
saat feri dan uwak Faridah bersantai sambil mengobrol, nampak miko masuk ke ruang tamu itu bersama seorang wanita dan seorang anak kecil.
"permisi mas.. kenalkan ini istri saya Yani dan anak kami Miya!" ucap miko dengan hormat serta sopan.
"ooh.. saya feri, dan juga mulai sekarang uwak saya ini juga akan tinggal disini, jadi kita tidak akan merasa sepi disini, ha.. ha.. ha..!" sahut feri dengan bersemangat dan diikuti tertawa kecil dari yang lainnya.
"bagaimana pekerjaan di belakang?, apa sudah selesai?" tanya feri santai.
"kemungkinan besok selesai mas, karena tinggal finishing mencat nya saja!" jawab Miko pasti dan yakin.
"bagus lah.. biar secepatnya kalian bisa menempati rumah itu, dan nanti kalau perlu kita tambah saja bangunan nya, biar rumah itu lebih luas!" ucap feri dengan pasti.
"aah.. saya rasa nggak perlu mas, itu aja sudah lebih luas dari pada kontrakan kami!" sahut Miko dengan tersenyum malu.
"kita lihat saja nanti nya.. ha.. ha.. ha..!"
"mas Miko, mbak Yani jangan di antar pulang dulu ya, malam ini kita makan malam bersama, sekalian syukuran karena saya telah bertemu dan bisa tinggal bersama uwak Faridah disini!" ucap feri dengan tersenyum gembira.
Miko dan istrinya hanya mengangguk dengan saling menatap dengan tersenyum senang.
dan setelah itu uwak Faridah berdiri dan ingin mandi serta beristirahat sebentar di kamar nya.
feri mengantarkan uwak nya ke kamar dengan penuh perhatian.
"nanti malam kita sekalian beli baju ya wak, biar uwak bisa memilih sendiri nanti di toko kita!" ucap feri bersemangat.
"kamu punya toko pakaian ya fer?" tanya uwak Faridah sedikit terkejut.
"iya wak.. walaupun tidak terlalu besar, nanti uwak bisa lihat sendiri, dan sekarang uwak mandi saja dulu biar lebih segar!" sahut feri dengan sopan.
uwak Faridah tersenyum sambil mengangguk.
dan tiba-tiba hp feri berdering tanda panggilan masuk.
"saya keluar dulu ya wak!" ucap feri ramah sambil mengambil hpnya dari saku celananya.
dan setelah berada di luar kamar feri menerima panggilan tersebut yang ternyata dari Rita.
"halo beb.. gimana kabar kalian?" sapa feri dengan mesra serta tersenyum.
"kami disini baik-baik saja say.. oh iya, kata dokter kira-kira 3 atau 4 hari lagi, bang Ruslan boleh pulang, karena keadaan nya semakin membaik!" ucap Rita bersemangat.
__ADS_1
"waaah.. berita bagus tuh, nanti kau kabari saja kepastian kapan akan pulang nya, biar ku atur penerbangan untuk kalian pulang nanti!" ucap feri bersemangat.
"aduuuh.. jadi ngerepotin kamu terus jadinya!" sahut Rita sedikit berat.
"demi kalian sekeluarga, apa saja akan ku lakukan!" ucap feri dengan tersenyum menggoda.
"terima kasih ya say.. i love you!" ucap Rita dengan mesra.
"i love you to.." sahut feri gembira.
dan panggilan pun di matikan.
feri yang masih tersenyum-senyum sendiri di teras, melihat kedatangan Surya yang tersenyum padanya.
"tepat sekali kau datang Sur.. ada yang ingin ku bicarakan!" sapa feri santai saat Surya telah berada di depan nya.
"ada apa bang?, kayaknya penting banget!" tanya Surya penasaran sambil duduk di kursi.
"Sur.. kamu mau kan tinggal disini bersama ku?" ucap feri serius.
wajah Surya sedikit tegang mendengar hal itu.
"terus rumah saya gimana bang?" tanya Surya dengan bingung.
