Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Bersiap Mengikuti seleksi.


__ADS_3

kedua rekan Basit tak berani menatap feri saat ia melewati mereka untuk menuju ke dalam rumah.


mereka pun memapah Basit dan membawa nya untuk di obati.


saat berada di dalam rumah, nampak Jaleha sedang mengompres luka ayahnya, dan Surya yang sedang sibuk merapikan barang-barang yang berserakan.


"bagaimana keadaan anda paman?" sapa feri dengan sopan.


"cuma luka ringan, nggak apa-apa!" sahut ayah Jaleha sedikit meringis saat kompres luka di letakkan lagi di bagian pelipis nya yang berdarah.


"ini bang feri yah, kakak angkat Surya dan sudah beberapa bulan tinggal bersama Surya!" ucap Jaleha pasti memperkenalkan pada ayahnya.


"aku Roji ayah nya Jaleha!" ucap ayah Jaleha memperkenalkan diri pada feri.


"terima kasih atas bantuan nya nak feri, secepatnya akan aku usahakan untuk membayarnya padamu!" ucapnya melanjutkan dengan semangat.


"nggak usah di pikirkan dulu paman, yang penting paman bisa berusaha lagi, karena toko akan di kembalikan tuan Bahar!" sahut feri dengan pasti dan sopan.


feri melihat-lihat sekitar dan tidak menemui obat-obatan ibunya Jaleha, serta buah yang mereka beli tadi.


"Sur.. obat sama buah tadi belum kamu bawa ya?" tanya feri dengan serius.


"astaga.. aku lupa bang, bentar ku ambilkan!" sahut Surya paham, dan langsung melangkah keluar untuk mengambil nya di motor.


tak lama kemudian Surya kembali ke ruang tamu tersebut, dan menyerahkan nya pada Jaleha.


"maaf ya nak, jadi menyusahkan kalian!" ucap pak Roji dengan tatapan yang menyesalinya.


"sudah lah paman, memang seharusnya kita harus saling menolong!" sahut feri dengan tersenyum kecil.


setelah melihat keadaan ibu Jaleha yang sedikit mengkhawatirkan, karena tidak bisa meminum obat secara rutin pasca operasi, feri memberikan uang kepada pak Roji agar secepatnya di bawa ke rumah sakit untuk di periksa lebih lanjut.

__ADS_1


"bawalah bibi ke rumah sakit terlebih dahulu paman, agar bisa di periksa kesehatan nya, jika perlu bantuan lagi, jangan sungkan untuk menghubungi kami!" pinta feri serius dengan penuh perhatian.


"baiklah nak, kami akan segera membawanya, sekali lagi terima kasih!" sahut pak Roji dengan terharu.


feri mengangguk dengan tersenyum menyemangati pak Roji.


"saya permisi dulu paman ada sesuatu yang harus saya selesaikan!" pamit feri dengan sopan.


kemudian ia berdiri dan melangkah keluar, diikuti Surya dan Jaleha untuk mengantar sampai ke depan rumah.


"Surya, kamu disini saja dulu, biar bantu Jaleha dan ayahnya untuk membawa ibunya ke rumah sakit, biar aku sendiri saja ke rumah ayah Law!" pinta feri dengan serius.


"baiklah lah bang, ini kunci motor!" sahut Surya tegas.


setelah berpamitan pada jaleha feri berjalan menuju motor dan mengajak Surya bersamanya sebentar.


"kau pegang dulu ini, untuk jaga-jaga!" ucap feri serius sambil menyerahkan segepok uang pada Surya.


tangan Surya gemetar melihat uang sebanyak itu, karena selama ini ia belum pernah memegang uang sebanyak itu.


setelah sampai di halaman rumah master Law, feri melihat ayah angkatnya tersebut sedang duduk dan mengobrol di teras rumah bersama master Herman.


dan saat menghampiri mereka.


"salam hormat ayah, kak Herman!" sapa feri sopan dengan menjabat tangan kedua master tersebut.


"sudah jadi orang sibuk sekarang kamu ya?" tanya master Law tegas dengan sedikit mencubit pipi feri bercanda.


menanggapi hal itu feri hanya tersenyum malu-malu.


