Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Pelampiasan kekesalan.


__ADS_3

feri agak tergesa-gesa meninggalkan rumah sakit tersebut, karena telah hampir jam 8, dan karena arus lalu lintas yang cukup ramai jam 8 lebih feri baru sampai di rumah master Law.


saat memasuki halaman dan memarkir mobilnya, feri melihat 3 orang lelaki telah duduk di teras rumah tersebut.


2 orang yang duduk tersebut adalah master Law dan master Herman yang sudah feri kenal, sedang kan seorang lagi nampak berbadan tinggi besar dengan rambut cepak seperti seorang anggota kepolisian atau tentara.


"feri kenapa kau terlambat?" tanya master Law serius dengan lantang.


dan saat feri mendekat akan menjawab.


"seorang pemuda pemalas seperti kamu yang tidak disiplin mana bisa menjadi anggota pengawal khusus!" ucap lelaki tinggi besar tadi dengan sinis.


mendengar ucapan nya feri mendekati sambil menatap tajam.


"maaf ayah, keterlambatan saya karena saya harus mengurus salah seorang kerabat dekat saya yang sakit di rumah sakit!"


"dan anda.. perlu anda ketahui, bahwa bukan saya yang ingin menjadi anggota pengawalan khusus, kalau bukan ayah Law yang meminta, maka saya pun tidak sudi menjadi anggota tersebut, dan kalau anda katakan saya tidak bisa, maka sekarang juga saya tidak akan mengikuti seleksi nya!" jawab feri lantang dengan tatapan mata yang tajam.


"dasar pemuda tidak tau sopan santun!" hardik lelaki tadi sambil menatap sinis pada feri.


"kondisi saya sedang lelah dan kurang istirahat, jadi anda jangan memancing dengan menghina saya!" ucap feri tegas dengan mata melotot dan berbalik badan melangkah kembali ke mobil nya.


"feri.. feri..! teriak master Herman dengan lantang.


"maaf ayah.. kakak.. saya mengundurkan diri dari seleksi tersebut, maaf telah mengecewakan kalian!" sahut feri tegas saat telah berada di samping pintu mobilnya.


master Law nampak berjalan tergesa-gesa dan diikuti master Herman mendekati mobil feri.


"feri dengarkan aku..!" ucap master Law tegas.


"maaf ayah saya mau istirahat dulu, karena masih banyak urusan yang lebih penting dari pada seleksi itu!" sahut feri pasti dengan muka yang memerah karena menahan amarahnya.


dan mobilnya pun segera berjalan meninggalkan halaman rumah master Law tersebut.

__ADS_1


dalam perjalanan itu feri tidak habis pikir dengan lelaki berbadan tinggi besar tadi.


"baru pertama bertemu sudah mau ikut campur urusan orang lain!" gumam feri sendiri sambil memukul setir mobil nya karena masih kesal.


terdengar beberapa nada pesan wa masuk ke hpnya, karena lagi mengemudi jadi feri hanya membiarkan nya saja.


dan saat berada di lampu merah, secara tidak sengaja feri melihat dan bertatapan dengan kelvin si tuan muda sombong anak pemilik restoran di mall Mentari menaiki mobil Innova rebound hitam bersama 4 orang temannya.


melihat tatapan tajam dari kelvin, feri hanya santai tanpa ekspresi.


terlihat kelvin menunjuk dan menghardik feri, tapi karena volume musik di mobil feri cukup keras jadi ia tidak menghiraukan nya.


dan saat lampu hijau mobil kelvin sengaja melambat agar bisa mengikuti mobil feri.


"apa maunya si tuan muda sombong ini?" gumam feri sendiri karena melihat mobil kelvin dengan sengaja membuntuti mobil feri.


awalnya feri hanya membiarkan hal tersebut, tapi lama kelamaan feri mulai kesal.


