
ketika mereka hampir mendekati mobil, tiba-tiba puluhan orang keluar dari samping mobil-mobil yang berada di parkiran.
"sreeettt.. aaarghh!" salah seorang dari mereka menyemprot mata feri dan membuat ia mengerang kesakitan.
serangan mendadak tersebut membuat mereka kewalahan, feri yang tidak dapat melihat setelah di semprot cairan, mendapatkan pukulan dari beberapa orang, pendekar yang lain pun dengan mudah di hajar oleh orang-orang tadi, hanya master Hardi, master Dika, master Anwar yang masih bisa melakukan perlawanan, walaupun kalah jumlah.
perlahan feri berdiri tegak walaupun terus di pukuli, dan tiba-tiba feri mampu menghindar dan membalas pukulan mereka dengan mata terpejam.
dan feri mulai maju dan memukul jatuh beberapa orang yang tadi mengepung dan menyerang mereka.
perlahan-lahan feri mendekati master Hardi dan 2 master lainnya, melihat feri telah bergabung dengan ketiga master yang masih bertahan, dan membuat formasi bertahan 4arah dengan cara saling membelakangi, puluhan orang tadi nampak bersiap-siap lagi untuk menyerang.
"feri, apa kau baik-baik saja?" tanya master Hardi dengan sikap siaga bertarung.
"jangan khawatir master, saya masih bisa bertarung!" sahut feri dengan nada geram.
"tunggu apalagi.. seraaang!" ucap salah seorang memberi perintah.
puluhan orang yang mengepung pun maju menyerang bersamaan dari segala arah, master Hardi, master Dika, master Anwar dan feri pun melakukan perlawanan walaupun di posisi terpojok serta terkepung.
setelah beberapa saat pertarungan yang tidak seimbang jumlah itupun, tiba-tiba feri melompat dan seperti menghilang dari formasi, tiba-tiba.
"buuk..buuk..buuk.. aaarghh.. aaarghh.." suara pukulan yang keras dan diiringi erangan kesakitan serta beberapa orang yang nampak jatuh ketanah dari puluhan orang yang mengepung tersebut.
sedikit terlihat sebuah bayangan bergerak kesana kemari dan membuat para penyerang kebingungan dan banyak mengerang terjatuh saat bayangan tersebut melakukan pukulan yang keras.
melihat banyak orang nya yang berjatuhan.
"ayo mundur.. mundur!" perintah salah seorang dari mereka dengan tegas dengan sedikit berteriak.
feri menghentikan jurus nya karena melihat para penyerang berlarian menjauh.
tak lama kemudian suara sirine mobil polisi terdengar dan memasuki kawasan parkir restoran tersebut.
"maaf master.. kami sedikit terlambat!" ucap seorang komandan polisi dengan tegas.
__ADS_1
"tolong kalian amankan mereka dan cari tahu siapa yang telah menyuruh untuk menyerang kami!" pinta master Hardi dengan serius.
"siap master.. akan kami laksanakan!" Jawab komandan polisi tegas.
"amankan mereka!" perintah komandan pada seluruh pasukan nya.
tanpa perlawanan belasan orang yang masih terbaring di tanah karena tidak sempat melarikan diri, dengan mudah di tangkap dan di giring masuk ke mobil polisi.
"master, kami akan berusaha untuk mencari informasi siapa dalang di balik penyerangan ini!" ucap komandan dengan semangat.
"terima kasih komandan, aku tunggu hasilnya!" sahut master Hardi tegas.
setelah anggota kepolisian pergi membawa beberapa orang yang menyerang tadi.
"feri ayo kita ke rumah sakit untuk mengobati mata mu!" pinta master Hardi dengan serius.
"tidak perlu master.. saya hanya perlu beberapa lembar daun sirih dan kapur nya, apa master punya?" tanya feri dengan mata terpejam.
"kebetulan di belakang rumah istri ku ada menanamnya!" sahut master Hardi dengan pasti.
"kalau begitu biar saya obati sendiri nanti!" ucap feri dengan yakin.
"bagaimana keadaan anak buah anda master?" tanya feri sambil masuk mobil.
"jangan khawatir, biar master Dika yang membawa mereka mengobati luka-luka mereka!" sahut master Hardi santai.
mendengar ucapan master Hardi tadi membuat feri sedikit tenang, sambil menyandarkan tubuhnya pada bangku mobil.
"ayo Anwar, antar kami ke rumah ku!" pinta master Hardi tegas.
mobil pun mulai meninggalkan lokasi parkiran restoran tersebut, dengan di kemudikan master Anwar, tidak memakan waktu yang lama mereka pun sampai.
dan ketika mereka keluar dari mobil.
"Yadi.. kau petikkan beberapa lembar daun sirih di belakang rumah, dan langsung ambilkan kapurnya di dapur!" perintah master Hardi pada penjaga rumah nya dengan tegas.
__ADS_1
penjaga tersebut langsung berlari ke belakang rumah.
master Hardi menggandeng feri untuk masuk ke dalam rumah, dan mengarahkan feri untuk duduk di sofa ruang tamu.
"eeh ayah.. sudah kembali..!, apa yang terjadi pada nya yah?" tanya istri master Hardi dengan serius melihat feri duduk bersandar dengan mata terpejam.
"tadi kami di serang puluhan orang di parkiran restoran Hawaii, dan dia di semprot matanya, membuat matanya perih dan tidak bisa melihat!" sahut master Hardi dengan serius.
"kenapa tidak di bawa ke rumah sakit yah?" tanya istri master Hardi dengan nada khawatir.
"ia akan mengobati nya dengan cara herbal!" jawab master Hardi dengan yakin.
"master.. ini daun sirih dan kapurnya!" ucap penjaga yang di perintahkan master Hardi tadi.
"mana sirih dan kapurnya?" pinta feri dengan meraba-raba.
"ini feri..!" sahut master Hardi seraya menyerahkan ke tangan feri.
feri mengambil selembar daun sirih lalu mengoleskan kapur kemudian melipat nya menjadi persegi panjang yang kecil seukuran kacamata, dan lembar daun sirih kedua juga seperti itu.
"master..adakah sapu tangan atau sesuatu untuk menahan daun sirih di mata saya nanti!" pinta feri dengan sopan.
"tentu saja ada, sebentar ku ambil kan!" sahut istri master Hardi yang menjawab dan segera berjalan ke dalam kamar untuk mengambil nya.
"maaf master, tolong anda ikatkan biar daun sirih nya tidak jatuh!" pinta feri sedikit sungkan.
feri menempelkan 2 daun sirih tadi pada kedua matanya, dan master Hardi segera mengikat sapu tangan di bagian mata feri agar daun sirih tersebut tidak terjatuh.
"lebih baik kau istirahat di kamar feri!" ajak master Hardi dengan serius.
feri hanya mengangguk setuju, dan mulai berdiri, master Hardi langsung menggandeng tangan nya untuk mengarahkan jalan menuju kamar tamu.
setelah berada di kamar feri langsung berbaring tengkurap di kasur agar racun cairan pada matanya bisa secepatnya keluar.
"kau istirahat saja dulu, di samping kanan mu ada sebotol air mineral untuk mu!" kata master Hardi menjelaskan dengan rinci.
__ADS_1
"terima kasih master, nyonya, maaf telah merepotkan kalian!" ucap feri dengan penuh hormat.
"aah.. nggak apa-apa, jangan sungkan kalau perlu bantuan lagi, semoga cepat pulih!" jawab istri master Hardi dengan nada perhatian.