
ketika sudah jauh meninggalkan rumah tersebut, saat dalam perjalanan.
"antar kan saya ke dealer Honda ya kak, kita ambil mobil, nanti saya bawa mobil tersebut ke rumah bekas tuan Bernard biar di simpan disana!" ucap feri dengan santai.
"kamu beli mobil ya?, dan sudah bisa nyetir?" tanya master Herman dengan sedikit terkejut.
"saya memang ada beli mobil kak tapi itu terpaksa saya lakukan, selain untuk menjawab hinaan dari 2 pemuda anak orang kaya, saya juga mendapatkan mobil mereka sebagai hadiah dari kesepakatan bersama, jadi anggap saja beli 1 gratis 2, ha.. ha.. ha..!" ucap feri santai sambil tertawa-tawa.
"ooh.. gitu ya, terus dimana kamu belajar nyetir?" tanya master Herman santai.
"saat kerja di toko bangunan, saya beberapa kali di ajarin teman pakai mobil pick up toko, ya lama-kelamaan saya bisa nyetir, walaupun belum punya SIM!" jawab feri pasti dengan tersenyum.
"mobil sudah punya, lebih baik kamu secepatnya buat SIM, apa mau ku urus kan lagi seperti kalian membuat SIM motor dulu?" tanya master Herman serius.
"boleh juga kak, biar aman kalau sewaktu-waktu bawa mobil!" sahut feri semangat.
"terus kapan kamu tinggal di rumah baru mu?" tanya master Herman dengan tatapan penasaran.
"mungkin setelah selesai seleksi nanti kak, saya juga berniat mengajak Surya biar nggak sendirian!" jawab feri dengan tersenyum.
"kenapa nggak nyari istri aja sekalian?, toh sekarang kamu dah punya rumah, mobil, toko pakaian sebagai usaha kamu, jadi nunggu apalagi?" tanya master Herman semangat.
"kalau teman yang itu belum kepikiran sih kak, rencana saya mau mengembangkan bisnis dulu!" sahut feri yakin dengan tersenyum.
setelah sampai di dealer Honda, feri langsung mendekati mobil dan membukanya.
"maaf mas, bukannya ini mobil punya mas firman?" sapa seorang penjaga dengan tatapan tajam.
"iya bang dulunya, sekarang sudah jadi milik saya, ini buktinya!" sahut feri sopan sambil memperlihatkan kunci mobil dan STNK nya.
"ooh begitu ya, kamu mau keluar ya?" tanya penjaga ramah.
"iya bang, mau saya bawa sekarang!" sahut feri tegas.
"gini mas, ee.. nggak ada tip untuk keamanan ya?, kan sudah beberapa hari disini, he.. he..!" ucap penjaga tersebut dengan sedikit malu-malu.
__ADS_1
"ooh iya.. penjaga disini ada beberapa orang semuanya?" tanya feri santai.
"kami semua 4 orang mas, yang piket hari ini saya!" jawab penjaga pasti.
feri mengambil 10 lembar uang 100 ribuan.
"ini tip untuk kalian bang, sebagai tanda terima kasih saya, dan tolong abang bagi rata dengan yang lainnya ya!" pinta feri serius sambil menyerahkan uang tersebut.
"baik mas, baik, pasti saya kasihkan ke yang lain, terima kasih mas!" ucap penjaga sopan dengan bersemangat, karena menerima uang yang lumayan banyak.
master Herman yang menyaksikan kejadian itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"iya bang sama-sama, saya pergi dulu ya!" sahut feri tersenyum ramah sambil menghidupkan mesin mobil.
setelah itu penjaga tersebut pun memberikan aba-aba agar feri dengan mudah keluar dari parkiran tersebut.
dengan terlihat sedikit kaku feri mengemudi kan mobil Toyota Yaris tersebut dengan perlahan, master Herman mengikuti nya dari belakang untuk menuju rumah bekas kediaman keluarga Bernard di cluster wijaya Kusuma.
setelah beberapa lama mereka pun sampai di depan rumah, dan feri membunyikan klakson beberapa kali agar penjaga tersebut mengetahui kedatangan mereka.
