
feri menarik napas panjang sejenak.
"tuan besar perlu ingat, sekarang toko pakaian itu milik saya, jadi saya yang berhak menentukan nya, apakah mau di jual atau tidak!" sahut feri dengan tetap santai.
"baiklah kalau begitu, kalau kau tidak mau mengembalikan nya dengan cara baik-baik, maka jangan salah kan aku kalau menggunakan cara yang kasar!" tuan besar Edwin berkata dengan tatapan tajam.
"lebih baik kau kembali kan toko ku maka akan ku kembalikan uang mu!" timpal nona Maya dengan ketus.
mendengar paksaan dari mereka feri menggelengkan kepalanya dan tersenyum masam.
"kalian ingin mengambil cuma-cuma atau membelinya lagi sih, saya jadi bingung?" tanya feri dengan tersenyum kecil.
"ku akui keberanian mu anak muda, tapi untuk saat ini berani saja tidak cukup, dan aku mulai bosan mendengar ucapan mu!" ucap tuan besar Edwin dengan tatapan dingin, ia memberi kode pada kelima orang yang berada di belakang feri.
dan saat kelima orang ini mulai mendekati.
"tunggu.. papah biar aku yang mencoba nya terlebih dahulu!" pinta tuan muda Elson dengan pasti.
tuan besar Edwin hanya mengangguk mendengar perkataan anaknya, tuan muda Elson mulai maju dengan tatapan tajam, setelah sudah dekat.
"kau tidak mau dengan cara halus, jadi jangan menyesal!" ucap tuan muda Elson bersemangat.
"mau dengan cara halus atau kasar, saya tidak akan mengembalikan nya!" sahut feri dengan pasti sedikit memprovokasi.
mendengar jawaban feri tuan muda Elson menjadi makin marah.
"kurang ajar kau!, ciiyaat...!" hardik tuan muda Elson dan mulai menyerang dengan tendangan ke arah wajah feri.
feri menunduk menghindari tendangan tersebut, merasa tendangan nya tidak menemui sasaran, tuan muda Elson meneruskan serangan nya dengan tendangan setengah ke bagian perut, feri pun menangkis dengan tangan kanannya, tuan muda Elson terus melancarkan serangan demi serangan nya, tapi semuanya bisa di hindari dan di tangkis feri tanpa membalas serangan balik.
__ADS_1
"mmm.. rupanya anak muda ini bisa bela diri juga ya!" gumam tuan besar Edwin pelan.
"iya yah.. pantas saja ia berani!" sahut nona Maya dengan pasti.
setelah lebih dari 20 kali melakukan serangan tanpa mengenai sasaran, tuan muda Elson menghentikan serangannya sejenak.
"mengapa kau hanya menghindar dan menangkis saja?" tanya tuan muda Elson mencoba mengatur napasnya.
"saya hanya tidak ingin berkelahi!" jawab feri dengan tersenyum kecil.
"kalau begitu serahkan kembali toko adikku!" pinta tuan muda Elson dengan tegas.
"maaf tuan muda.. itu tidak akan saya lakukan!" sahut feri dengan yakin.
"berarti kau cari mati, hiyaaaa..! hina tuan muda Elson dengan bersemangat menyerang kembali.
pukulan dan tendangan yang di kombinasikan terus mengarah silih berganti untuk mengenai sasaran, namun semuanya sia-sia karena feri dapat dengan mudah menghindari dan menangkis serangan tersebut.
"buuk.., aaarghh!" suara pukulan nyaring terdengar dan diiringi suara erangan kesakitan.
tuan muda Elson terpental beberapa meter akibat pukulan yang cukup keras tadi, dan sedikit tertunduk sambil memegang dada yang terasa sakit bekas terkena pukulan telapak tangan feri.
tuan besar Edwin dan semua yang melihat kejadian itu terkejut melihat tuan muda Elson termundur dengan terhuyung-huyung.
