Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Jawaban tak terduga.


__ADS_3

Sore hari setelah beres-beres dan menutup toko, feri menunggu kedatangan Surya dengan mencoba belajar menggunakan hp android hadiah Cang Arsyad, tak berapa lama Surya pun datang.


"wiiihh.. hp android, baru lagi!" Surya berkata sambil menepuk pundak feri sahabat nya tersebut yang sedang belajar menggunakan hp.


"ajarin aku cara menggunakan hp ya Sur!" pinta feri.


"oke siap bang!" sahut Surya sambil menengok layar hp yang lagi di pencet-pencet Surya.


"emang mau belajar pakai hp disini?" tanya Surya karena feri masih duduk dan sibuk menggunakan hp nya.


"ya di rumah lah!" sahut feri berdiri dan mulai melangkah untuk pulang, Surya pun mengikuti dengan cepat.


malam harinya setelah makan malam, Surya pun mengajari feri cara menggunakan hp, dari cara menyimpan nomor kontak dan cara untuk menelpon atau sms, sampai belajar cara menggunakan sosial media.


setelah sudah paham beberapa cara menggunakan hp android nya, feri mengambil selembar kertas dan sebuah kartu nama dari dalam dompet nya.


kemudian ia mengirim pesan wa ke nomor-nomor yang ada dalam kertas, juga nomor yang ada pada kartu nama.


seluruh pesan wa sdh terkirim karena terlihat tanda centang 2.


"kamu mengirim pesan pada siapa? kok banyak banget?" Surya bertanya dengan penasaran.


"pada para penggemar ku!" jawab feri dengan sedikit tersenyum.


Surya menggaruk kepalanya yang tak gatal, karena semakin bingung.


"sudah larut malam, ayo tidur!" ajak feri pada Surya, yang juga langsung berdiri untuk masuk ke kamar masing-masing.


ketika Surya akan membuka pintu kamar.


"Sur.. terima kasih sudah ngajarin aku ya!" ucap feri dari depan pintu kamar.

__ADS_1


"sama-sama bang" jawab Surya dengan senyuman tipis.


di dalam kamar nya feri mengubah mode getar pada hpnya, agar bisa istirahat dengan tenang.


keesokan harinya feri dan Wawan baru selesai mengantarkan bahan bangunan, sesampai di depan toko sumber cahaya, terlihat beberapa mobil terparkir, dari sebuah mobil Van hitam keluar beberapa orang yang menggunakan seragam kaos hitam, nampak terlihat sangar dengan raut wajah yang serius mengamati sekitar lokasi toko.


setelah Wawan berhenti memarkir kan mobil pick up toko tersebut, Wawan dan feri saling bertatapan penuh tanya.


"fer.. kenapa di depan toko banyak orang-orang seperti berjaga-jaga?" Wawan bertanya karena tidak biasanya melihat keadaan seperti ini.


feri hanya menjawab dengan mengangkat kedua alisnya tanda tidak paham dengan situasi tersebut.


keduanya pun melangkah menuju gudang.


"feri..!" terdengar suara seorang wanita memanggil.


feri dan Wawan berhenti melangkah dan berbalik.


"di dalam toko ada banyak sekali orang yang mencari kamu!" jawab Widya dengan napas yang tidak teratur pada feri.


"aku kesana" feri menjawab dan berlari ke dalam toko.


Wawan dan Widya pun menyusul feri.


setelah feri sampai di dalam.


"feri..!"sahut Cang Ahlun melihat keberadaan datang nya feri.


semua mata tertuju pada feri yang melangkah masuk mendekat, Cang Ahlun duduk berdampingan dengan Cang Juki, sedangkan di hadapan mereka ada Tuan Rangga dan seorang lelaki kira-kira berumur 40 tahun dengan tatapan tajam pada feri, dan di belakang kedua orang tersebut terlihat puluhan orang memakai kaos hitam seperti orang-orang yang tadi berjaga di depan toko.


"ada apa ini Cang?" tanya feri pada Cang Ahlun setelah berdiri dekat meja mereka berempat duduk.

__ADS_1


Cang Ahlun belum menjawab pertanyaan feri.


tiba-tiba "feri.. kenapa kau menolak tawaran ku?" malah Tuan Rangga yang mengajukan pertanyaan nya.


"maaf tuan, saya lebih senang bekerja seperti sekarang ini!" jawab feri dengan menatap Tuan Rangga.


"oh ya!! atau kau ingin menerima tawaran yang lain?" sahut Tuan Rangga dengan nada selidik.


"aku tahu bahwa banyak para pengusaha yang lain mencoba membawa kamu untuk bekerja pada mereka" Tuan Rangga berkata kembali.


"memang.. selain Tuan juga ada beberapa orang yang memberikan tawaran, tapi semua juga saya tolak!" sanggah feri pada Tuan Rangga.


"ha..ha..ha.. baguslah kalau begitu!, memang nya berapa bayaran yang kau minta?, agar kau mau bekerja pada ku" Tuan Rangga tertawa dan bertanya dengan penasaran.


"mungkin perlu Tuan ketahui, bahwasanya tidak semua orang bisa di bayar dengan uang!" jawab feri dengan tegas.


"heii.. jaga ucapan mu anak muda!" hardik lelaki di sebelah Tuan Rangga.


Tuan Rangga mengangkat kanan tangan nya agar lelaki tadi diam.


"zaman sekarang siapa yang tidak memerlukan uang dan harta yang banyak?, dengan memiliki uang dan harta maka seseorang akan mendapatkan kebahagiaan!" Tuan Rangga berkata dengan nada sombong nya.


"kalau Tuan sudah banyak uang dan harta, tapi mengapa masih mencari pengawal?, berarti jelas kehidupan Tuan tidak bahagia, karena takut di rampas oleh musuh-musuh Tuan!"


feri menjawab dengan serius.


Tuan Rangga dan lelaki di sebelah nya melototkan mata dengan tatapan marah atas jawaban feri.


Cang Ahlun dan Cang Juki saling bertatapan, mereka benar-benar tidak menyangka feri dengan berani memberikan jawaban yang tak terduga seperti itu.


Cang Juki merasa gelisah melihat raut muka Tuan Rangga yang memerah karena marah, karena ia tahu benar apa yang akan dilakukan Tuan Rangga kalau berani menyinggung perasaan nya.

__ADS_1


__ADS_2