"oh.. mas feri!" ucap penjaga terkejut sambil langsung membuka pintu pagar.
mobil yang di kemudikan feri dan mobil master Herman memasuki halaman rumah tersebut.
feri dan master Herman keluar dari mobil mereka masing-masing, dan penjaga tadi menghampiri mereka setelah menutup pintu pagar kembali.
"selamat sore mas feri.. sore tuan!" sapa penjaga tersebut dengan hormat.
keduanya hanya tersenyum menanggapi sapaan tersebut, melangkah ke teras untuk duduk di beberapa kursi yang ada di teras tersebut.
"mas.. sini!" panggil feri santai sambil duduk di kursi.
"ya mas.. ada perlu apa?" tanya penjaga tersebut dengan sopan.
"nama mas siapa ya?" tanya feri serius.
__ADS_1
"Miko mas, Jatmiko!" jawab penjaga memperkenalkan diri.
"oh mas miko, begini mas.. tuan Edwin menggaji berapa perbulan?" tanya feri serius sambil menatap miko.
"2,5 juta mas, tapi maaf mas feri, karena tuan Edwin sekeluarga pindahnya tgl 27 bulan kemaren, jadi untuk bulan tadi saya belum di beri gaji oleh beliau!" jawab miko sopan dengan sedikit berat bercerita.
"oh iya.. biar saya yang bayar gaji mas bulan kemaren, dan mulai seterusnya saya yang akan membayar gaji mas miko, saya minta nomor rekening nya mas?" ucap feri pasti sambil mengambil hpnya.
miko yang berbadan tinggi besar itu pun segera mengambil hpnya dengan bersemangat.
dan kemudian menyerahkan hpnya pada feri, untuk melihat langsung, dan feri pun mengetik nomor rekening tersebut untuk melakukan transfer pada rekening miko.
tak berapa lama nada notifikasi terdengar dari hp miko.
"mas.. ini kok 3,5 juta, apa mas salah ketik ya?" tanya miko kaget dengan bingung.
"nggak salah kok, mulai sekarang gaji mas miko 3,5 juta!" sahut feri dengan tersenyum ramah.
"waduuhh.. terima kasih mas, terima kasih!" ucap miko gembira dengan tersenyum.
kemudian feri meminta miko untuk membuat mereka kopi, dan miko segera masuk dengan cepat, sedang kan feri melakukan share loc pada roman, agar segera membawakan mobil CRV yang dulu milik Rolando, roman membalas dengan stiker jempol tanda setuju.
dan tiba-tiba hp feri berdering tanda panggilan dari seseorang dengan nomor yang tidak di kenal, dengan sedikit mengerutkan alisnya ia pun menerima panggilan tersebut.
"halo.." sapa feri.
"apakah benar saya berbicara dengan tuan feri Handoyo?" tanya seseorang dengan suara wanita ramah.
"betul.. anda siapa ya?" tanya feri serius.
"maaf tuan feri, saya desi dari dealer Mitsubishi, begini tuan feri, mobil Pajero sport berwarna putih yang anda beli kemaren, telah selesai administrasi nya, jadi saya hanya ingin menawarkan, apakah mobil ini anda ambil sendiri ke dealer atau kami antar kan ke alamat anda?" ucap Desi dengan ramah tapi pasti.
"astaga.. maaf ya saya lupa, kalau memang bisa di antar kan nanti saya share loc rumah saya!" sahut feri dengan tersipu malu.
"baik tuan, kami tunggu share loc anda, dan segera kami antar ke alamat anda, dan terima kasih atas kepercayaan anda menggunakan produk mobil kami tuan feri, selamat sore!" ucap Desi pasti.
__ADS_1
"sama-sama.. selamat sore!" sahut feri santai.