Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Anda masih punya utang.


__ADS_3

setelah Jaleha tak terlihat lagi, feri dan Surya pun menaiki motor mereka dan mulai berjalan.


"cari apotek, biar kita belikan dulu obatnya ibu Jaleha!" pinta feri dengan pasti.


saat motor yang di kemudikan Surya berjalan mencari apotek, feri mengirim pesan wa pada master Law, bahwa dia akan lambat ke rumah nya karena ada urusan sebentar.


setelah mendapat obat yang tertulis di resep tersebut, mereka pun membeli buah-buahan terlebih dahulu untuk di bawa ke rumah Jaleha.


Surya nampak bersemangat untuk menuju rumah Jaleha.


dan ketika mereka sampai di sebuah rumah yang sederhana tapi lumayan besar, suara teriakan Jaleha terdengar jelas.


feri dan Surya bergegas masuk, dan di ruang tamu yang berantakan nampak 3 orang lelaki berbadan besar sedang menatap dan berbicara kasar pada seorang lelaki paruh baya yang terluka dan tergeletak di lantai sedang di peluk Jaleha.


"kalau kalian tidak bisa melunasi dalam waktu 3 hari maka rumah ini kami sita, dan kalian harus pergi dari sini!" bentak salah seorang lelaki yang berada dekat di depan Jaleha dan lelaki yang terjatuh tersebut.


mendengar suara dan melihat sosok lelaki di depan itu feri seperti mengenali nya.


"basit.. iya benar, si penagih utang yang bekerja untuk lintah darat!" gumam feri dengan yakin dalam hati nya.


"basit..! panggil feri dengan lantang.


mendengar teriakan dari dekat pintu masuk ketiga orang tersebut berbalik, dan menatap tajam pada feri dan surya.


"feerii..!" ucap Basit terkejut dengan mata melotot tak percaya.


"dasar penagih utang dan lintah darat, tidak adakah kerjaan lain yang anda bisa?" tanya feri dengan tegas.


basit melangkah maju dengan ragu, tapi karena ada 2 orang teman yang bersamanya ia memberanikan diri.


"kau tidak punya hak untuk mengatur ku bocah!" sahut Basit dengan percaya diri.


"Surya.. bantu Jaleha!" pinta feri dengan tegas.


Surya pun segera melangkah dan menatap tajam pada ketiga orang yang di lewati nya tersebut.

__ADS_1


"memang nya berapa utang mereka?, jadi sampai kalian akan mengambil rumah ini!" tanya feri dengan tatapan dingin.


"ha.. ha.. ha.. dia berutang 200 juta, dan telah menunggak selama 2 bulan, bulan pertama kami menyita toko mereka karena tidak bisa melunasi nya, dan kalau ini mereka tidak bisa melunasi nya maka rumah ini yang akan kami sita!" sahut basit dengan pasti dan tersenyum sinis.


feri sedikit menggelengkan kepalanya.


"berapa jumlah semuanya agar toko mereka bisa kembali?" tanya feri pasti dengan tatapan tajam.


"sebentar.. aku tanya tuan Bahar terlebih dulu!" sahut Basit santai sambil mengambil hp dari saku celananya.


"tuan Bahar meminta bayaran 350 juta untuk semuanya!" ucap Basit serius dengan mengangkat alisnya pada feri.


surya, Jaleha, dan ayahnya terbelalak mendengar jumlah tersebut.


"baiklah.. aku akan bayar!" sahut feri santai dan mengambil hpnya.


"aku akan transfer pembayaran nya, ke rekening tuan Bahar yang dulu!" ucap feri sambil membuka aplikasi BCA mobile nya.


Basit dan 2 orang temannya nampak tersenyum puas.


"kau memang pemuda yang dermawan feri, ha.. ha.. ha..!" ucap basit pasti dan tertawa bersama kedua rekannya.


"nanti siang akan kami kembalikan surat kepemilikan toko nya!" ucap salah seorang rekan Basit dengan semeringah.


dan mereka bertiga pun melangkah akan keluar dari rumah tersebut, tapi tiba-tiba feri menghadang Basit.


"saya ingin bertanya, apa yang anda lakukan apabila orang yang anda tagih tersebut tidak mau bayar hutang?" tanya feri serius memprovokasi.


