Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Aku tuli, kalian buta.


__ADS_3

dengan suasana semakin padatnya kota Jakarta pada sore hari, feri akhirnya sampai di mall Mentari setelah beberapa kali terjebak macet.


ia melangkah dengan gagah masuk ke dalam mall, feri menghentikan langkahnya sejenak dari kejauhan ia memperhatikan toko Diana kosmetik yang berada tepat di samping toko Maya collection miliknya.


toko kosmetik tersebut cukup ramai dengan pelanggan yang silih berganti memasuki toko tersebut.


"masalah apa yang menyebabkan toko itu akan di jual ya?, ku perhatikan toko itu lumayan ramai!" gumam feri dalam hati.


setelah beberapa lama memperhatikan toko tersebut, tiba-tiba hpnya berdering tanda panggilan masuk, setelah melihat Rita yang menelpon, feri pun segera menerima panggilan tersebut.


"halo Rita.. bagaimana keadaan disana?" sapa feri dengan lembut.


"atas rahmat Tuhan operasi bang Ruslan berjalan dengan lancar, walaupun memakan waktu kira-kira 8 jam lebih, dan sekarang bang Ruslan sudah berada di ruangan pemulihan cuma dia belum sadar aja!" sahut Rita dengan sedikit berat.


"maaf ya.. aku baru bisa ngasih kamu kabar, soalnya badan ku agak lemes, mungkin karena kecapean dan cuaca disini yang sangat berbeda dengan kita di Indonesia!" ucap rita lagi dengan ramah.


"ia nggak apa-apa, kamu jaga kesehatan disana, jangan telat makan dan jangan lupa minum vitamin biar nggak gampang sakit!" pinta feri dengan penuh perhatian.


"oh iya mas, ayah tadi titip salam dan terima kasih padamu atas bantuan yang telah mas lakukan!" ucap Rita tegas dengan sedikit bersemangat.


"iya.. salam balik juga untuk beliau dan semua keluarga yang ada disana!" sahut feri dengan tersenyum ramah.


"udah dulu ya mas, aku mau mandi dulu, i love you say!" ucap Rita mesra dengan suara yang lembut.


"i love you to!" jawab feri pelan, dan panggilan pun di matikan.


setelah tersenyum beberapa saat karena baru saja di telpon pacarnya, feri melangkah menuju tokonya.


saat masuk feri langsung menuju meja kasir.


"tuan muda feri.. selamat sore!" ucap seorang gadis yang cukup manis yang bertugas di meja kasir dengan tersenyum ramah.

__ADS_1


"sore juga.. tuan Richard ada?" tanya feri santai setelah balik menyapa nya.


"sebentar tuan saya panggil kan!" jawab gadis karyawan yang bernama miftah, karena ada tanda pengenal di atas meja kasir.


"nggak usah miftah, biar aku yang langsung ke ruangan nya!" sanggah feri tegas.


"kalau begitu biar saya antar tuan muda!" ucap miftah pasti, sambil berdiri dan memimpin berjalan di depan.


beberapa karyawan yang melihat miftah berjalan untuk mengantarkan feri nampak saling berbisik, karena sebagian dari mereka belum mengetahui identitas feri yang sebenarnya.


saat berada di lorong menuju ruangan, ternyata tuan Richard keluar dari ruangan nya.


"tuan Richard.. ada tuan muda feri mencari anda!" ucap miftah lantang tetapi sopan.


"ooh feri.. kamu sudah datang ya! miftah kamu bisa kembali ke mejamu!" pinta tuan Richard tegas setelah menyambut kedatangan feri dengan berjabat tangan.


"baik tuan, saya permisi tuan muda!" ucap miftah sopan.


"iya.. terima kasih! jawab feri ramah.


"boleh sekarang, tapi di restoran yang dulu saja, karena saya belum sempat makan siang, tadi cuma makan makanan ringan!" ucap feri dengan tersenyum malu.


"baiklah, kalau begitu anda ke restoran saja terlebih dahulu, nanti aku dan tuan Dika menyusul!" pinta tuan Richard pasti.


