
setelah Tuan Rangga jatuh pingsan, terkena jurus maut feri Cang Ahlun menyuruh Mita untuk menelpon rumah sakit untuk memberikan pertolongan, dan mereka membawa tubuh Tuan Rangga ke toko, agar murid-murid master Herman bisa bersembunyi untuk sementara.
tentu saja Cang Ahlun memberikan alasan kalau Tuan Rangga mendadak kejang-kejang dan pingsan pada perawat rumah sakit yang datang menjemput Tuan Rangga untuk di rawat di rumah sakit.
"feri jurus apakah yang pergunakan tadi?" tanya master Herman berbisik.
"itu adalah jurus jala Sukma master, jurus itu membuat lawan yang kita tatap dengan menggunakan jurus itu, akan menuruti perintah gerakan dari kita!" jawab feri juga dengan berbisik.
"jurus yang sangat luar biasa!" sahut master Herman kagum.
setelah Tuan Rangga di bawa ke rumah sakit dengan ambulance, master Herman dan seluruh murid-murid nya pun akan meninggalkan tempat tersebut, dan sebelumnya master Herman meminta nomor hp feri.
"master.. tolong ya, jangan memberikan nomor ku ke orang sembarangan!" pinta feri, dan di jawab dengan kepala menunduk tanda mengiyakan permintaan feri.
Ketika mereka sudah keluar dan masuk ke dalam beberapa mobil yang mereka parkir di depan toko, Lia mendekati feri dengan membawa kapas dan sebotol obat luka.
"sini biar ku obati luka mu!' pinta Lia dengan senyuman pada feri.
karena feri memakai kaos yang agak kentat, ia pun bermaksud membuka bajunya, agar Lia bisa mengoleskan obat luka tersebut, tapi..
"iih.. feri.. ngapain buka baju?" Lia berkata dengan memalingkan wajahnya, karena ia belum pernah melihat pemuda tanpa baju sedekat ini.
Cang Juki yang melihat kelakuan 2 anak muda ini tersenyum dan melangkah mendekat.
"sini obatnya biar encang yang oles" Cang Juki mengambil obat luka dan kapas dari tangan Lia.
Lia pun berjalan menjauh mendekati karyawan lain dan membantu membersihkan beberapa barang yang rusak akibat pertarungan tadi.
"maafkan saya ya Cang, sudah membuat kericuhan disini!" ucap feri dengan nada merendah.
"nggak apa-apa fer, toh barang-barang yang rusak sudah di ganti!" jawab Cang Juki sambil mengoleskan obat di dada feri.
__ADS_1
feri hanya menghela napas nya mendengar jawaban Cang Juki.
Cang Ahlun memerintahkan agar toko di tutup lebih cepat, dan untuk sedikit melupakan kejadian tadi, iya mentraktir semua karyawan, dengan memanggil bakso dan makan bersama di gudang tersebut.
kalau di lihat sekilas, tampak seperti tidak ada yang terjadi di gudang itu, karena semua orang sangat menikmati menyantap bakso dengan obrolan yang di selingi dengan canda tawa.
*******
master Herman dan seluruh murid-murid nya memasuki gedung perguruan mereka, dan untuk muridnya yang terluka atau cedera langsung di bawa ke ruang perawatan yang cukup luas, dan tersedia puluhan ranjang untuk pemeriksaan.
perguruan elang hitam adalah salah satu perguruan ternama di Jakarta, gedung utama nya bertingkat 4, di lantai 1 dekat pintu masuk ada meja piket yang besar seperti meja resepsionis hotel, yang di jaga oleh 3 orang secara bergantian, ruang latihan yang luas bisa menampung sekitar 150 orang, di sampingnya terdapat ruang perawatan bagi murid-murid yang mengalami cedera dalam latihan dan di tangani oleh beberapa dokter, perawat, tukang pijat ahli tulang yang handal.
