Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Konsentrasi.


__ADS_3

setelah pamit feri pun melangkah sendirian dari jalan samping rumah master Chun, dan ketika mendekati motornya di samping pos penjaga.


"tuan muda feri ini kunci motornya!" seorang penjaga berkata dengan hormat.


"panggil aku feri saja, karena aku cuma anak angkat, jadi bukan tuan muda!" sahut feri tersenyum halus.


"mmm" jawab penjaga tersebut mengerti.


feri pun membuka hpnya dan kembali mengaktifkan aplikasi google map, karena masih belum terlalu menghapal jalan untuk pulang.


dengan di pandu aplikasi tersebut feri sampai di rumah dengan cepat.


"baru pulang ya bang?" ucap Surya setelah pintu terbuka.


"eh iya Sur, kamu belum tidur?" feri balik bertanya.


"baru masuk kamar, ku dengar suara motor abang!" jawab Surya lugas.


"ayo.. istirahat!" ajak feri pada Surya.


dan mereka pun masuk ke kamar masing-masing untuk segera beristirahat.


pagi harinya ketika mereka sedang sarapan, hp feri berbunyi, setelah di lihat ternyata master Herman yang menelpon.


"halo.. iya kak?" tanya feri setelah menerima panggilan tersebut.


"aku tunggu kalian berdua di depan toko sumber cahaya!" sahut master Herman tanpa basa-basi.


"iya kak, sebentar lagi kami kesana!" jawab singkat feri dan mematikan panggilan.


"ada apa bang?" tanya Surya menyelidik.


"kita di tunggu master Herman di toko bangunan, ayo cepat biar kita berangkat!" jawab feri tegas.


keduanya pun menyelesaikan sarapan dengan cepat, dan segera berangkat.


tak berapa lama mereka tiba di depan toko, dan terlihat sebuah mobil Mercedes Benz milik master Herman terparkir.


setelah memarkir motor di tempat parkir karyawan, keduanya pun kembali menghampiri mobil tersebut berjalan kaki dan sedikit mengacuhkan Ali dan Wawan yang sudah tiba lebih awal.


kaca mobil terbuka saat mereka mendekat.


"ayo masuk sebentar!" ucap master Herman dari dalam mobil.

__ADS_1


feri masuk dari pintu kiri depan, sedangkan Surya dari pintu kiri belakang.


"ada apa kak?" tanya feri dengan serius.


"aku hanya mengantarkan ini untuk kalian!" sahut master Herman yang menyerahkan 2 buah kartu.


"astaga.. maafkan saya kak! saya lupa sampai merepotkan kakak mengantarkannya" sahut feri dengan tersipu malu.


"sudah nggak apa-apa, aku kebetulan lewat dan sekalian saja mengantarkan nya!" ucap master Herman dengan senyuman tipis.


setelah mengucap terima kasih, feri dan Surya keluar dari mobil, dan master Herman pun meninggalkan tempat itu.


"Sur.. hari inikan waktunya pengambilan nomor plat motor, tolong kamu yang ambil ya! sekalian minta di pasangkan!" kata feri mengingat nya.


"iya bang baik! tapi.. apa benar abang nggak mau ikut nih?" tanya Surya dengan senyuman mengejek.


"memang nya kenapa kalo aku nggak ikut?" tanya feri bingung.


"yakin.. abang nggak mau ketemu sama Rita?" ledek Surya mengingat kan.


feri tersenyum sadar memahami maksud ejekan Surya.


"kamu aja deh.. sampaikan salam ku kalau kau bertemu dengannya!" sahut feri tersenyum tipis mengingat kecantikan Rita.


"oke bang, aku berangkat dulu!" sahut Surya singkat.


Surya pun berangkat menuju dealer Honda untuk mengambil plat nomor motor, dan memasang nya sebagai warga negara yang patuh akan hukum.


setelah bekerja seperti biasa, sore hari nya setelah toko bangunan tutup, feri akan kembali ke rumah master Chun, di luar toko Surya sudah menunggu kedatangan feri.


