadi kalian bisa bersiap-siap di kamar!" sahut feri bersemangat.


"oke bang.. kami tunggu di kamar ya bang!" ucap Surya pasti dan mematikan panggilan tersebut.


dan tak berapa lama feri telah sampai di rumah sakit, dan segera mengurus biaya administrasi dan menyelesaikan nya.


setelah semuanya selesai, feri pun segera ke kamar VIP itu untuk menjemput uwak Faridah dan Surya.


setelah feri melaporkan bahwa uwak Faridah akan keluar, dia pun memasuki kamar VIP tersebut bersama seorang perawat laki-laki yang membawakan kursi roda untuk membawa uwak Faridah ke parkiran mobil nya.


dan setelah uwak Faridah masuk ke mobil feri.


"iya bang.. tapi mungkin saya akan langsung kursus dulu aja ya bang, jadi abang duluan aja!" sahut Surya serius.


"baiklah Sur!" ucap feri tersenyum sambil masuk ke mobil.


dan mobil pun mulai meninggalkan lokasi rumah sakit tersebut.


"feri..!" panggil uwak Faridah sedikit ragu dari kursi belakang.


"iya wak, ada apa?" sahut feri dengan sopan.


"uwak nggak tahu harus pulang kemana!" ucap uwak Faridah dengan sedih.


"maksud uwak?" tanya feri penasaran.

__ADS_1


"rumah ku telah di ambil anak buah fadil pamanmu!" jawab uwak Faridah dengan terisak-isak menangis.


"mulai sekarang uwak akan tinggal bersama ku, jadi uwak tidak akan sendirian lagi!" sahut feri pasti.


uwak Faridah tersenyum saat mendengar ucapan feri.


"memang nya kamu sudah punya rumah ya fer?" tanya uwak Faridah bersemangat.


"iya wak.. selain saya dan Surya juga ada miko sekeluarga yang akan menjaga uwak nanti!" sahut feri santai dengan tersenyum ramah.


"Miko?, sekeluarga?, siapa dia?" tanya uwak Faridah sedikit terkejut.


"Miko itu penjaga rumah saya wak, jadi biar dia bisa fokus istri dan seorang anaknya akan ada bersama kita, dan juga untuk membantu ekonomi keluarga nya wak!" jawab feri pasti.


"kebaikan mu benar-benar seperti ayahmu, yang mau membantu dan berbuat baik kepada siapapun, walaupun itu bukan kerabatnya!" ucap uwak Faridah dengan tersenyum seperti mengingatnya.


feri hanya tersenyum melihat tatapan kagum uwak Faridah padanya.


dan saat telah memasuki rumahnya.


"waah.. rumah kamu bagus, besar lagi!" puji uwak Faridah terkagum kagum.


mobil pun berhenti di depan teras.


"mas Miko.. tolong bawakan barang-barang di bagasi belakang ya!" pinta feri dengan sopan.


dengan tersenyum tanpa menjawab, Miko pun langsung membuka bagasi dan membawa masuk barang-barang tadi.


"hati-hati wak!" ucap feri dengan penuh perhatian saat membantu uwak nya keluar dari mobil dan memasuki rumah tersebut sambil menggandeng tangan uwak Faridah dengan penuh kasih sayang.


uwak Faridah menatap kagum saat berada di ruang tamu yang cukup luas.


"aku mau duduk di sofa saja dulu!" pinta uwak Faridah dengan tersenyum.


feri hanya menuntun uwak Faridah dengan tersenyum kecil.

__ADS_1


setelah uwak Faridah duduk, feri pun segera duduk di sebelah uwak Faridah.


"kamar uwak Faridah di sebelah sana nanti, biar dekat dengan kamar saya, dan juga ruang makan, biarlah Surya pindah ke lantai atas, atau di kamar tamu nantinya!" ucap feri dengan sopan sambil tersenyum bahagia karena telah bertemu dan akan tinggal dengan kerabat terdekat nya.


__ADS_2