
mendengar ucapan sehan sang kepala pelayan tadi, mata kelvin melotot ke arah sehan, dan melepaskan kerah baju feri, dengan wajah memerah karena marah ia maju 1 langkah mendekati sehan, dan bersiap akan meninju sehan.
"jaga sikapmu pada orang tua!" ucap feri tegas sambil menggenggam pergelangan tangan kanan kelvin dengan erat yang akan meninju sehan.
"aauuww.. lepaskan tanganku, aduuuh..!" teriak kelvin nyaring sambil berusaha menarik tangan nya dari genggaman feri.
setelah beberapa saat feri pun melepaskan nya, ketiga orang yang bersama kelvin tadi di buat bingung, melihat kelvin yang mengerang kesakitan sambil mengelus pergelangan tangannya, bekas cengkeraman yang sangat kuat dari feri.
"apa yang kamu lakukan pada pacarku?" bentak gadis pacar kelvin dengan melotot.
semua orang yang berada di meja dekat kejadian tersebut memperhatikan kejadian tadi dengan senyuman puas, karena tahu bahwa kelvin dan teman-temannya lah yang membuat onar.
"tuan muda.. anda tidak apa-apa?" ucap sehan serius dengan penuh perhatian.
"sudah paman.. kamu nggak usah sok baik dengan ku!" bentak kelvin lantang pada sehan dengan mendorong bahunya.
"seharusnya kita yang muda menghormati yang tua, selama itu masih di jalan kebaikan!" ucap feri dengan pasti.
"cuuiihh.. bagi ku siapa yang berkuasa dia lah yang harus di hormati, tidak perduli ia masih muda atau anak-anak sekalipun!" sahut kelvin lantang dengan mata melotot.
feri hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sombong dari kelvin.
"ingat mas, kekuasaan itu ada batas nya, tidak selamanya kau akan menjadi penguasa, apalagi cuma mengandalkan dari kekuasaan orang tua!" ucap feri santai dengan bijaksana.
"urusan kita belum selesai, anggap saja kau lagi beruntung tidak ku hajar!" sahut kelvin lantang sambil mengajak pacar dan kedua temannya untuk keluar.
melihat tatapan kelvin saat mengajak teman-teman nya tadi, feri sedikit menaruh curiga seperti ada sesuatu yang di rencanakan mereka nantinya.
makanan dan minuman yang di pesan feri tadi pun sudah datang dan siap di hidangkan, sehan mengambil hidangan tersebut dari anak buah nya, dan ia yang menyajikan nya untuk feri.
"silakan di nikmati tuan muda, maaf atas kejadian barusan, dan terima kasih karena telah membantu saya!" ucap sehan sopan dengan menunduk hormat.
"sama-sama paman, memangnya dia siapa? dan apa hubungannya dengan restoran ini?" tanya feri penasaran.
__ADS_1
"dia tuan muda kelvin, anak bungsu dari tuan besar Kenny pemilik restoran ini!" jawab sehan pasti.
feri hanya mengangguk kan kepala nya, mendengar jawaban dari sehan tadi.
"saya permisi dulu tuan muda, selamat menikmati hidangan kami!" ucap sehan ramah sambil mundur dan berbalik berjalan meninggalkan meja feri tadi.
"iya paman.. terima kasih!" sahut feri tegas dengan tersenyum ramah.
belum lagi selesai feri makan, nampak tuan Richard berjalan masuk bersama seorang lelaki yang cukup gemuk berkacamata.
"feri.. kenalkan ini tuan Dika pemilik Diana kosmetik!" ucap tuan Richard santai dengan tersenyum ramah.
menyambut kedatangan kedua orang tersebut, feri menghentikan makannya dan segera berdiri.
"saya feri Handoyo tuan!" sapa feri ramah sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
saat berjabat tangan tuan Dika nampak menatap feri sesaat dengan tersenyum kagum padanya.
"benar-benar pemuda yang luar biasa!" ucap tuan Dika yakin dengan tersenyum.