"baiklah.. saya duluan tuan!" ucap feri dengan tersenyum ramah, kemudian ia pun berjalan keluar dari toko dan menuju restoran.


sore itu suasana mall benar-benar ramai, dan feri sedikit kesulitan mencari tempat duduk di restoran tersebut, para karyawan nampak sibuk dalam pekerjaan mereka masing-masing.


dan setelah beberapa saat, feri melihat sebuah meja kecil dengan 4 kursi yang kosong agak di pojokan, dan seperti itu memang tempat favorit feri.


setelah duduk, feri segera memberikan kode pada salah seorang karyawan yang kebetulan lewat, dan setelah feri memesan makanan dan minuman nya, karyawan itupun langsung melangkah pergi untuk melayani pesanan pelanggan yang terlebih dahulu datang.

__ADS_1


sambil menunggu makanan dan minuman yang di pesan nya tadi, feri mengambil hp dan mulai menonton video dari aplikasi di hpnya, dan feri melihat 2 pasang muda-mudi menunjuk ke arah nya, dan mereka pun mulai melangkah menuju meja feri, akan tetapi feri berpura-pura tidak melihat kedatangan mereka.


dan setelah berada di dekat meja feri, salah seorang pemuda yang menggunakan kaos biru dengan celana bermerk Levi's, menarik kursi di sebelah kiri feri, dan menaikkan kakinya ke atas kursi tersebut dengan gaya sombong.


"hei bro.. kami mau meja ini, jadi menyingkir lah!" bentak pemuda tadi dengan angkuhnya.


feri hanya menatap tajam sekilas, lalu kembali melihat layar hpnya.


"hei.. kamu tuli ya, kami berempat mau duduk disini, jadi carilah tempat lain!" bentak pemuda lagi dengan menggebrak meja.


beberapa pelanggan yang berada di dekat mereka nampak memperhatikan kejadian itu, dan mulai merasa gelisah, karena takut akan terjadi perkelahian.


"kalau aku tuli, maka kalian buta karena tidak bisa lihat kalau aku lebih dulu berada disini!" sahut feri tegas sambil menatap tajam.


"ooh.. kau berani melawan ya?, haah!" bentak pemuda tadi dengan mencengkeram bagian leher baju feri.


"kau belum tau berhadapan dengan siapa ya?" tanya pemuda tadi sambil menarik leher feri agar mendekatkan ke wajahnya.


feri masih tetap diam dan duduk dengan santai walaupun di perlakukan seperti itu.


"kayaknya dia memang tuli deh Vin, atau dia jadi bisu karena takut sama kamu Vin, ha.. ha.. ha..!" ucap seorang gadis cantik yang tadi bersama kelvin.


"aku lagi santai tidak ingin berkelahi dan juga aku sedang menunggu seseorang, jadi lepaskan baju ku!" ucap feri dengan tegas.


"aku akan melepaskan mu, asal kau pergi dari meja ini!" ancam kelvin dengan menarik kerah baju feri semakin keras.


feri menatap tajam pada kelvin, dan dari kejauhan seorang lelaki berbaju kemeja putih seperti pelayan restoran tersebut nampak tergesa-gesa mendatangi meja mereka.


"tuan muda.. tolong anda jangan mengganggu pelanggan, di sebelah sana ada meja yang kosong, silakan anda disana saja tuan muda!" pinta pelayan tadi dengan sopan.


"hei paman sehan.. kau berani memerintah ku ya?, kau itu hanya kepala pelayan jadi urus saja anak buah mu!" bentak Kelvin kasar pada sehan sang kepala pelayan.

__ADS_1


feri memperhatikan kedua orang tersebut, dan dari pembicaraan mereka ia yakin bahwa Kelvin ini mempunyai hubungan dengan restoran ini.


"maaf tuan muda, saya hanya menjalankan perintah tuan besar, agar anda menghormati pelanggan, demi menjaga nama baik restoran kita.


__ADS_2