
feri pun menghentikan mobilnya di depan sebuah gedung, dan nampak seorang lelaki tegap tinggi besar sedang menatap kedatangan mereka.
"kolonel Arif.. maaf kami sedikit telat!" sapa master Law dengan sopan.
"nggak apa-apa, saya juga baru sampai master!" sahut kolonel Arif dengan tersenyum dan menjabat tangan master Law dan master Herman.
setelah mengunci mobil feri segera mendekati ketiga orang tersebut.
"kamu rupanya yang bernama feri ya!" sapa kolonel Arif sambil menatap feri dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"iya kolonel, salam hormat saya!" sahut feri tegas sambil berjabat tangan.
"melihat body mu sih.. memang layak kalau menjadi anggota pengawal khusus, semoga saja keterampilan menembak mu sebagus body mu!" ucap kolonel Arif yakin sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
feri hanya mengangguk dengan semangat.
"oke.. kita langsung ke dalam saja!" ajak kolonel Arif pasti sambil melangkah ke dalam bangunan.
feri pun segera mengikuti di susul master Law dan master Herman.
setelah berada di dalam kolonel Arif berdiri di dekat sebuah meja yang terdapat beberapa senjata api, dari pistol dan berbagai senapan laras panjang, feri pun segera mendekati nya, sedang kan master Law dan master Herman duduk di kursi pojokan ruangan tersebut.
kolonel Arif nampak memperkenalkan semua jenis senjata api tersebut, dan kemudian mengajari feri cara mengisi peluru dan menembak menggunakan pistol untuk pertama kalinya.
__ADS_1
awalnya feri agak kaku menggunakan nya, dan dengan arahan dari kolonel Arif, setelah beberapa kali menembak sasaran yang ada, akhirnya feri mulai menguasai nya dan mampu mengenai target.
suara letusan demi letusan dari pistol yang feri gunakan terdengar semakin cepat dan bisa mengenai sasaran dengan akurat.
kolonel Arif nampak tersenyum puas melihat feri yang bisa cepat menggunakan pistol tersebut.
dan setelah itu mereka pun beralih ke senapan, dan lagi-lagi feri mampu dengan cepat menguasai nya, baik untuk menembak dan mengganti peluru nya.
setelah menguasai cara menggunakan semua senjata yang berada di atas meja tadi, kolonel Arif mengajak feri ke luar ke daerah lapangan.
dan disitu feri di ajarkan menggunakan senapan laras panjang yang biasa di gunakan oleh penembak jitu.
dan dengan kepandaian feri ia pun segera mampu menggunakan nya.
feri di berikan sebuah pistol dan sebuah senapan mesin untuk masuk dalam ruangan bersekat tadi.
dan kolonel Arif akan menghitung kecepatan dan ketepatan menembak feri menggunakan stop watch.
saat latihan pertama waktu feri sangat jauh dari target waktu yang diinginkan kolonel Arif, jadi ia harus mengulang lagi.
setelah mengulang yang keenam kalinya, waktu feri semakin baik dan meyakinkan.
nampak master Law dan master Herman yang berada di dekat kolonel Arif tersenyum puas melihat kemajuan waktu feri.
__ADS_1
"kekuatan fisik nya sangat luar biasa master, prajurit TNI saja biasanya akan terlihat melambat karena kelelahan dengan latihan yang berulang ulang kali seperti ini, tapi dia masih tetap stabil walaupun sudah mengulang 7 kali, sungguh luar biasa!" puji kolonel Arif dengan penuh kekaguman.
"dia adalah seorang pendekar yang biasa di didik dengan keras kolonel, jadi untuk fisik tidak perlu di ragukan lagi!" sahut master Law dengan santai sambil tersenyum.
mereka semua pun tersenyum sambil saling menatap penuh kekaguman pada feri.
"feri.. istirahat lah!" ucap kolonel Arif tegas dengan lantang.
dan dengan sedikit berlari kecil feri pun mendekati mereka.
saat telah mendekati ketiga orang tersebut, master Herman memberikan sebotol air mineral pada feri untuk sedikit memulihkan tenaga nya.
"kau pemuda yang sangat cerdas feri, dengan waktu singkat kau sudah menguasai dengan baik beberapa senjata tadi, dan juga di dukung dengan fisikmu yang kuat!" ucap kolonel Arif penuh kekaguman.
"terima kasih atas bantuan dan bimbingan nya kolonel, semua ini berkat anda juga!" sahut feri merendah.
kolonel Arif pun menyudahi pelajaran nya.
"sekali-kali datang lah kesini lagi untuk melatih menggunakan senjata penembak jitu, karena seorang penembak jitu harus bisa menguasai dan memahami kondisi angin, agar mendapat target sasaran yang sempurna!" ucap kolonel Arif tegas.
"siap kolonel!" sahut feri tegas bersemangat.
setelah feri berganti pakaian, mereka pun segera meninggalkan tempat latihan menembak tersebut.
__ADS_1