Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Toko ini milik ku.


__ADS_3

Surya hanya terdiam gelisah menghadapi masalah ini.


"jangan kan cuma 9 atau 10 steel pakaian, toko ini pun kalau memang mau di jual bisa saya beli!" ucap feri dengan tatapan tajam karena sudah tidak terima dengan penghinaan tadi.


"haaaah.. apa?? membeli toko ini.. ha.. ha.. ha..


yang benar saja?, ha.. ha..!" sahut nona Maya dengan wajah tak percaya dengan tertawa terbahak-bahak.


Mira pun ikut tertawa mendengar ucapan feri yang terdengar sombong.


"rupanya ada yang bermimpi di siang bolong nona, ha.. ha.. ha..!" Mira pun menimpali perkataan feri dengan tertawa geli.


"maaf nona, lebih baik kita cepat menyelesaikan masalah ini, dengan meminta mereka membayar pakaian yang sudah mereka pilih!" ucap tuan Richard dengan sopan, karena merasa apa yang nona Maya dan Mira katakan sudah terlalu kelewatan.


"aku juga ingin cepat menyelesaikannya, tapi rupanya orang miskin seperti mereka juga bisa sombong, ha.. ha.. ha..!" sahut nona Maya dengan masih tertawa mengejek.


"bagaimana kalau saya benar-benar mampu membeli toko ini?" ucap feri serius dengan tatapan dingin.


mereka yang mendengar ucapan tersebut merasa berpikir kalau feri lagi membual.


"hei pemuda miskin yang lagi bermimpi.. papah ku membeli blok toko di mall ini sebesar 20 milyar dan mendesain nya saja menghabiskan 30 milyar, dan kalau di total kan omset semua barang yang ada di toko ini semua mencapai 400 sampai 500 milyar, dan kurasa untuk membeli tokonya saja kau tidak akan mampu walau bekerja 20 tahun!" ucap nona Maya dengan pasti dan tersenyum kecut.


feri diam dan berpikir sejenak.


"ku rasa tidak ada ruginya kalau ku beli saja toko ini, anggap saja memulai untuk membuka bisnis!" gumam feri dalam hati nya, dan meminta Surya dengan berbisik agar merekam video semua yang akan terjadi.


"ku beli 600 milyar bagaimana?" sahut feri singkat.


nona Maya menggeleng tak percaya mendengar ucapan feri.


"kalau benar-benar kau bisa membelinya sekarang juga, bayar saja 500 milyar ku beri bonus 100 milyar dari tawaran mu tadi!" nona Maya berkata dengan pasti, karena merasa yakin bahwa feri tidak akan mampu membayar uang sebanyak itu.

__ADS_1


"deal.. kau yang memberi harga segitu, dan kalian semua menjadi saksinya, dan tuan Richard saya minta tolong agar anda membuat kan surat jual beli secara resmi yang akan kami tanda tangani, setelah surat itu ada baru saya akan melakukan transfer pembayaran nya!" ucap feri dengan bersemangat.


tuan Richard nampak keluar untuk melakukan apa yang di minta feri, dan tak berapa lama ia pun kembali.


"ini suratnya, silakan anda cek!" pinta tuan Richard sopan dengan menyerahkan pada feri selembar kertas surat.


setelah selesai membacanya, feri menyerahkan nya pada nona Maya untuk memeriksa nya.


"saya minta nomor rekening anda nona!" pinta feri tegas setelah melihat nona Maya selesai memeriksa surat tadi.


nona Maya mengambil hp nya untuk memperlihatkan nomor rekening nya dengan tersenyum kecil, karena masih merasa kalau feri tidak akan mungkin mempunyai uang sebanyak itu.


dan ketika akan memperlihatkan nomor rekening nya pada layar hp.


"apa yang ku dapatkan sebagai kompensasi kalau kau tidak mampu membeli toko ini?" ucap nona Maya dengan pasti.


