
setelah penjaga tersebut memberikan jalan, feri tersenyum ramah padanya, dan mendekati meja master Law dan master Chun, serta 3 orang master yang belum feri kenal.
seluruh para master yang berada disana menatap feri dengan tatapan penasaran dan heran, apalagi master Roy yang sore tadi berjumpa dengan nya.
pertanyaan di benak mereka mungkin sama, karena selain para penjaga hanya para master yang bisa berada di tempat khusus tersebut.
kekuatan aura dari 3 master yang berada semeja dengan master Law dan master Chun sangat besar di rasakan feri, ia pun tersenyum sopan pada ketiga master tersebut.
"ayah mencari saya?" tanya feri dengan sedikit berbisik di antara kursi master Law dan master Chun.
"duduk lah disini, makan malam bersama kami!" pinta master Law sambil menepuk kursi di sebelah nya yang masih kosong.
"maaf ayah!.. untuk menghindari omongan dari para master yang lain, mungkin biar lah saya makan di meja yg biasa saja, maaf ayah.. kalau saya lancang!" jawab feri dengan sopan.
master Law mengamati sekitarnya, dan memang benar yang dikatakan feri, hampir semua master memperhatikan feri.
"baiklah nak.. tapi setelah acara nanti aku ingin memperkenalkan diri mu pada 3 master utama yang lain!" ucap master Law dengan serius.
"baik ayah!, terima kasih atas kebijaksanaan nya!" sahut feri sopan dan beranjak dari tempat tersebut.
sebelum pergi feri menunduk hormat pada para master yang berada di meja tadi, dan juga tersenyum ramah pada para master di meja yang lain.
master Roy nampak sangat penasaran, apalagi feri dan dia sempat bertemu pandang sejenak.
feri terus berjalan ke arah penjaga, bersamaan dengan para pelayan sedang menyajikan hidangan makan malam untuk semua tamu di ruangan tersebut.
Julio yang sedang mengamati para tamu, melihat feri yang berjalan ke arahnya.
"tuan mu..
"sssstt.. biasa saja!" sela feri ketika Julio akan menyapanya.
"ee..apa yang bisa saya bantu...ee.. mas?" Julio bertanya dengan ragu karena belum mengetahui nama feri.
"feri paman!" sahut feri memperkenalkan diri.
"iya.. mas feri!" sambut Julio dengan tersenyum kecil.
"ada meja yang kosong nggak paman?" tanya feri sopan.
__ADS_1
"ada mas.. di pojokan kanan!" jawab Julio tegas.
"oke.. terima kasih paman!" feri berkata dan langsung menuju meja yang di tunjukkan Julio.
meja yang kosong tersebut memang paling pojok jadi memudahkan feri untuk melihat suasana disana tanpa ada yang memperhatikan nya.
feri nampak memperhatikan seluruh tamu, ingin mencari keberadaan Jedi dan Jordi, setelah beberapa saat menyusuri pandangan, ia mendapati mereka sedang duduk bersama 4 orang lainnya, dan sedang menyantap makan malam mereka.
"permisi tuan.. mau pesan apa?" seorang pelayan pria menyodorkan menu makanan dan minuman dengan sopan.
setelah beberapa saat.
"saya pesan nasi goreng spesial ayam krispi, dan es jeruk!" sahut feri.
pelayan tadi pun segera pergi untuk menyiapkan pesanan feri.
"apa kabar feri.. boleh aku duduk?" master Roy berkata sambil tersenyum.
"silakan master.. silakan!" sahut feri dengan sopan.
"maaf feri! kalau boleh aku tau bagaimana kau bisa kenal dengan master Law dan master Chun?" tanya master Roy serius.
"permisi tuan.. ini pesanan anda, silakan di nikmati!" pelayan laki-laki tadi mengantarkan pesanan makanan feri tadi.
"terima kasih!" ucap feri pelan.
"master Roy.. anda sudah makan?" tanya feri sambil mengambil sendok dan garpu.