di lantai 2 terdapat sarana fitnes atau gym yang sangat luas dan di desain dengan mewah, juga bisa digunakan oleh orang luar dari perguruan untuk menambah penghasilan tambahan perguruan.
di lantai 3 di pergunakan untuk asrama murid-murid yang baru bergabung dengan kapasitas 200 tempat tidur serta ruang makan yang luas dan dapur.
sedangkan di lantai 4, adalah kamar dan ruang kerja master Herman, serta beberapa master dan pendekar yang membantu melatih bela diri di perguruan tersebut.
master Herman duduk di kursi ruang kerjanya, dan meminum sebotol obat ramuan untuk mengembalikan kekuatan nya.
kemudian ia mengambil hp dari saku celana nya, 2 buah hp berada di tangan, yang satu memang hp miliknya, yang satu lagi milik Hendrik yang tadi menyerahkan padanya untuk terus merekam pertarungan.
bagaimana pun master Herman masih belum bisa menerima sepenuh hati atas kekalahan nya tadi.
dia mulai memutar ulang video pertarungan, dan menonton nya dengan serius.
saking penasarannya iya mengubah mode gerakan normal pada video menjadi gerakan lambat, dengan mode lambat tersebut ia dengan jelas mendapati beberapa keistimewaan feri saat bertarung tadi, walaupun di keroyok puluhan murid-muridnya.
feri seperti melayang di udara saat bertarung, membuat ia dengan mudah menghindari serangan dan dapat menyerang dengan cepat, karena tidak memerlukan tumpuan pada kakinya, belum lagi gaya kuda-kuda feri yang terbilang aneh tapi sangat efektif.
setelah beberapa kali memutar ulang video tadi.
__ADS_1
"kurasa aku harus bertanya pada master Law, siapa tau ia bisa memberikan penjelasan tentang semua ini" gumam master Herman sendiri dengan alis berkerut memikirkan nya.
video itu pun di kirim nya ke hpnya, setelah selesai ia mengirim video tersebut pada master law, yang tidak lain adalah salah satu guru nya.
*******
setelah semua karyawan selesai menyantap bakso traktiran Cang Ahlun, mereka pun bersiap pulang ke rumah untuk beristirahat lebih cepat.
feri yang merasa pulang terlalu cepat, sedikit ragu untuk langsung ke rumah, dan berniat berjalan ke taman kota untuk sedikit bersantai menikmati keindahan taman.
"feri.. mau kemana?" suara Lia terdengar jelas bertanya, karena feri menuju arah yang berlawanan.
"ke taman nyari udara segar!" sahut feri sambil terus berjalan.
setelah tiba di lokasi taman, feri mencari tempat untuk duduk bersantai, setelah beberapa saat mencari bangku yang kosong ia pun duduk dan menyandarkan tubuhnya, dengan kedua tangan di rentangkan dan kepala mendongak menatap langit, mencari suasana yang nyaman.
hari sudah semakin sore, suasana pun menjadi semakin ramai, feri pun berdiri dan mulai melangkah untuk pulang.
beberapa muda mudi yang melihat tampilan feri tampak menatap dengan ejekan, karena pakaian feri yang terlihat kusam serta sedikit kotor karena pertarungan di gudang tadi, tapi feri tidak memperdulikan mereka, ia pun melangkah dengan pasti untuk segera sampai ke rumah.
********
malam hari di perguruan elang hitam, master Herman dan beberapa master lainnya, nampak lahap menyantap hidangan makan malam bersama di sebuah meja makan yang besar.
"master Law!" master Herman berkata dengan langsung berdiri, master-master yang lain pun berdiri, dan secara bersamaan mereka membungkuk hormat.
seorang lelaki tua kira-kira berumur 70 tahun berjalan dengan tongkat di tangan kanannya, mendekati meja tersebut.
seorang master pun bergeser, untuk memberikan tempat duduk pada master law.
ia pun duduk, dan diikuti master Herman dan master lainnya.
__ADS_1
"selesaikan saja makan kalian!" perintah nya tegas penuh wibawa.