"saya dan Surya bersedia bekerja disini selama 10 tahun tanpa nona gaji, bagaimana?" jawab feri dengan santai.


"nona tidak perlu khawatir, karena semua ini telah di rekam dan itu bisa menjadi bukti kesepakatan kita!" sahut feri pasti dan melihat ke arah Surya yang sedang melakukan rekaman video.


"saya lakukan transfer pembayaran, dan anda lakukan tanda tangan!" pinta feri dengan semangat dan kembali menyerahkan hp nona Maya setelah mengetik nomor rekening dan nominal jumlah transfer pembayaran.


setelah feri menekan tanda oke untuk melakukan transfer pembayaran, tak lama kemudian nada notifikasi terdengar dari hp nona Maya.


semua yang ada di ruangan tersebut nampak gugup mendengar nada notifikasi tersebut.


"silakan tanda tangan nona, saya telah melakukan transfer pembayaran ke rekening nona, yang berarti toko ini milik ku sekarang!" ucap feri dengan tersenyum kecil.


"tidak.. tidak mungkin, siapa kau sebenarnya?" ucap nona Maya tidak yakin dan menggelengkan kepalanya.


"apakah dia benar-benar mampu membeli toko ini nona?" tanya Mira melotot tak percaya.

__ADS_1


"kau sudah tau jawabannya untuk apa tanya lagi!" bentak nona Maya dengan keras pada Mira.


"silakan nona.. !" pinta feri dengan senyuman tipis.


"kau sengaja menipu ku kan?, iyakan?" tanya nona Maya dengan histeris.


"semua yang ada disini juga tau, anda dan Mira yang terus menghina dan menyudutkan kami, dan jangan anda lupa nona semua kejadian ini masih terekam dengan jelas, jadi silakan tanda tangan sesuai kesepakatan kita!" ucap feri dengan santai.


"nona Maya.. saya hanya mengingatkan, anda telah menyepakati jual beli tadi, kalau anda mengingkari nya, saya khawatir mereka akan melaporkan ke pihak yang berwajib, karena mereka mempunyai bukti yang kuat, dan itu akan membuat masalah tambah rumit lagi, juga bisa membuat malu nama besar keluarga anda!" ucap tuan Richard dengan berbisik sopan memberi saran.


mata nona Maya nampak berkaca-kaca, dan menarik napas dalam-dalam, memikirkan apa yang di katakan tuan Richard tadi.


"baiklah, aku akan tanda tangan!" nona Maya berkata sambil meraih pulpen di mejanya.


semua yang menyaksikan nya masih belum mempercayai sepenuhnya, karena nona Maya dan feri hanya bertemu kurang dari 1 jam, tapi kini toko pakaian milik nona Maya menjadi milik feri.


"terima kasih nona, atas kesepakatannya!" ucap feri tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"kau boleh merasa menang hari ini, tapi jangan kau lupa aku salah seorang anak dari keluarga besar Bernard, keluarga ku tak mungkin melepaskan mu!" ancam nona Maya dengan kesal tanpa menerima jabat tangan dari feri.


feri menarik uluran tangannya yang hanya menjabat angin dengan tersenyum kecil.


"aku sudah biasa jadi orang miskin nona, jadi kalau keluarga mu membuat aku miskin lagi, itu sama saja seperti aku pulang kampung, tapi hati-hatilah dengan orang yang terlihat miskin, jangan pernah menganggap remeh bahkan menghina mereka, itulah kesalahan dari mu nona Maya!" ucap feri dengan penuh penekanan.


"cuiih..hentikan ceramah mu pemuda licik!" sahut nona Maya dengan kasar sambil meraih tasnya dan keluar dari ruangan tersebut.


Mira yang melihat boss yang mendukung nya keluar, berniat untuk meninggalkan ruangan itu juga.


"tunggu!" ucap tuan Richard dengan tegas.


Mira pun kembali membalikkan badannya dengan wajah pucat dan tersenyum kecut.

__ADS_1


__ADS_2