
melihat rombongan para pimpinan master sudah berhasil keluar, feri menghentikan jurus nya, dan perlahan menutup pintu utama dan menguncinya, dengan napas yang sedikit terengah-engah.
mendapati feri yang sudah berada di belakang pintu yang di tutup nya, master Roy dan master Maeda sedikit maju dan menatap nya dengan mata melotot dan wajah merah menahan marah.
sedangkan ketua pimpinan geng yang lain nampak sedikit ragu untuk maju, karena telah menyaksikan kehebatan feri.
kondisi di dalam aula laga tersebut sangat mencekam, ratusan mayat yang tergeletak dengan kondisi mengenaskan, sementara beberapa orang yang masih terdengar meringis kesakitan menambah suasana horor di tempat itu.
******
"dimana feri?" tanya master Law sedikit berteriak dengan tatapan cemas.
semua orang menghentikan langkah mereka mendengar pertanyaan master Law, dan mereka saling menatap bingung.
"saat kita keluar tadi, ia masih bergerak menyerang pasukan bantuan master Roy tadi guru!" jawab master Herman dengan napas yang berat.
"dan ini juga memang rencana feri master, untuk mengalihkan konsentrasi mereka tadi!" sahut Jordi menambahkan serta masih membopong tubuh Rian.
"Herman.. coba kau bawa beberapa orang untuk membantu nya, dan Rita coba kau telpon polisi dan minta mereka datang kemari, sedang kan sisanya tetap ikut bersama kami!" perintah master Law dengan tegas.
master Herman memanggil 4 pendekar perguruan nya, Jedi dan beberapa pendekar dari perguruan lain yang tidak terluka untuk kembali ke aula laga agar bisa membantu feri.
master Herman dan 30 orang lainnya berbalik lagi menuju aula laga, sedang kan para pimpinan master dan para master perguruan yang lain menerus kan langkah mereka menuju cafe & resto untuk menghindari kejaran anak buah dari master Roy.
******
"darimana kau bisa menguasai jurus bayangan hitam?" master Maeda bertanya penasaran.
"itu bukan jurus bayangan hitam, kenapa master Maeda? apa kalian takut sekarang?" jawab feri dengan sedikit memprovokasi.
"walaupun kau sudah banyak membunuh anak buah kami, kami tidak akan mundur,karena kami juga tahu, kau telah menggunakan jurus aneh tadi yang pastinya tenaga dalam mu sangat banyak terkuras, dan lagi kau hanya sendiri disini, sedang kami masih berjumlah 200 lebih!, ha.. ha.. ha.." ucap master ketua geng kapak dengan pasti.
"kalian semuanya.. cepat habisi dia!" perintah master Roy.
__ADS_1
para anak buah master Roy mulai maju dengan ragu-ragu, dan feri sedikit tersenyum sinis melihat tingkah mereka.
"ayo.. siapa yang ingin cepat menyusul teman-teman kalian ke alam baqa, maka majulah duluan!" sahut feri memprovokasi mereka.
bau anyir darah mulai menghiasi penciuman mereka, yang membuat sebagian besar mereka bertambah ragu-ragu untuk menyerang feri.
8 orang anak buah master Roy memberanikan diri maju untuk menyerang bersamaan.
feri pun melompat maju dengan cepat seperti bayangan yang terbang dan mengayunkan pedangnya.
"set..set.. set.." 3 kali ayunan pedang.
"aaarghh.. aaarghh.." 8 orang tadi jatuh dan meregang nyawa di hadapan teman-temannya.
feri menyeka darah segar yang ada di dahinya, karena terkena semburan darah dari salah seorang yang menyerang tadi.
melihat feri membunuh 8 orang teman-temannya dengan mudah, membuat yang lain mulai mundur.
"dasar pengecut!" bentak master Maeda marah, karena melihat anak buah mereka ketakutan.
feri melangkah mendekati 5 orang master yang berada di tengah arena sejak tadi.
"duk..duk..duk..duk.." suara pintu di gedor dari luar.
"braak.." suara pintu di dobrak dan terbuka lebar.
feri tetap berjalan dengan santai menuju tengah arena, tanpa melihat ke belakang siapa yang datang dari arah pintu yang di dobrak paksa.
"feri..!" suara master Herman yang memanggil, membuat feri berhenti sejenak.
terdengar oleh feri derap langkah kaki yang cukup banyak, menandakan master Herman tidak sendiri.
master Herman dan 30 orang lainnya sedikit bergidik ngeri melihat ratusan mayat yang bersimbah darah tergeletak dimana-mana.
__ADS_1
"kamu tidak apa-apa kan?" tanya master Herman ketika telah berada di samping feri.
"iya kak.. aku tidak apa-apa!" sahut feri yang masih menatap tajam ke arah master Roy dan para master ketua geng.
kemudian mereka pun maju lebih mendekat.
melihat master Herman dan 4 pendekar muridnya serta beberapa pendekar lainnya telah datang untuk membantu feri, master Roy dan master ketua geng mulai terlihat panik.
"kurang ajar kau feri.. kau benar-benar telah menghancurkan semua rencana ku!" bentak master Roy dengan mata melotot marah.
"kalian berlima lebih baik menyerah lah.. karena aparat kepolisian sebentar lagi akan datang!, karena anak buah kalian pun sudah tidak berani membantu, jadi kalian takkan bisa menang!" pinta master Herman dengan nada yang bijak.
"aku lebih baik mati, daripada harus menyerah!" sahut master Roy sambil bersiap menyerang.
"hiyaa.." master Roy melempar 3 bilah pisau terlebih dahulu ke arah feri, sebelum maju untuk menyerang feri.
feri menangkis 3 bilah pisau tersebut dengan mudah menggunakan pedangnya, kemudian master Roy datang menyerang dengan jurus cakar macan kumbang nya, feri melempar pedang nya ke samping, dan bersiap untuk pertarungan tangan kosong.
feri menghindari dan menangkis beberapa serangan cakar tersebut, dan sesekali membalas menyerang, tapi master Roy juga mampu menghindari atau menangkis serangan baliknya.
karena hanya master Roy yang menyerang, maka master Herman dan yang lainnya, hanya diam menyaksikan pertarungan duel tersebut.
baju depan feri robek terkena kibasan cakar master Roy, feri mundur beberapa langkah untuk bersiap.
feri membuka bajunya dengan cara merobek nya, karena sudah tak karuan bentuknya terkena cakar master Roy tadi.
master Roy kembali maju menyerang dengan jurus cakar nya yang berbeda.
feri memasang kuda-kuda yang aneh yang pernah di lihat master Herman dan 4 pendekar nya dahulu.
setelah beberapa saat saling jual beli pukulan, baik master Roy ataupun feri masing-masing telah merasakan terkena pukulan, dan ketika master Roy pertahanan nya sedikit terbuka feri dengan kekuatan penuh mampu menyarangkan tapak kembarnya ke bagian dada dan perut master Roy, yang mengakibatkan nya terpental dan menghantam bagian sisi panggung tempat para pimpinan master duduk.
master Roy masih mencoba untuk bangkit dengan bersusah payah, tapi tiba-tiba.
__ADS_1
"huaaah.." master Roy terlihat muntah darah, dan jatuh pingsan.
para master ketua geng yang melihat master Roy telah di taklukkan feri, mereka pun mengangkat tangan tanda menyerah kalah.