"silakan saja.. kamu selesaikan saja dulu!" sahut tuan Dika pasti sambil memberi kode pada pelayan restoran.
*********
"kelvin, kok kamu diam saja saat tangan mu di genggam pemuda tadi?" tanya pemuda laki-laki teman kelvin dengan bingung.
"kau tidak merasakan bagaimana kuatnya genggaman pemuda tadi Rico, kurasa kita berdua tak mampu melawannya, makanya kita keluar ini untuk mengatur rencana serta meminta bantuan untuk memberi pemuda itu pelajaran!" jawab kelvin lantang dengan mata memerah.
"bagaimana kalau kita minta bantuan bang Dayat dan anak buahnya?" ucap Rico bersemangat dengan tatapan tajam.
"ide bagus.. cepat kau telpon dia, minta mereka segera kesini!" pinta kelvin dengan pasti.
Rico langsung menghubungi bang Dayat seperti perintah kelvin.
__ADS_1
"mereka siap, dan segera kesini secepatnya, dan mereka minta bayaran setelah pekerjaan mereka beres!" ucap Rico pasti dengan bersemangat.
"bagus Rico, masalah bayaran tidak usah kuatir, dan sekarang kita awasi saja dari sini siapa tau dia keluar sebelum kelompok bang Dayat tiba!" sahut kelvin dengan tatapan sinis.
"kalian berdua tunggu saja di mobil ku, biar kami selesaikan dulu pemuda tadi!" pinta kelvin tegas pada pacarnya dan pacar Rico sambil menyerahkan kunci mobil nya.
tanpa menjawab mereka berdua pun segera meninggalkan tempat tersebut.
*********
setelah feri menyelesaikan makan nya, dan juga minuman jus yang di pesan tuan Richard dan tuan Dika telah berada di meja.
"tuan Dika.. apa benar toko kosmetik anda akan di jual?" tanya feri serius sambil mengelap mulut nya.
"iya.. benar fer!" jawab tuan Dika pasti.
"tadi ku lihat toko anda cukup ramai, kalau saya boleh tau, untuk apa anda jual toko itu?" tanya feri penasaran.
"kalau toko sih nggak ada masalah, aku menjual toko itu untuk membantu perusahaan kakakku yang hampir bangkrut, dan di perkirakan perekonomian perusahaan nya hanya bisa bertahan dalam bulan ini saja, jadi aku ingin membantu nya!" jawab tuan Dika pasti.
"pengorbanan anda sangat luar biasa, tapi kalau di jual, bagaimana usaha anda?" tanya feri lagi dengan serius.
"aku masih mempunyai beberapa toko kosmetik di beberapa tempat, memang awalnya aku sayang untuk menjualnya, karena toko ini adalah yang paling maju dari toko yang lainnya, tapi karena itu juga alasan ku menjual toko ini, karena kemungkinan cepat terjual juga toko ini!" sahut tuan Dika yakin.
"jadi berapa anda akan menjual toko ini?" tanya feri santai.
"seperti yang sudah ku tawarkan pada tuan Richard 250 milyar, itupun karena aku ingin agar cepat terjual!" sahut tuan Dika pasti dengan serius.
feri menatap tuan Richard sejenak, dan setelah tuan Richard mengangguk setuju, membuat feri semakin yakin.
"baiklah.. saya akan membeli toko itu, dan saya harap anda bisa menyiapkan surat-surat untuk pemindahkan kepemilikan toko itu menjadi milik saya!" sahut feri tegas dengan serius.
"kalau begitu saya akan menyiapkan dokumen nya segera!" ucap tuan Dika bersemangat dengan tersenyum gembira.
__ADS_1
"silakan tuan, apabila dokumen nya sudah siap hubungi saja tuan Richard, saya akan bayar setelah penandatanganan dokumen nanti!" jawab feri dengan pasti.
setelah mendengar jawaban feri, tuan Dika segera melangkah kembali ke toko kosmetik nya dengan tersenyum gembira.