
perjalanan kira-kira 4 jam lebih, mereka telah memasuki wilayah Jakarta Selatan, suasana malam menyambut kedatangan mereka, lampu-lampu jalan dan gedung menghiasi setiap penjuru kota.
"Mahmud sebaiknya kita cari makan malam dulu sebelum pulang ke rumah, mulyadi kabari mobil yang di belakang! perintah master Hardi tegas pada supir dan seorang pendekar yang berada di depan.
tak berapa lama mereka pun memasuki halaman parkir sebuah restoran yang cukup mewah.
setelah mobil berhenti di parkiran mereka pun turun, dan sedikit meregangkan otot-otot tubuh mereka yang letih setelah melakukan perjalanan.
mereka semua pun masuk bersama-sama, suasana di dalam restoran cukup ramai dengan pengunjung, setelah mendapatkan meja dan memesan makanan dan minuman pada pelayan restoran, feri dan 5 orang lain nya pamit untuk ke toilet.
setelah keluar dari toilet feri tidak langsung kembali ke meja, sedangkan 5 orang yang lain tadi langsung kembali, feri nampak santai sejenak di samping restoran sambil membuka hpnya untuk melihat beberapa pesan wa yang masuk.
setelah membaca dan membalas beberapa pesan wa, ia pun berjalan untuk kembali ke meja.
dari kejauhan feri nampak melihat master Hardi sedang berbicara serius dengan seorang lelaki paruh baya yang ia kenal, dan di belakangnya berdiri 4 orang lelaki berbadan besar dan sangar.
ketika semakin dekat lelaki tersebut pun melihat kehadiran feri yang berjalan ke arah meja tersebut.
"fe feri..!" sapa tuan Rangga dengan terkejut.
"tuan Rangga, bagaimana kabar anda?" tanya feri santai sambil duduk di sebelah master Hardi.
"ba baik, kau bersama master Hardi ya?" tanya tuan Rangga dengan wajah cemas.
'iya tuan.. saya di undang master Hardi ke rumah nya!" sahut feri dengan tatapan tajam.
tuan Rangga menyeka keringat di dahinya yang tiba-tiba keluar saat melihat feri bersama master Hardi.
master Hardi nampak bingung melihat perubahan tingkah tuan Rangga saat melihat kedatangan feri.
"ee.. master, lain kali kita lanjutkan ngobrol nya!" pinta tuan Rangga sambil berdiri dari kursi.
__ADS_1
"tuan Rangga, kenapa tergesa-gesa?, silakan lanjutkan pembicaraan anda, saya tidak akan ikut campur!" ucap feri dengan tersenyum kecil.
"tidak feri.. biar lah lain kali saja, tidak enak mengganggu makan malam kalian!" ucap tuan Rangga seraya bergegas meninggalkan meja tersebut.
melihat tuan Rangga pergi dengan wajah yang memucat, 4 orang lelaki yang bersamanya menatap tajam pada feri, sedang kan feri hanya tersenyum kecil melihat tingkah tuan Rangga.
"apakah kau pernah berurusan dengan tuan Rangga feri?" tanya master Hardi penasaran.
"iya.. sedikit master!" jawab feri dengan santai.
"apa yang kau lakukan padanya, sehingga membuat ia ketakutan melihat mu?" master Hardi bertanya dengan serius.
"selain membuat ia cedera, saya juga membuat ia rugi 2 milyar lebih master, mungkin itu yang membuatnya tidak mau berurusan lagi dengan saya!" sahut feri dengan tegas.
master Hardi dan yang lainnya nampak tersenyum puas mendengar cerita singkat feri.
"pantas, baru melihat feri saja tuan Rangga tadi seperti melihat hantu yang menyeramkan, ha.. ha.. ha..!" ucap master Dika yang membuat mereka semua tertawa.
setelah beberapa saat mereka pun selesai menyantap hidangan tersebut, feri nampak berdiri ketika hpnya berdering dan meminta izin untuk berbicara agak menjauh.
melihat bahwa master Law yang menelpon, ia pun segera mengangkat sambil berjalan menjauh.
"halo yah..! ucap feri ketika telah mengangkat telpon.
"feri, ku dengar kau ke Jakarta Selatan ya?" tanya master Law terdengar serius.
"iya yah, saya ikut master Hardi yang mengenal dan akan menceritakan tentang kedua orang tua saya!" sahut feri bersemangat.
"mmm.., feri aku berharap kau mau mengubah profesi pekerjaan mu dengan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan yang kau miliki!" pinta master Law tegas.
"maksud ayah, pekerjaan seperti apa yah?" tanya feri bingung dengan alis berkerut.
__ADS_1
"Kedubes Arab Saudi memberitahukan ku bahwa salah seorang anak bangsawan mereka akan melakukan kunjungan ke Indonesia, untuk memulai pengembangan bisnis mereka di Indonesia khususnya Jakarta dan beberapa kota lainnya, dan mereka meminta agar aku bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk menyiapkan anggota pengawalan khusus, dan komandan kopassus akan melakukan seleksi untuk memilih anggota pengawalan khusus tersebut, dan aku ingin kau mengikuti seleksi tersebut, aku sangat yakin kau bisa terpilih menjadi anggota pengawalan khusus tersebut!" ucap master Law menjelaskan dengan rinci.
"kalau begitu saya minta waktu beberapa hari untuk mempertimbangkan nya yah!" pinta feri dengan sopan.
"ini adalah kesempatan yang baik buat mu, bila kau bisa masuk menjadi anggota pengawalan khusus ini kehidupan mu akan jauh lebih baik, karena hanya 10 orang yang akan dipilih dalam seleksi nanti nya!" master Law berkata dengan pasti.
"kapan seleksi nya akan di mulai?" tanya feri dengan sedikit ragu.
"seleksi akan di mulai seminggu lagi, karena jadwal kedatangan Pangeran tersebut tinggal 20 hari lagi!" jawab master Law bersemangat.
"saya minta waktu 2 hari untuk berpikir yah!" pinta feri dengan mengharap.
"baiklah ku tunggu jawaban mu, semoga saja sesuai harapan ku!" jawab master Law tegas, dan panggilan pun di matikan.
setelah mematikan hpnya feri melangkah menuju kasir untuk membayar biaya makan malam mereka.
"berapa tagihan untuk meja 14 dan 15?" tanya feri kepada wanita di meja kasir.
setelah melakukan pembayaran menggunakan kartu ATM BCA yang dulu di berikan master Chun, ia kembali ke meja makan tempat master Hardi dan yang lainnya masih duduk.
master Hardi memberi isyarat pada master Dika agar membayar tagihan makanan mereka, master Dika pun berdiri dan berjalan menuju kasir, tak berapa lama master Dika kembali ke meja tersebut.
"feri berapa biaya makan tadi?" tanya master Dika sambil menepuk pundak feri.
"aah.. biar saja master, nggak usah di pikirkan!" sahut feri dengan tersenyum.
"maksudnya feri yang sudah membayar nya?" tanya master Hardi dengan ragu.
"iya master.. saya kalah cepat!" ucap master Dika tersenyum malu.
yang lain hanya tertawa kecil melihat tingkah master Dika.
__ADS_1
master Hardi pun berdiri dan diikuti mereka semua untuk keluar dari restoran dan segera melanjutkan perjalanan menuju ke rumah.