Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Harta kekayaan.


__ADS_3

setelah di persilakan masuk, terlihat seorang lelaki kira-kira berusia 50 tahun lebih berdiri menyambut kehadiran mereka.


"oh.. para master silakan, silakan duduk!" ucap tuan Said Harly dengan senyuman yang ramah.


semuanya pun duduk di kursi sofa yang mengelilingi sebuah meja besar yang terdapat makanan ringan dan buah-buahan yang tertata rapi.


2 orang pelayan wanita yang cantik bersiap untuk menyajikan secangkir teh untuk mereka semua.


"tuan Said lama tak berjumpa, bagaimana kabar anda?" ucap master Law dengan santai dan tersenyum membuka pembicaraan.


"seperti yang master lihat sekarang, saya baik-baik saja!" jawab tuan Said dengan sopan.


"langsung saja tuan.. bagaimana tentang lahan untuk lokasi pemakaman massal besok?" tanya master Law serius.


"untuk lahan pemakaman massal saya sudah siap kan master, bahkan saya sudah perintahkan anak buah saya untuk menyiapkan lubang besar yang di gali menggunakan excavator, dan menurut laporan semuanya sudah siap!" jawab tuan Said dengan tegas.


"bahkan saya juga sudah menyiapkan 6 truk untuk mengangkut semua jenazah!" lanjut tuan Said dengan jelas.


"terima kasih atas bantuan nya.. mohon maaf karena sudah merepotkan anda!" ucap master Law dengan sedikit menunduk hormat.


"master Law..tidak usah sungkan seperti itu, kan kita adalah teman lama!" sahut tuan Said tersenyum.


"silakan.. sambil makan dan minum, kita santai saja, ha..ha..! pinta tuan Said dengan ramah.


setelah menikmati teh dan beberapa makanan ringan serta buah.

__ADS_1


"karena masalah pemakaman sudah di siapkan sepenuhnya, maka kami akan mohon diri dulu!"


pinta master Law dengan santai.


"waah.. kenapa harus cepat-cepat master, kita masih bisa ngobrol dulu!" sahut tuan Said tersenyum.


"masih ada beberapa hal yang harus kami urus, dan feri kamu bertahanlah sebentar disini, ada beberapa hal yang akan di bicarakan tuan Said berdua dengan mu!" master Law berkata sambil menepuk pundak feri.


feri pun hanya diam merasa bingung dengan permintaan master Law.


"mari tuan Said.. kami permisi.. terima kasih atas semuanya!" ucap master Law sambil berdiri.


"feri temani tuan Said ngobrol sebentar!" pinta master Law melanjutkan pada feri.


"baik yah!" jawab feri dengan sedikit ragu.


"apakah kau feri? anak master Azuro Nakamura?" tanya tuan Said dengan ramah.


"iya.. saya feri tuan.. tapi saya cuma anak angkat!" sahut feri dengan tatapan bingung.


"beberapa waktu yang lalu master Law sudah mengabari ku tentang keberadaan mu, jadi inilah saatnya untuk memberitahukan sesuatu yang sangat penting!" ucap tuan Said dengan tegas.


"maaf tuan.. saya belum paham apa yang tuan bicarakan?" sahut feri dengan alis berkerut karena bingung.


"perlu kau ketahui feri.. grand garden sentral ini adalah milik master Azuro, dan juga ada beberapa hotel yang terletak di beberapa daerah!" ucap tuan Said dengan jelas.

__ADS_1


"terus apa hubungannya dengan saya tuan?" tanya feri bingung.


tuan Said menarik napas dalam-dalam sejenak.


"aku adalah sekretaris pribadi tuan Azuro dulunya, sebelum beliau meninggalkan semuanya, aku di percaya untuk menangani dan mengurus bisnis ini, walau pun beliau tidak pernah berpesan kapan akan kembali? atau harus menyerahkan semua kekayaan beliau pada siapa?, dan selama ini aku selalu menyisihkan keuntungan dari semua bisnis yang di titipkan beliau padaku, master Law dan master Chun meminta padaku untuk menyerahkan semua kekayaan milik master Azuro pada mu!" tuan Said berkata dengan tegas.


"tapi tuan.. saya hanyalah anak angkat master Azuro, bukan saya yang berhak untuk menerima nya!" sahut feri dengan tegas.


"master Law dan master Chun telah meyakinkan ku bahwa suatu saat nanti kau akan memberikan harta kekayaan master Azuro tersebut pada anak kandung nya, yang tidak kami ketahui kapan?, dan dimana dia berada?, hanya kau lah harapan kami satu-satunya, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan!" pinta tuan Said dengan penuh harap.


feri menghela nafas panjang, berpikir sejenak.


"begini saja tuan, saya hanya bersedia untuk menerima hasil keuntungan yang anda sisihkan saja, sedang kan untuk kepemilikannya saya rasa itu adalah hak dari anak kandung master Azuro, dan untuk sementara saya harap tuan masih bersedia, agar melanjutkan untuk mengurus semua bisnis beliau, sampai waktu nya nanti Akenta Nakamura sendirilah yang akan menerima nya!" sahut feri dengan sedikit berat hati.


"bagaimana kalau seandainya anak kandung master Azuro tidak akan pernah kesini untuk menerima nya?" tanya tuan Said serius.


"saya yang akan memastikannya bahwa Akenta Nakamura anak kandung dari master Azuro Nakamura akan kemari untuk menerima nya!" jawab feri dengan yakin.


tuan Said berpikir sesaat.


"baiklah feri.. kalau itu rencana mu!" sahut tuan Said pasrah.


"besok kita bersama-sama ke bank BCA, untuk membuka rekening mu dan memindahkan uang keuntungan bisnis yang telah ku simpan selama 22 tahun!" pinta tuan Said dengan jelas.


"baik tuan.. saya akan mengikuti semua petunjuk dari tuan!" sahut feri dengan sopan.

__ADS_1


"oke feri.. besok setelah acara pemakaman massal selesai, kita berangkat bersama!" pinta tuan Said dengan semangat.


__ADS_2