"tuan muda.. biar kami yang melumpuhkan nya terlebih dahulu, anda terima bersihnya saja!" ucap salah seorang dari 5 orang yang mengepung feri itu.
"benar Elson.. biar kelima iblis saja yang melakukan nya, kau istirahat lah!" tuan besar Edwin menimpali perkataan salah seorang yang di panggil iblis tadi dengan nada khawatir.
sebenarnya tuan muda Elson ingin melanjutkan pertarungan tadi, tapi karena ayahnya sendiri yang meminta, maka ia hanya mengangguk dengan sangat terpaksa.
__ADS_1
"rupanya bela diri mu lumayan juga anak muda!" ucap seorang dari mereka dengan tersenyum kecil dan mulai maju mendekat.
"kalau saya benar, saya akan berusaha sekuat tenaga untuk memperjuangkan kebenaran itu!" sahut feri dengan santai.
"ha.. ha.. ha.. perjuangan mu itu akan sia-sia di tangan kami anak muda, karena kami akan berjuang kepada orang yang bersedia membayar kami dengan mahal, reputasi kami selama ini termasuk yang terbaik dalam menjalankan tugas!" ucap seorang iblis dengan pasti.
"kalau tidak salah, paman berlima adalah 5 iblis Pasundan, apakah benar?" feri berkata dengan yakin dan terlihat dengan santai menebaknya.
karena sebelum berangkat tadi, untungnya master Herman sempat memberikan beberapa kemungkinan orang yang akan di bayar tuan besar Edwin untuk melakukan tugas darinya.
dan sesuai dengan ciri-ciri yang diberikan master Herman, 5 iblis Pasundan ini termasuk dalam alternatif pilihan karena mereka salah satu yang terbaik di bidang pasukan bayaran dalam dunia hitam tersebut.
"ha.. ha.. ha.. ha..!" kelima iblis tertawa bersama dengan bangga.
sedangkan tuan besar Edwin terkejut melihat feri bisa menebak orang-orang bayaran nya tersebut.
"siapa sebenarnya pemuda ini?, bukan orang biasa yang bisa tau dengan kelima iblis ini!" gumam tuan besar Edwin dalam hati sambil mengerutkan keningnya.
"rupanya kau sudah mengetahui dengan siapa kau berhadapan!" sahut seorang iblis lagi dengan pasti.
dan 2 orang iblis mulai maju dan bersiap untuk menyerang, feri yang menyadari lawan nya kali ini yang bukan orang sembarangan, langsung bersiap dan memasang kuda-kuda nya.
2 iblis segera menyerang dengan bersamaan, kali ini feri akan mencoba untuk menyerang juga, pukulan tinju dari mereka datang hampir bersamaan mampu di tangkis feri, dan ia membalas dengan tendangan setengah ke salah seorang iblis namun juga bisa di hindari.
kedua orang iblis itu berpencar di sisi kanan dan kiri feri, keduanya kembali menyerang, tapi dengan kecepatan dan teknik yang tidak di ragukan lagi semua itu mampu di imbangi feri, walaupun ia harus bergerak ke kanan dan ke kiri untuk menghindari, menangkis, bahkan bisa menyerang balik kedua iblis tersebut.
3 orang iblis yang menyaksikan kedua temannya bertarung dengan seluruh kemampuan mereka, nampak terkagum dengan feri, karena mampu bertahan dan mengimbangi kehebatan kedua iblis teman mereka tersebut, biasanya mereka bisa mengalahkan seseorang tidak lebih dari 10 jurus.
"Qohar.. apa kamu lihat gaya bertarung pemuda itu, seperti nya aku pernah melihat gaya kuda-kuda aneh tersebut, tapi siapa ya?" seorang iblis berkata sambil mengerutkan keningnya mencoba mengingat.
__ADS_1
"master Nakamura! iya Suroso.. itu gaya kuda-kuda master Nakamura aku yakin sekali!" ucap Qohar dengan pasti dan raut wajah terkejut.
"tepat sekali..!" jawab Suroso yakin.