"terus nantinya saya kerja apa bang?" tanya Surya penasaran.
"rencana ku, kau bisa jadi kepala keamanan di toko kita, apalagi sekarang kan toko kita ada 2, selain toko pakaian, toko kosmetik di sebelah nya pun juga telah menjadi milik ku!" ucap feri serius.
"sekalian kau jagain Rita nanti nya, karena dia akan ku jadikan manajer di toko kosmetik itu!" ucap feri dengan pasti sambil tersenyum.
"waaah.. sekarang abang sudah jadi boss besar, saya ngikut rencana abang saja deh!" sahut Surya bersemangat.
"kalau untuk Leha ada lowongan nggak bang!" tanya Surya dengan tersenyum malu-malu.
"semua bisa di atur..!" jawab feri dengan tersenyum lepas.
"terima kasih bang.. saya nggak bisa bayangkan nasib saya, kalau tidak bertemu abang, mungkin hanya jadi pengamen sampai tua, hi.. hi.. hi..!" ucap Surya dengan tersenyum kagum pada feri.
mendengar itu feri hanya menggelengkan kepalanya.
"oh iya sur.. untuk kamar kamu kemaren, sekarang di tempati uwak Faridah ya.. kamu bisa pilih mau kamar di lantai atas, atau menempati kamar tamu di bawah!" ucap feri santai.
__ADS_1
"kalau itu gampang saja bang, tidur di sofa ruang tamu juga jadi.. hi.. hi.. hi..! sahut Surya dengan tersenyum santai.
feri pun tersenyum mendengar ucapan Surya.
"lebih baik kamu sekarang mandi, nanti malam kita makan bersama di luar!" pinta feri dengan pasti.
"oke bang.. saya masuk dulu ya!" sahut Surya tegas sambil berdiri dan melangkah masuk ke rumah.
dan kira-kira jam 6.30 malam semuanya mulai bersiap di teras untuk berangkat makan malam.
"kita makan malam nya di luar ya mas?" tanya Miko ragu-ragu dengan ekspresi bingung.
"iya.. kita makan di luar, kenapa?" ucap feri santai dan balik bertanya.
"terus rumah siapa yang jaga mas?" tanya Miko serius.
"kita tinggal saja beberapa saat dulu, tapi pastikan dulu semuanya sudah terkunci dengan baik!" jawab feri dengan tersenyum pasti.
feri melangkah ke garasi belakang untuk mengambil mobil Pajero sport nya, sedang kan Miko masuk ke rumah untuk memastikan semua pintu dan jendela telah terkunci dengan benar.
"waah.. mobil baru ya fer?" tanya uwak Faridah dengan pandangan kagum.
"iya wak.. sekalian saya nyoba bawa mobil ini, karena saya belum pernah mencoba nya!" sahut feri dengan tersenyum malu.
Surya membukakan pintu bagian samping belakang untuk uwak Faridah, yang akan duduk bersama Miko dan istrinya di bagian kursi tengah, sedang kan ia duduk di depan di sebelah feri yang menyetir mobil tersebut.
setelah mengunci pintu pagar Miko pun segera menaiki mobil, dan mulai meninggalkan rumah tersebut.
"malam ini uwak mau makan apa?" tanya feri dengan tersenyum ramah sambil menyetir.
"uwak ngikut kalian saja, terserah kalian mau makan apa!" sahut uwak Faridah dengan pasti.
feri hanya tersenyum dan sedikit mengangguk mendengar ucapan uwak Faridah.
dan setelah beberapa saat, mobil itu pun memasuki halaman mall Mentari.
"kita cari makan malam dulu, baru nanti mampir ke toko ku!" ajak feri bersemangat.
setelah memasuki mall mereka pun berjalan menuju pusat kuliner yang ada di mall tersebut dan memasuki sebuah restoran yang cukup besar dan ramai.
Miko dan istrinya nampak tersenyum kagum melihat restoran tersebut.
__ADS_1
setelah mendapat kan meja mereka pun mulai memilih menu masakan yang tersedia di restoran tersebut.