"sudah.. oke feri.. lain waktu kita ngobrol lagi, silakan nikmati makan malam mu!" master Roy berkata sambil berdiri, kemudian berjalan kembali ke tempat para master berada.
ketika feri sedang menikmati makanan nya, musik merdu yang tadi menemani para tamu mendadak berhenti, dan di atas panggung nampak 2 wanita cantik yang sudah feri kenal, mereka adalah Rita dan Ratna.
rupanya mereka berdua adalah host untuk acara ini.
mereka berdua memang sudah mahir dalam membawakan acara, mereka saling mengisi dan mendukung agar suasana acara tidak monoton, selain cantik mereka juga mengenal para master yang berada di ruangan tersebut.
acara demi acara terus berjalan sesuai rencana, dan sebelum acara ini di tutup, mereka berdua memanggil 5 orang pimpinan master yang terkenal di Jakarta untuk memimpin acara pengundian pertarungan dari beberapa perguruan dan geng yang sudah mendaftar di acara tersebut.
terlihat suasana di ruangan mulai tegang, karena ini adalah saat yang mendebarkan bagi semua peserta yang mewakili perguruan dan geng yang ikut berpartisipasi disini.
__ADS_1
master Law mengambil mikrofon.
"hadirin yang berbahagia.. untuk acara pertarungan yang akan di laksanakan setelah pertemuan besok, atau di mulai sore hari jam 16.00 menurut jadwal yang telah di susun panitia, total peserta yang akan mewakili perguruan dan geng masing-masing, berjumlah 16 peserta yang terdiri dari 12 perguruan beladiri, dan 4 dari anggota geng yang berada di seluruh pelosok Jakarta, baiklah untuk menghemat waktu, maka pengundian akan segera kita mulai, silakan di putar bola-bola nya!".
Rita dan Ratna bertugas untuk memutar tabung transparan yang berisi 16 peserta, dan mereka menyiapkan 8 kotak, yang akan di isi 2 bola untuk 1 kotak, yang otomatis akan mempertemukan 2 peserta untuk bertarung.
setelah tabung transparan berhenti berputar, kelima pimpinan master mengambil bola-bola tersebut dan memasukkan nya ke dalam kotak, setelah semua kotak terisi 2 bola semuanya, suasana menjadi semakin tegang, karena semua berharap bisa mendapatkan lawan yang mudah terlebih dahulu.
"baiklah.. kini saatnya kita membuka bola-bola pada setiap kotak, para master silakan berada pada 4 kotak pertama!" ucap master Law tegas.
Rita mendekat kan mikrofon pada master Chun yang akan membaca isi kotak pertama.
"perguruan satria Nusantara vs geng motor" ucap master Chun.
beberapa teriakan semangat terdengar dari kedua perwakilan yang di sebutkan.
"perguruan tapak suci vs perguruan macan kumbang". ucap master kedua.
terdengar lagi teriakan dari meja yang lain.
"perguruan kera sakti vs geng tengkorak hitam" ucap master ketiga.
Jordi dan Jedi tampak berteriak semangat.
"geng bayangan hitam vs geng Spartan" ucap master keempat.
nampak 2 geng yang bersebelahan mejanya saling tunjuk dan mulai memprovokasi satu sama lainnya.
Rita dan Ratna mengambil kotak yang sudah kosong dan mengganti kotak yang masih berisi.
"perguruan elang hitam vs perguruan braja musti" ucap master Chun tegas.
"perguruan taekwondo vs perguruan jaga baya" ucap master kedua.
"perguruan pencak silat bambu kuning vs perguruan yudo" ucap master ketiga.
teriakan dari perwakilan yudo sangat keras, tidak seperti teriakan sebelumnya.
"dan yang terakhir, perguruan karate do vs perguruan sinar sejati" ucap master keempat.
__ADS_1
dan di sambut tepuk tangan yang meriah dari seluruh peserta, karena telah mengetahui lawan masing-masing pada babak penyisihan ini.