
feri yang sedari tadi terus di hina dan di remehkan, menanggapi ucapan mereka dengan santai dan sesekali tersenyum memprovokasi.
melihat feri yang tetap tenang walaupun sudah di hina terus menerus membuat firman sedikit emosi, apalagi ia juga tersenyum mendengar hinaan mereka.
"hei.. ku tanya lagi apa maksud mu bertanya merk mobil kami tadi?" tanya firman sedikit membentak.
"ya cuma untuk perbandingan saja, kalau nanti aku mau beli mobil juga!" sahut feri santai.
"paling hanya dalam mimpi kamu bisa beli mobil, ha.. ha.. ha..! sahut Rolando sinis dan tertawa mengejek bersama teman-teman nya.
"bagaimana kalau aku bisa beli mobil? dengan merk yang lebih bagus dan mahal?" tanya feri pasti dengan maksud memprovokasi.
"apa?? bisa beli mobil, ha.. ha.., kalau kau bisa beli mobil sekarang juga dengan merk bagus dan harga yang lebih mahal, maka aku kasih kan mobil ku itu sebagai hadiah cuma-cuma, tapi kalau kau nggak bisa beli, pinta ku cuma 1 yaitu jauhi Rita!" sahut Rolando dengan yakin dan bersemangat.
"oke.. mobil ku juga akan ku berikan padamu kalau kau bisa membeli mobil sekarang, tapi kalau kau bohong, selain jauhi Rita aku mau kau juga menyerahkan motor mu ini kepada ku!" tantang firman dengan semangat.
"baik.. ku turuti persyaratan kalian, dan kalian yang lain jadi saksi nya!" ucap feri dengan tersenyum.
"mobil apa yang kalian anggap lebih bagus dan lebih mahal dari pada punya kalian?" tantang feri dengan tegas.
Rolando dan firman serta 2 orang laki-laki teman mereka nampak berbisik-bisik mencari kesepakatan.
"feri ngapain kamu ladeni orang-orang sombong seperti mereka?, ayo kita pergi aja, sebelum terlambat!" ucap Rita dengan gugup.
"tenang aja, kamu lihat dan nikmati saja pertunjukan ini!" sahut feri dengan tersenyum halus.
"oke feri.. yang terdekat dari sini hanya dealer Mitsubishi, karena ini sudah sore lebih baik kita langsung saja kesana!" pinta Rolando dengan tegas.
"baik.. silakan!" Jawab feri singkat dan meminta mereka berjalan di depan.
"jangan kabur ya!" ucap firman sinis sambil melangkah di bagian depan bersamaan dengan teman-teman nya.
tak berapa lama berjalan kaki, mereka pun langsung memasuki dealer tersebut.
ketika mereka masuk nampak seorang sales wanita cantik berjalan mendekat.
__ADS_1
"Rolando, firman tumben kesini?, apa ada yang bisa ku bantu?" sapa wanita cantik tersebut dengan akrab, dan di bajunya bertuliskan nama Desi.
"gini des, teman kami ini bermaksud ingin membeli mobil Pajero, tolong kamu kasih tau dia berapa harganya!" ucap Rolando dengan tersenyum mengejek.
Desi menatap feri sejenak, karena memperhatikan pakaian yang di kenakan feri yang bermerk, tapi hanya dari merk produksi papan tengah, bukan merk luar negeri yang mahal.
"disini pajero ada 2 jenis mas, ada pajero yang biasa dan ada juga pajero sport, untuk harga mobil pajero biasa saat ini yaitu 535 juta rupiah, sedang kan untuk pajero sport seharga 610 juta rupiah, nah kira-kira mas mau yang mana?" tanya Desi dengan ramah.
"saya mau pajero sport!" sahut feri dengan pasti dan tegas.
semua yang mendengar ucapan feri yang tegas terkejut, Rolando, firman, dan 2 orang teman mereka, bertatapan sambil melotot tak percaya, sedang kan Rita nampak pucat dan semakin gelisah.