"maaf yah, tadi ada urusan sedikit!" sahut feri ramah duduk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"begini feri, seminggu lagi seleksi akan di laksanakan selama 3 hari, dan untuk masalah teknik bela diri aku tidak meragukan lagi kemampuan mu, tapi ada beberapa hal yang harus kamu pelajari juga untuk menjadi seorang pengawal khusus!" ucap master Law serius.


"apa saja itu yah? tanya feri dengan tatapan penasaran.


"seorang pengawal khusus paling tidak mengerti beberapa bahasa, salah satunya bahasa Inggris, karena bahasa Inggris adalah bahasa internasional, dan juga bahasa Arab karena yang akan kau kawal nanti adalah seorang pangeran dari arab dan masih banyak bahasa yang lainnya, apa kau sudah bisa bahasa Inggris atau bahasa Arab?" tanya master Law tegas setelah menjelaskan tadi.


"kalau bahasa Inggris dan bahasa Arab saya lumayan yah, walaupun tidak terlalu pasih, itu juga karena saat saya SMA mengambil jurusan bahasa!" sahut feri dengan yakin.


mendengar jawaban tersebut master Law dan master Herman tersenyum bangga.


"kemudian kamu harus belajar juga cara mengoperasikan komputer atau laptop, apa kau juga sudah bisa?" master Law bertanya lagi.


"itu kekurangan saya yah, karena belajar komputer cuma di sekolah, terus yang namanya di desa fasilitas juga terbatas, jangankan mau beli laptop, beli hp aja kami nggak sanggup!" sahut feri dengan sedikit tersenyum mengenang masa-masa di desa.


"bagaimana dengan senjata api?, apa kau pernah belajar menggunakan nya?" tanya master Law lagi dengan serius.


"belum pernah pegang, apalagi belajar yah!" sahut feri dengan sedikit berat.


master Law dan master Herman sedikit mencibir mendengar jawaban tersebut.


"kami hanya ingin kau melakukan persiapan mengikuti seleksi ini feri!" ucap master Herman dengan pasti.


"tapi dalam waktu hanya tinggal seminggu lagi apakah saya bisa menguasai semuanya yah?" tanya feri dengan pesimis.


"aku sudah mencari orang-orang pilihan sebagai guru yang terbaik untuk mengajarkan mu semuanya, dan dengan bakat serta kecerdasan mu aku yakin kau bisa menguasai nya, minimal kau sudah banyak tahu apa yang akan di ajarkan mereka nanti!" sahut master Law tegas dan yakin.


"baik yah, saya akan berusaha sekuat mungkin!" jawab feri dengan tersenyum bersemangat.


master Law dan master Herman ikut tersenyum melihat semangat feri.


"oh iya fer, bagaimana urusan mu malam tadi dengan keluarga Bernard?" tanya master Herman serius dengan penasaran.

__ADS_1


"berkat informasi dari kakak semuanya berjalan sesuai rencana, awalnya tuan besar Edwin membayar 5 iblis Pasundan, saya sempat bertarung dengan 2 orang iblis tersebut, dan seperti yang kakak katakan kemaren, mereka memang salah satu kelompok yang terkuat dari beberapa kemungkinan yang kakak katakan, nah, saat saya sedang bertarung, ada 2 orang iblis yang mengenali gerakan kuda-kuda saya, bahkan pernah bertemu dengan master Azuro Nakamura ayah angkat saya, dan akhirnya mereka membatalkan perjanjian dan akan mengembalikan uang bayaran mereka, karena rupanya ayah angkat dan master Permadi guru mereka menjalin hubungan sebagai saudara angkat kak!" ucap feri bercerita dengan tegas dan bersemangat.


"lalu saya bertarung dengan anaknya tuan besar Edwin Elson namanya, sebelum bertarung ia mengajak saya membuat kesepakatan, kalau saya kalah maka kepemilikan toko di mall itu harus saya kembalikan, tapi kalau dia yang kalah, maka rumah kediaman keluarga Bernard itu akan menjadi milik saya, walaupun saya menang tapi saya belum mengambil rumah tersebut!" sambung feri menceritakan dengan singkat.


__ADS_2