"kamu mau ikut ke rumah ayah Chun?" ajak feri seraya menghampiri.


"mungkin lain kali bang, malam nanti aku dapat order untuk mengisi acara ulang tahun!" jawab Surya dengan senyuman.


"baiklah.. kalau begitu ku antar kau ke rumah dulu" sahut feri yang menaiki motor nya.


setelah mengantar Surya, feri pun langsung menuju ke rumah master Chun.


sesampainya di kediaman master Chun, feri langsung di sambut oleh penjaga rumah dengan ramah.


"eh.. mas feri, silakan mas! tuan muda Jedi sudah di tempat latihan!" ucap penjaga dengan hormat.


"nama abang siapa?, biar saya enak manggilnya!" tanya feri sopan.

__ADS_1


"Agus cahyono mas, biasa di panggil Agus! jawabnya sambil tersenyum tipis.


"oke mas Agus.. saya permisi masuk dulu ya!" pinta feri dan langsung menuju belakang rumah dengan motor nya.


saat itu cuaca sedikit mendung, dengan angin yang bertiup kencang, saat tiba di parkiran belakang.


"ooh.. feri kamu sudah datang!" sambut master Chun dengan tersenyum gembira.


"iya yah.." sahut feri singkat.


mereka pun berjalan mendekati tempat latihan, dan terlihat Jedi sedang memimpin latihan, setelah menyelesaikan gerakan latihan, tiba-tiba hujan mulai turun dan semakin lebat.


master Chun sedikit berlari untuk berteduh ke sebuah gazebo di samping arena latihan, sedangkan feri tetap berhujan dan berjalan mendekati mereka yang sedang latihan.


"feri kenapa ikut hujan-hujanan juga?" tanya Jedi dengan sedikit mengeras kan suaranya karena deru angin hujan yang cukup kencang.


"hujan seperti ini adalah salah satu waktu yang baik untuk latihan!" sahut feri dengan lantang penuh semangat.


"apa yang akan kita latih hari ini?" tanya Jedi sambil menyeka air hujan di wajahnya.


"meningkatkan tenaga dalam dan memaksimalkan nya!" sahut feri dengan serius.


"bagaimana bisa meningkatkan nya dengan waktu yang singkat?, besok sore kita sudah berangkat!" sahut Jedi merasa pesimis.


"inti dari tenaga dalam adalah bagaimana kita dapat mengeluarkan nya dengan maksimal, karena semua orang sudah mempunyai tenaga dalam, tergantung dari diri orang tersebut bisa mengeluarkan dan menggunakan nya!" jawab feri dengan pasti.


"caranya?" tanya Jedi singkat.


"kakak harus fokus dan konsentrasi mengalirkan nya!" sahut feri dan mengangkat kedua tangan nya dengan posisi terbuka ke atas.


"coba kak Jedi perhatikan!" pinta feri.


awalnya kedua telapak tangan feri terkena hujan, kemudian lama-kelamaan nampak air hujan jatuh kira-kira berjarak 5 cm di telapak nya, "saya akan konsentrasi penuh, dan Kak Jedi akan melihat seberapa besar saya bisa memaksimalkan nya!" feri berkata dan mulai memejamkan matanya untuk lebih konsentrasi.


Jedi yang hanya berjarak 2 meter dari feri, nampak terkejut ketika melihat air hujan tidak lagi mengenai tubuh feri, seperti ada tameng tak kasat mata yang menyelubungi dirinya.


semua yang menyaksikan nya terdiam dan terfana oleh kejadian luar biasa tersebut.


master Chun mengeleng-gelengkan kepala nya, "sungguh benar-benar pemuda yang berbakat, di usia yang masih sangat muda tapi memiliki kemampuan luar biasa!" gumamnya dalam hati.


feri perlahan membuka matanya.


"ini juga bisa kak Jedi lakukan dengan konsentrasi penuh!" ucap feri penuh harapan.

__ADS_1


__ADS_2