"seperti nya mereka ingin mencari masalah lagi, bagus lah.. biarlah mereka yang ku jadikan pelampiasan kekesalan ku!" gumam feri kesal sambil melihat di spion tengah mobil mereka yang terus-menerus membuntuti.


dan seperti nya mereka masuk jebakan feri, karena saat jalanan yang di lalui sepi, kelvin langsung menyalip dan menghadang mobil feri.


feri terlihat tetap tenang saat melihat kelima orang tersebut keluar dari mobil, dan salah seorang dari mereka nampak masih menelpon.


awalnya mereka sedikit berdiskusi sejenak, dan beberapa saat, kelvin dan 2 orang temannya melangkah mendekati mobil feri, dan mengarah ke bagian pintu mobil feri.


feri menurunkan kaca jendela mobilnya.


"lewat mana kau kemaren sehingga tidak ku temui kau di parkiran mall?" tanya kelvin lantang dengan tatapan sinis.


feri merasa bahwa kelvin dan yang lainnya sengaja mengulur waktu, seperti ada yang di tunggu.


"kemaren aku pulang dari parkiran bawah mall, emang kamu nunggu aku ya?" sahut feri tegas dengan pura-pura sedikit terkejut.

__ADS_1


"kau telah mencari masalah kemaren, jadi hari ini aku akan memberikan mu pelajaran!" ucap kelvin dengan tatapan tajam.


"seingat ku kaulah yang mencari masalah, dengan ingin mengusir ku dari meja makan yang telah ku tempati terlebih dahulu!" sahut feri dengan santai.


"hei bro.. restoran itu milikku jadi aku yang berkuasa!" kelvin berkata dengan sedikit menaikkan suaranya.


"biasanya dimana-mana, pelanggan itu adalah raja, jadi seharusnya kau lah yang memberikan pelayanan yang baik kepada ku!" sahut feri tegas sambil mengangguk kan kepala nya.


mendengar ucapan feri wajah kelvin makin memerah karena marah.


dan apa yang di duga feri ternyata benar, terlihat 5 buah mobil van berwarna hitam datang dan mengepung mobil feri.


"kini kau rasakan akibatnya karena berani melawan dan menyakiti pergelangan tangan ku kemaren, ha.. ha.. ha..!" ucap kelvin lantang dengan pasti, saat melihat orang-orang bayaran nya datang.


dari 5 mobil van tersebut nampak sejumlah orang keluar dari mobil itu dengan berpakaian serba hitam, dan langsung mengepung mobil feri.


"maaf tuan muda kami agak terlambat!" ucap seorang lelaki tinggi berbadan besar berkepala plontos kira-kira berusia 40 tahunan dengan pakaian serba hitam.


feri menghitung semua orang tersebut berjumlah 45 orang.


"baiklah kalau begitu.. ku jadikan saja kalian semua pelampiasan kekesalan ku ini!" gumam feri yakin sambil menatap tajam, dan langsung keluar dari mobil.


"ini pemuda yang berani melawan kemauan ku kemaren!" ucap kelvin tegas saat melihat feri keluar dari mobil nya.


"hai anak muda.. namaku Dayat, dan biasanya sebelum aku menghajar seseorang aku harus mengetahui nama orang tersebut!" ucap bang Dayat dengan tatapan dingin.


"saya feri.. dan saya peringatkan terlebih dahulu agar paman dan anak buah paman juga, agar jangan ikut campur dalam urusan ku dengan kelvin!" ucap feri dengan tersenyum sinis berniat memprovokasi mereka.


"ha.. ha.. ha.. feri, rupanya kau cukup berani juga ya!" sahut bang Dayat dengan tertawa meremehkan feri.


"dengar feri.. aku akan bekerja pada orang yang berani membayar ku, ha.. ha.. ha..!" ucap bang Dayat pasti sambil tertawa.


feri menganggukkan kepalanya dengan tersenyum kecil.

__ADS_1


"mmm.. kalau boleh saya tahu, berapa bayaran yang anda minta agar mau bekerja untuk ku?" tanya feri dengan pasti.


kelvin dan teman-temannya menatap feri dengan mata melotot menjadi mereka semakin marah.


__ADS_2