
Surya nampak fokus mengemudi kan motor tersebut.
"makan dimana bang?" tanya Surya singkat.
"kita ke restoran master Chun!" sahut feri dengan tegas.
"oke bang..!" Surya menjawab semangat dan sedikit menambah kecepatan.
selain untuk makan malam, tujuan feri ke restoran tersebut untuk bertemu master Chun, dan sekalian meminta pendapat tentang seleksi menjadi pengawal khusus.
setelah memasuki lokasi restoran, feri turun di depan pintu masuk, sedangkan Surya memarkir motor di tempat parkir roda 2.
ketika Surya telah datang mereka pun masuk bersama ke restoran tersebut, seorang lelaki yang feri kenal nampak menghampiri.
"selamat malam, kamu pemuda yang dulu bersama master Herman kan?" tanya Risman dengan tatapan mata heran melihat perubahan penampilan feri.
"iya benar.. boleh kami masuk?" pinta feri sopan.
Risman hanya mengangguk tak berani menyinggung untuk membuat masalah seperti beberapa waktu yang lalu, walaupun sebenarnya ia sedikit keberatan melihat Surya yang berpakaian lusuh dan sedikit kotor ikut masuk bersama feri.
mereka pun mencari meja makan paling pojok, setelah duduk seorang pelayan memberikan daftar menu makanan yang tersedia, setelah memilih mereka pun memesan makanan yang diinginkan.
hp feri berbunyi nada pesan, setelah mengambil dari saku celananya feri pun tersenyum melihat Rita membalas pesan nya, yang isinya mengajak feri untuk bertemu, setelah membalas pesan tersebut, feri pun mencoba menelpon seseorang.
"halo ayah.. bagaimana kabar ayah?" tanya feri dengan sopan kepada master Chun yang menerima telpon darinya.
"baik.. kamu sudah pulang ya?" sahut master Chun santai dan balik bertanya.
"sudah yah.. ayah sekarang berada dimana?" tanya feri serius.
"syukur lah kalau kau sudah di Jakarta, seperti biasa ayah lagi restoran!" sahut master Chun tegas.
__ADS_1
"ada yang ingin saya bicarakan dengan ayah?, tapi ayah nggak sibuk kan?" tanya feri dengan serius.
"kebetulan aku lagi santai, memangnya mau bicara apa feri?" jawab master Chun dengan nada penasaran.
"begini yah.. saya mendapat kan beberapa informasi tentang asal usul keluarga saya, dan ingin segera mengetahui tentang semua hal keluarga saya, tapi saya harus mencari seseorang yang kemungkinan besar mengetahui keberadaan orang tua saya tersebut, sedangkan ayah Law meminta saya untuk mengikuti seleksi menjadi pengawal khusus, kata beliau semua itu untuk menunjang kehidupan dan karier saya di masa depan, menurut ayah mana yang sebaiknya saya dahulu kan?, mencari asal usul keluarga saya atau pekerjaan yang di tawarkan ayah Law?" tanya feri dengan gaya bingung.
terdengar oleh feri bahwa master Chun menghela napas nya dalam-dalam, tanda sedang berpikir sejenak.
"kalau saran ku lebih baik kau fokus dulu untuk sementara waktu mencari pekerjaan yang layak untuk masa depan mu, setelah itu baru lah kau fokus lagi untuk mencari asal usul keluarga mu, karena menurut ku tujuan mu yang pasti sekarang adalah masa depan, setelah kau dapat meraih masa depan, baru kau mencoba mencari asal usul kehidupan mu yang telah lalu, itu juga kalau kau mau menerima saran ku, semua keputusan ada padamu!" sahut master Chun dengan pasti.
"baiklah yah, terima kasih atas bantuan sarannya, semua yang ayah katakan tadi memang masuk akal, dan semua itu untuk kebaikan saya juga yang mau tidak mau harus menghadapi masa depan, saya akan mengikuti saran ayah, sekali lagi terima kasih!" ucap feri dengan bersemangat.
"sama-sama feri, semoga sukses!" sahut master Chun dengan tegas.
panggilan pun di matikan feri, dan saat ia akan menelpon seseorang lagi.
"ini semua pesanan tadi mas, silakan di nikmati!" ucap seorang pelayan restoran dengan ramah.
"ayo bang makan saja dulu, biar fresh untuk berpikir!" ucap Surya Sambil mengambil makanannya.
feri hanya tersenyum halus, dan mulai mengambil makanan yang berada di atas meja.
setelah beberapa saat mereka pun telah selesai menyantap makanan tadi, Surya nampak bersandar dengan santai pada kursi karena kekenyangan.
saat mereka masih duduk bersantai, hp feri tiba-tiba berbunyi dengan nada panggilan, feri melihat hpnya yang berada di atas meja dan membaca nama orang yang menelpon.
"ayah Law!" gumam feri pelan sambil membuka untuk menerima panggilan tersebut.
"halo.. ayah Law!" sapa feri dengan sopan.
"feri, kata master Hardi kau sudah pulang ke Jakarta pusat ya?" tanya master Law tegas.
__ADS_1
"iya yah..!" sahut feri singkat.
"bagaimana keputusan mu tentang seleksi pengawal khusus kemaren?, apa sudah bisa kau putuskan?" tanya master Law to the points.
"sudah yah.. dan keputusan nya saya bersedia mengikuti seleksi tersebut!" jawab feri dengan pasti.
"baguslah kalau begitu, aku senang mendengar keputusan mu, dan malam ini juga aku akan memasukkan namamu pada daftar seleksi nantinya, untuk kabar selanjutnya nanti aku kabari lagi!" ucap master Law bersemangat.
"terima kasih yah!" ucap feri dengan sopan.
panggilan pun di matikan.
"ayo Sur.. kita pulang, aku ingin secepatnya beristirahat!" ajak feri sambil berdiri.
Surya pun mengikuti feri dan berdiri dengan sedikit berat, karena masih kekenyangan.
setelah membayar semua tagihan makan tadi mereka pun berjalan keluar dan menuju ke parkiran motor.
"sini kunci nya.. biar aku yang bawa!" pinta feri dengan pasti.
Surya memberikan kunci motor tersebut.
tak lama kemudian mereka mulai meninggalkan lokasi restoran tersebut.
kira-kira 25 menit mereka pun tiba di rumah, Surya bergegas membukakan pintu rumah dan mereka pun masuk.
"Sur.. aku langsung ke kamar beristirahat ya!" ucap feri dengan santai.
"iya bang..!" sahut Surya sambil mengunci pintu rumah.
dan mereka pun beristirahat di kamar masing-masing.
__ADS_1