Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Kamu sangat beruntung.


__ADS_3

setelah dekat dengan meja kasir, feri menjumpai mas Miko dan mbak Yani serta Miya yang sedang menunggu Surya dan uwak Faridah yang masih memilih pakaian.


"mas Miko sama mbak Yani sudah milih bajunya ya?" tanya feri dengan ramah.


"sudah mas!" sahut Miko pasti.


"kalian ambil berapa sih kok sedikit sekali?" tanya feri serius sambil melihat beberapa lembar pakaian yang berada di meja kasir.


"saya sama yani 1 steel, Miya yang 2 steel mas!" jawab Miko dengan tersenyum malu.


"mas Miko dan mbak Yani serta Miya, saya kasih jatah 3 steel perorang, jadi pilih saja lagi!" pinta feri dengan tegas.


"aduuuh.. kami bingung milih nya mas, pakaian disini bagus-bagus semua!" sahut Miko dengan tersenyum kaku.


feri dan tuan Richard saling bertatapan dengan tersenyum puas mendengar ucapan Miko tadi.


"ya pokoknya mas pilih saja lagi, pilih yang kalian suka!" ucap feri dengan pasti.


mendengar desakan dari feri, Miko dan istrinya pun akhirnya kembali masuk untuk memilih pakaian lagi.


feri menatap mereka dengan perasaan senang.


"oh iya fer.. gimana kabar kerabat mu yang berobat di Inggris?" tanya tuan Richard dengan santai.

__ADS_1


"operasi nya lancar dan sekarang sudah dalam tahap pemulihan, kira-kira 2 atau 3 hari lagi akan pulang kesini!" jawab feri dengan pasti.


tuan Richard tersenyum kecil mendengar kabar tersebut.


tak lama setelah itu, Surya nampak datang dengan membawa beberapa pakaian di ikuti uwak Faridah.


"sudah selesai wak?" tanya feri dengan sopan.


"sudah fer, pakaian di toko mu ini bagus-bagus, dan juga lengkap, kamu sangat beruntung bisa memiliki toko ini!" sahut uwak Faridah dengan tersenyum puas.


"siapa ini fer?" tanya uwak Faridah serius sambil memandang tuan Richard.


"oh.. kenalin wak, ini tuan Richard.. dia lah yang mengurus semua bisnis pakaian ini!" jawab feri tegas.


tuan Richard nampak sedikit membungkuk hormat serta tersenyum sambil menjabat tangan uwak Faridah.


dan setelah Miko dan istrinya datang, pakaian yang di pilih mereka pun akhirnya di bungkus semuanya.


dan dengan perasaan senang mereka pun mulai meninggalkan toko tersebut setelah berpamitan dengan tuan Richard.


dan setelah sampai di rumah.


"mas Miko bisa pulang saja, sekalian mengantar istri dan anak mas, jadi besok pagi saja kesini lagi!" ucap feri dengan pasti.

__ADS_1


"tapi.. sekarang masih jam 9 kurang mas!" sahut Miko dengan yakin.


"biarlah, nggak apa-apa!" sahut feri dengan tersenyum ramah.


"terima kasih atas semua nya ya mas, sudah ngasih kami pakaian, ee waktu kerja juga di kasih bonus waktu, sekali lagi terima kasih!" ucap Yani sedikit menunduk hormat.


feri dan uwak Faridah hanya tersenyum sambil mengangguk.


dan Miko pun segera mengambil motor nya serta berlalu meninggalkan rumah tersebut.


setelah mengantar uwak Faridah ke kamar nya dengan membawa kan pakaian yang di pilih tadi, feri pun menuju teras rumah dan duduk bersama Surya.


"rumah mu sudah kau tawarkan untuk di kontrakan Sur?" tanya feri dengan serius.


"saya tawarkan pada bang Yono bang, tukang jual nasi goreng yang biasa mangkal di perempatan jalan!" jawab Surya pasti.


"yang punya 3 orang anak itu ya?, kamu pintain berapa?" tanya feri dengan penasaran.


"benar bang, bang yono itu.. dia bayar kontrakan pada haji Sodiq 600 perbulan, tempat nya kecil lagi, jadi saya tawarkan harga yang sama tapi rumah kita kan lebih luas, dan ada tempat untuk dia menaruh gerobak jualannya!" sahut Surya dengan pasti.


feri mengangguk-angguk mendengar jawaban Surya.


"kalau kamu ingin lebih membantu nya, kasih saja 500 perbulan!" ucap feri sambil menatap Surya dengan senyuman.

__ADS_1


Surya nampak mengerti dengan maksud pemikiran feri.


dan setelah beberapa lama mengobrol, feri pun masuk ke dalam rumah untuk segera beristirahat, sedang kan Surya mengunci pintu pagar terlebih dahulu dan juga menyusul masuk ke dalam rumah.


__ADS_2