"oke pajero ya mas, untuk pembayaran nya anda mau cash atau kredit?" tanya Desi dengan tersenyum.
ketika feri akan menjawab.
"dia bayar dengan cash, tidak ada istilah kredit!" sahut firman menyela.
"baiklah.. untuk proses pembayaran dan administrasi nya silakan menuju kasir, mari mas silakan!" pinta Desi dengan tersenyum ramah.
"firman.. bagaimana kalau dia benar-benar bisa membeli mobil tersebut?" tanya Rolando dengan gugup dan mulai gelisah.
"kita lihat saja nanti, aku masih yakin dia tidak punya uang untuk membeli mobil tersebut!" jawab firman dengan ragu.
"ayo kita susul kesana, biar jelas!" ajak Rolando penasaran.
mereka pun melangkah bersama menuju kasir.
"selamat sore mas.. permisi, untuk pembayaran pembelian 1 unit mobil pajero sport ini, mas nya mau tunai atau gesek?" tanya seorang wanita yang berkaca mata di meja kasir.
"ini mbak gesek aja!" Jawab feri singkat sambil menyerahkan sebuah kartu ATM.
Rolando, firman semakin pucat dengan keringat yang keluar dari dahi mereka.
"maaf mas.. saldo anda di kartu ini tidak mencukupi untuk melakukan pembayaran!" ucap sang kasir pasti sambil mengembalikan kartu ATM pada feri.
__ADS_1
Rolando, firman tersenyum bersama dan saling menatap, rona wajah mereka menjadi berseri kembali.
"heii.. kamu mau mempermainkan kami ya?, kalau nggak bisa beli, nggak usah belagu di hadapan Rita!" ucap salah seorang teman Rolando dengan gaya menghina.
mendengar ucapan itu feri hanya menggelengkan kepalanya sambil mengambil kartu ATM yang lain dari dalam dompet nya.
"coba yang ini!" pinta feri pasti sambil menyerahkan kartu ATM yang lain.
karena sudah merasa yakin bahwa feri tidak akan mampu membayar, seperti percobaan pertama tadi, mereka menyaksikan nya dengan tatapan menghina.
tak lama kemudian, sang kasir menyerahkan kembali kartu ATM tadi pada feri.
"untuk pembayaran pembelian 1 unit mobil pajero sport telah berhasil, boleh pinjam KTP anda?" ucap sang kasir dan meminta kartu identitas feri.
Rolando langsung terduduk lemas di lantai mendengar ucapan kasir tadi, sedang kan firman pucat dengan tatapan kosong dan terlihat menyesal.
Rita tersenyum bahagia dengan wajah yang berseri-seri sambil mengelus dada nya merasa lega mendengar hal tersebut.
"silakan anda tunggu sebentar!" ucap sang kasir dengan ramah.
feri berbalik menatap Rolando dan firman yang sama-sama tertegun menyaksikan kejadian itu.
feri melangkah mendekati Rolando yang terduduk lemas di lantai.
"siapa kau sebenarnya?" tanya Rolando pelan.
"aku hanya seorang pemuda biasa dari kampung, tapi aku paling tidak senang dengan orang yang suka menghina dan merendahkan orang lain, dan sekarang aku hanya minta kau menepati janji mu!" ucap feri dengan serius.
Rolando hanya diam tertunduk tak berani menatap wajah feri, firman perlahan mendekati.
"feri.. bisakah kau maafkan kami dan melupakan kejadian tadi, anggap saja tidak pernah terjadi!" pinta firman menghiba dengan kedua tangan bertangkup di depan dada.
melihat firman berkata seperti itu, Rolando bangun dan ikut memohon pada feri.
"fer.. kami benar-benar menyesal telah merendahkan mu, tolong maafkan kesalahan kami, mobil itu hadiah ulang tahun dari kakak ku, kalau terjadi hal ini aku tidak tau harus menjawab apa!" ucap Rolando pasrah dengan wajah pucat penuh penyesalan.
__ADS_1
semua orang yang berada di dealer itu menatap dengan penuh keheranan, karena tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.