Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Juga tidak mengurus nya.


__ADS_3

saat dalam perjalanan pulang.


"sebaiknya kita cari makan siang terlebih dahulu sebelum kembali ke rumah!" ajak master Law santai.


feri dan master Herman pun hanya mengangguk setuju mendengar ucapan tersebut.


mereka pun singgah di sebuah restoran, dan saat mereka menunggu pesanan mereka datang.


"3 hari lagi seleksi akan di mulai, dan ku harap kan kau bisa menjaga kondisi kesehatan mu feri, dan semua bekal untuk seleksi telah kau pelajari, jadi fokus lah untuk mengingat pelajaran-pelajaran yang telah kau dapatkan!" ucap master Law serius.


"iya yah.. akan saya ingat pesan ayah tersebut!" sahut feri tegas.


karena serius dengan pelajaran tadi, feri tidak ada membuka hpnya.


dan saat masih menunggu makanan mereka, ia pun melihat di hpnya beberapa kali panggilan tak terjawab dari Rita, dan ada pesan wa dari nya.


Rita mengabarkan bahwa mereka sekeluarga telah menaiki pesawat untuk kembali ke Indonesia, membaca pesan wa tersebut feri pun tersenyum sendiri dengan gembira.


dan setelah beberapa saat mereka menyelesaikan makan siang tersebut, mereka pun kembali ke mobil untuk kembali pulang ke rumah master Law.


setelah mobil berhenti di halaman rumah master Law.

__ADS_1


"ayah, kakak, saya permisi untuk langsung pulang saja, biar cepat beristirahat dan juga menemani uwak di rumah!" ucap feri dengan sopan.


"baiklah fer.. hati-hati di jalan!" jawab master Law dengan santai.


setelah itu feri segera menjalankan mobilnya meninggalkan rumah tersebut.


feri berniat untuk menemani uwak Faridah mengambil beberapa benda di rumah nya yang dulu, seperti permintaan nya pagi tadi.


saat telah sampai di halaman rumah, Miko terlihat mendekati feri saat ia turun dari mobil nya.


"mas feri, rumah di belakang telah selesai, kira-kira kapan saya bisa menempati nya ya?" ucap Miko dengan sedikit malu-malu.


"ooh iya mas.. terima kasih, nanti akan saya bicarakan dulu dengan istri saya!" ucap Miko dengan semangat.


setelah memasuki rumah nya, feri segera mandi untuk membersihkan diri, karena latihan tadi membuat tubuh nya sangat berkeringat.


setelah mandi dan berganti pakaian, feri menemui uwak Faridah di kamar nya.


dan setelah mengetuk pintu kamar, feri masuk dan menjumpai uwak Faridah yang sedang bersiap-siap.


"oh.. kamu sudah siap ya fer?" tanya uwak Faridah tegas sambil menatap feri melalui cermin yang ada di meja rias.

__ADS_1


"iya wak.. saya tunggu di depan ya wak!" sahut feri santai sambil menutup pintu kamar dan berbalik keluar rumah.


tak berapa lama uwak Faridah pun keluar, dan mereka pun segera berangkat menggunakan mobil.


dan saat di perjalanan menuju rumah uwak Faridah yang dulu.


"ee.. wak, 2 hari lagi saya akan mengikuti seleksi untuk menjadi anggota pengawal khusus, dan seleksi itu akan berlangsung selama 3 hari, jadi uwak nanti akan di temani Surya dan juga mas Miko sekeluarga dulu ya wak, mohon do'a restu nya wak agar saya bisa lolos!" ucap feri dengan sopan sambil tersenyum ramah.


"iya fer.. nggak apa-apa kok, semoga saja semua berjalan lancar dan sesuai dengan keinginan mu!" sahut uwak Faridah tegas sambil menatap feri dengan bersemangat.


"aamiin.. terima kasih do'a nya wak!" ucap feri bersemangat juga.


dan tak berapa mereka mulai memasuki kawasan perumahan yang cukup besar, dan kemudian berhenti di depan sebuah rumah yang cukup besar, tapi seperti kurang terawat.


di halaman rumah yang tidak terlalu luas itu, terparkir 2 buah mobil Innova rebound berwarna hitam.


"ini rumah uwak yang dulu ya?" tanya feri dengan sedikit berat.


"iya fer.. semenjak suami uwak meninggal rumah ini memang kurang terawat, dan seperti nya orang yang menempati sekarang ini juga tidak mengurus nya!" sahut uwak Faridah dengan sedikit sedih.


kemudian mereka pun turun dari mobil dan melangkah untuk masuk ke halaman rumah tersebut.

__ADS_1


__ADS_2