"kami akan memberinya pelajaran dengan pukulan kami!" sahut rekan Basit pasti.


"ooh begitu?, anda masih punya utang yang anda tidak mau bayar beberapa hari yang lalu!, apa anda ingat?" ucap feri dengan tegas serta tatapan mata yang dingin.


mendengar ucapan feri itu, jelas saja Basit mengerti apa yang di maksud kan feri, ekspresi wajah nya berubah, yang tadi nya gembira menjadi sangat suram.


"kau ibarat kan itu utang hah!, kalau aku tidak mau bayar kau mau apa?" tanya Basit dengan lantang sambil memberi kode bersiap pada 2 rekannya.

__ADS_1


"ku pastikan anda akan menyesal, sesuai apa yang di jawab teman anda tadi bila tidak mau bayar utang, dan karena anda sendiri yang berjanji waktu itu, bukan aku yang minta, semua terserah anda?" sahut feri dengan tegas sambil sedikit berbisik tapi semuanya masih bisa mendengar nya.


mata Basit melotot mendengar ancaman feri, dan ia segera bersiap untuk menyerang mendadak tanpa sepengetahuan feri.


"hiyaat..!" Basit menyerang dengan pukulan ke arah dagu, feri mundur 2 langkah untuk mengatur kuda-kuda nya.


"anda menggunakan cara licik, kali ini aku tidak akan mengampuni mu!" ucap feri geram dengan tatapan tajam.


Basit tersenyum sinis, 2 orang rekannya pun bersiap untuk menyerang, dengan menggunakan pisau.


"ayo serang.. hiyaaaa!" 2 orang rekan Basit menyerang bersamaan, sementara Basit menyusul dari baris kedua.


dengan perlahan feri mengajak mereka bertarung di luar rumah agar bisa lebih leluasa, tak berapa lama mereka bertarung di luar, feri menjatuhkan salah seorang rekan Basit dengan tendangan setengah ke bagian perut, setelah sebelumnya berhasil membuang pisau yang ada di tangan nya untuk menyerang tadi.


melihat temannya terkapar mengerang kesakitan, seorang nya lagi terus menyerang membabi buta, karena gayanya yang tak beraturan, dengan sekali tinju ke bagian rahang membuat seorang rekannya yang tersisa jatuh pingsan, karena keras nya pukulan tersebut.


Basit yang melihat rekan-rekan nya sudah jatuh ke tanah, karena di lumpuhkan feri berniat untuk melarikan diri, tapi tiba-tiba.


"sheet.. aaarghh! sebuah pisau milik rekan Basit tadi menancap cukup dalam di bagian paha kanan basit, dan diiringi suara erangan kesakitan yang panjang.


Basit hanya Bisa menjauh dengan menyeret kaki kanannya yang terkena lemparan pisau dari feri, dan mulai mengeluarkan banyak darah.


beberapa orang tetangga yang sedari tadi menyaksikan kejadian itu hanya diam tak berani ikut campur karena di daerah sekitar tersebut Basit termasuk orang yang di segani, baik sebagai penagih utang juga sebagai preman yang kejam.


feri meraih kerah baju bagian belakang Basit dengan keras, membuat langkah Basit yang hanya mengandalkan kaki kiri terhenti.


"anda sudah ku peringatkan, jadi jangan lagi ada kata menyesal atau minta ampun!" ucap feri geram sambil mengarahkan wajah Basit menghadap pada nya.


"feri.. aku menyesal, tolong lepaskan aku, tolong lah!" pinta Basit penuh harap sambil berusaha memegang kedua kaki feri untuk bersujud.


"terlambat.., prakk.. aaarghh!" sahut feri singkat, lalu menginjak keras kaki kiri Basit pada bagian luar dan terdengar suara tulang kaki yang patah, dan erangan kesakitan yang terdengar sangat memilukan dari Basit.


"itu hanya peringatan kecil karena anda masih saja membuat ulah, kalau anda masih berbuat lagi maka akan lebih parah lagi!" ancam feri dengan kejam dan tatapan yang dingin.


kedua rekan Basit yang mulai sadar bergidik ngeri mendengar ancaman dari feri.

__ADS_1


__ADS_2