Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Suasana kekeluargaan


__ADS_3

Selain mereka bertiga yang bekerja di bagian gudang, ada lagi 4 orang karyawan lain yang bekerja di toko utama, selain Cang Ahlun dan Cang Juki.


1 orang kasir wanita bernama Mita berumur 26 tahun keponakan dari Cang Ahlun sendiri, 1 wanita lagi bernama Lia berumur 21 tahun bertugas melayani pelanggan yang berbelanja. 1 orang lelaki bernama Ali berumur 22 tahun yang juga bertugas melayani pelanggan, dan 1 orang wanita lagi bernama Widya berumur 24 tahun, yang tugasnya mengoplos cat, dan menghitung persediaan barang.


Tidak terasa sudah 10 hari ini Feri bekerja, ia pun terus datang dan bekerja seperti hari-hari biasanya, karena sudah lebih seminggu tapi Cang Ahlun belum memberikan kepastian pada Feri, apakah ia terus untuk di angkat menjadi karyawan di toko ini.


sebelum toko tutup pada jam 16.00 sore, Cang Juki memanggil karyawan secara bergiliran masuk ke ruangan Cang Ahlun.


menurut Salim sistem pembayaran gaji disini di bayar setiap 10 hari.


Wawan karyawan keenam yang di panggil, setelah berjalan keluar dari ruangan Cang Ahlun dengan senyuman yang bahagia.


"feri!" panggilan Cang Juki, menghentikan pekerjaan feri yang sedang menyusun karung yang berisi paku.


"iya Cang?" tanya Feri ketika telah berdiri di hadapan Juki.


"temui Cang Ahlun di dalam!" jawab Juki.


"tok.. tok.." feri mengetuk pintu ruangan tersebut.


"masuk..!" terdengar jawaban Cang Ahlun dari dalam.


"permisi Cang" ucap feri setelah membuka pintu.


"duduk!" perintah Cang Ahlun dengan singkat.


setelah feri duduk Cang Ahlun menyerahkan sebuah amplop ke hadapan feri.


"ini pembayaran gaji lho selama 10 hari, gue ame Juki sepakat menerima lho tetap kerje disini, lho masih mau kan?"


"Masih Cang.. masih!" feri menjawab dengan pasti.

__ADS_1


"bagus deh.." ujar Cang Ahlun.


"saya pamit ya Cang... terimakasih!" dengan sopan feri undur diri dari hadapan Cang Ahlun.


ketika akan menutup pintu dari luar ruangan, feri bertemu Cang Juki yang mau masuk.


"terimakasih Cang Juki atas kepercayaan encang pada saya!" ucapan feri yang tulus, membuat Juki tersenyum, menganggukan kepala nya tanda ia menerima ucapan feri.


feri berjalan mendekati kedua teman kerjanya dengan senyuman yang lebar.


belum lama mereka mengobrol, nampak 4 orang karyawan lain mendekat ke arah mereka.


"hei.. malam nanti kalian ke rumah ku ya, aku undang kalian semua agar hadir di acara ulang tahun sekalian syukuran Kaka ku yang telah menyelesaikan studi S2 nya!" Mita menyampaikan undangan tersebut secara langsung.


Salim, Wawan dan feri menjawab dengan serentak "okee.."


"Salim, Wawan kalian ajak juga keluarga kalian!"


"dan kamu feri, ajak juga temanmu Surya untuk hadir malam nanti" ucap Mita dengan tatapan mata mengarah pada Feri.


"iya.." jawab ketiga nya lagi dengan serentak.


semua tertawa terbahak-bahak karena bisa-bisanya mereka menjawab dengan serentak lagi.


Ketika feri dan karyawan lain keluar dari toko tersebut untuk pulang, nampak terlihat sesosok yang sangat feri kenal sedang duduk di pot tanaman tepi jalan raya, ia pun segera menghampiri sosok tersebut.


"hei Sur.. ayo kita pulang!" suara feri mengagetkan Surya, ia pun tersenyum berdiri dan mereka pun mulai melangkah menuju rumah.


jam 18.00 feri dan Surya sudah bersiap untuk berangkat ke acara ulang tahun dan syukuran kaka Mita, mereka memakai pakaian terbaik yang mereka punya, walaupun masih terlihat bahwa pakaian keduanya tidak bermerk terkenal.


setelah turun dari angkot mereka berdua berjalan masuk ke daerah perumahan yang cukup elit, melihat dari bangunan rumah yang ada, bisa di pastikan para penghuni di daerah ini kelas menengah ke atas.

__ADS_1


tidak jauh mereka memasuki perumahan itu, terlihat sebuah rumah yang cukup besar dan mewah, nampak banyak nya mobil dan motor yang terparkir di sekitar rumah tersebut.


"pasti itu tempat nya!" ia berujar dengan penuh kepastian.


feri hanya tersenyum mendengarnya.


setelah semakin dekat, terlihat banyak nya orang yang hadir pada acara ini, semua nampak mengobrol dan tertawa bersama dengan di iringi instrumen musik yang merdu.


rata-rata pakaian yang di kenakan mereka adalah pakaian yang bermerk terkenal, hanya sedikit orang yang memakai pakaian sederhana, termasuk mereka berdua.


ketika berjalan masuk di antara para tamu yang ada, terlihat Cang Ahlun yang duduk sedang ngobrol bersama beberapa orang di sebuah meja berbentuk bulat.


ketika Cang Ahlun menatap kehadiran salah seorang anak buahnya di antara tamu yang lain, feri tersenyum dan menundukkan sedikit kepalanya, menyapa hormat pada boss nya tersebut.


"feri... di sini.!!" suara seseorang memanggil.


feri dan Surya memperhatikan seluruh tempat, dan terlihat seorang gadis cantik berada di meja panjang yang besar melambaikan tangannya.


feri menepuk pundak Surya agar mengikuti nya.


saat sudah dekat terlihat semua karyawan toko sumber cahaya sudah berada disana, termasuk keluarga Salim dan Wawan yang juga ikut serta.


setelah bersalaman dan berkenalan dengan keluarga Salim dan Wawan, mereka pun langsung bergabung duduk dengan mengelilingi meja panjang tersebut.


Sambil menunggu acara di mulai, mereka pun mengobrol dan sekali-kali tertawa penuh kebersamaan, Surya yang memang penuh percaya diri pun tanpa sungkan ikut nyerocos dengan beberapa cerita lucu nya.


walaupun feri dan Surya baru kenal dengan karyawan yang lain tapi mereka bisa merasakan suasana penuh kekeluargaan, keakraban tanpa membeda-bedakan status mereka.


"tes.. tes.." terdengar suara seorang wanita sedang mencoba mikrofon.


suasana menjadi hening sejenak karena seluruh pandangan orang-orang yang hadir tertuju pada gadis cantik yang mempesona itu.

__ADS_1


acara ini seperti akan di mulai.


__ADS_2