Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Target utama.


__ADS_3

suasana di ruang tamu tersebut sesaat hening.


"siapakah nama ibu ku paman?" tanya feri dengan sedikit tertahan.


master Hardi tiba-tiba berdiri dan berjalan ke sebuah lemari kecil yang berada di sudut ruangan tersebut, tak berapa lama ia pun kembali.


"ini foto ibumu yang sedang menggendongmu feri, namanya Rosita Ningsih!" master Hardi berkata sambil menyerahkan dan menunjuk seseorang dalam foto tersebut.


tubuh feri bergetar menahan tangisnya yang semakin menjadi-jadi, ia pun mencium foto ibumu tersebut.


"bibi Inah!" ucap master Hardi seperti mengingat sesuatu.


"ada apa dengan bibi Inah paman?" tanya feri dengan suara parau.


"aku baru ingat.. bahwa Suparlan salah Seorang temanku yang juga pengawal di rumahmu dulu pernah bercerita bahwa ia bertemu bi Inah di malang, ia membuka usaha warung makan di dekat stadion, hanya dia satu-satunya orang yang mungkin mengetahui tentang apa yang terjadi pada ibumu!" sahut master Hardi dengan bersemangat.


mendengar ucapan tersebut wajah feri yang tadinya murung, nampak mulai berseri lagi.


"benar sekali paman, aku akan mengatur waktu untuk mencarinya!" ucap feri dengan serius.


master Hardi mengangguk setuju dengan tatapan bersemangat.


"kau simpan lah foto ini, karena yang di sebelah kiri ibumu itu adalah bibi Inah pengasuh mu, dan yang di sebelah kanan itu almarhum bi Siti orang yang ku ceritakan tadi!" kata master Hardi dengan pasti.


"paman.. terima kasih atas semua yang telah anda ceritakan, dengan cerita tadi aku telah banyak mengetahui tentang asal usul keluarga ku, sekali lagi terima kasih!" ucap feri dengan menjabat tangan master Hardi dan mencium tangannya.


"sama-sama feri, bisa bertemu dengan mu adalah kebahagiaan yang luar biasa bagi kami sekeluarga, mengingat jasa dan bantuan keluarga mu lah, kami bisa hidup nyaman seperti sekarang ini!" sahut master Hardi dengan tersenyum ramah, sambil menepuk pundak feri.


"oh iya feri.. paman mau mandi dulu, hari sudah semakin siang, tengah hari nanti paman ada janji bertemu dengan seseorang, nanti kita lanjutkan lagi ngobrol nya, kamu santai saja dan anggap saja rumah sendiri, jangan sungkan bila perlu sesuatu!" pinta master Hardi dengan ramah dan santai.


"iya paman, saya juga mau mandi, biar lebih segar!" sahut feri dengan sopan.

__ADS_1


master Hardi pun mengiyakan dan berjalan menuju kamar nya, feri pun masuk juga ke kamar tamu yang di gunakan nya.


ia pun duduk di tepi ranjang sambil memandangi foto ibunya dan mencium foto tersebut dengan penuh haru.


setelah beberapa saat feri pun baru mengingat akan tawaran master Law yang meminta nya untuk ikut seleksi sebagai pengawal khusus.


"ikut seleksi atau mencari bibi Inah ya?" gumam feri sambil berpikir dalam hati nya.


feri pun membaringkan tubuhnya untuk sementara waktu, setelah berpikir ia pun berencana untuk pulang ke Jakarta pusat siang nanti.


"lebih baik aku mandi dulu baru beres-beres barang!" gumam feri sendiri dengan pasti.


setelah mandi dan berganti pakaian feri keluar untuk pamit meminta izin pada master Hardi sekeluarga, namun yang ada di ruang tengah hanya Haniyah yang sedang asyik menonton tv.


"Haniyah.. paman dan bibi kemana?" tanya feri dengan pelan, agar tidak mengagetkan Haniyah.


"ibu di dapur sedang masak, kalau ayah masih di kamar, kakak perlunya sama siapa?" sahut Haniyah tegas sambil terus menonton tv.


Haniyah melihat ke arah feri dengan tatapan penasaran.


"kok kakak rapi banget, mau kemana?" tanya Haniyah penasaran tanpa menjawab permintaan feri yang tadi.


"rencananya kakak mau pamit pulang ke Jakarta pusat siang ini!" sahut feri dengan tersenyum kecil.


"kok cepat banget sih kak pulangnya? baru juga 1 malam!" tanya Haniyah dengan ekspresi wajah sedikit manyun.


"ada sesuatu yang harus segera kakak selesai kan disana!" jawab feri dengan santai.


"iya deh, bentar adek panggil kan!" sahut Haniyah dengan ekspresi malas sambil berjalan ke kamar master Hardi.


feri mengeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Haniyah.

__ADS_1


tak berapa lama master Hardi pun keluar dari kamar dan di ikuti Haniyah yang langsung berjalan menuju dapur.


"ada apa fer?, kata Haniyah ada sesuatu yang penting!" tanya master Hardi dengan serius.


"oh.. begini paman, saya mohon izin untuk pamit dan berencana pulang ke Jakarta siang ini!" ucap feri dengan sopan.


"lho..kok mendadak sekali fer?" master Hardi kembali bertanya dengan serius lagi.


"ada sesuatu yang harus segera saya urus dan selesai kan secepatnya!" sahut feri memberi alasan.


"kamu mau naik apa kesana?, bis, atau kereta api?" tanya master Hardi tegas.


"mungkin naik bis saja paman!" jawab feri pasti.


terdengar samar-samar bunyi suara hp, master Hardi yang mendengar nya langsung masuk ke kamar.


ketika feri menunggu karena di tinggal master Hardi ke kamar.


"feri.. katanya kamu mau pulang ke Jakarta pusat siang ini ya?" tanya nyonya Halimah dengan sedikit bingung.


"iya bi.. ada sesuatu yang mendesak dan harus saya selesaikan!" jawab feri ramah.


"sebelum berangkat, kita makan siang bersama dulu, bibi sudah selesai masak kau tunggu saja di meja makan, biar bibi siapkan sebentar!" pinta nyonya Halimah dengan ramah dan penuh harap.


feri pun hanya tersenyum tanpa berani menolak, ia pun melangkah santai ke meja makan, dan duduk menunggu sendiri.


"feri.. baru saja pihak kepolisian tadi menelpon dan memberikan kabar, setelah menginterogasi beberapa orang yang menyerang kita tadi malam, pihak kepolisian telah mengetahui dalang yang menyuruh untuk menyerang kita, ia adalah tuan Rangga karena masih dendam padamu dan tidak bisa menerima atas apa yang kau lakukan padanya, dan sekarang mereka sedang berusaha melakukan pengejaran untuk menangkap tuan Rangga!" cerita master Hardi dengan pasti.


"tuan Rangga.. rupanya belum jera juga dia!" sahut feri dengan tatapan tajam.


"pantas saja hanya kau yang di semprot dengan cairan racun tersebut, rupanya agar kau tidak bisa melawan saat di serang malam tadi, kau di jadikan target utama oleh tuan Rangga!" ucap master Hardi serius dan memahami apa yang terjadi malam tadi.

__ADS_1


__ADS_2