Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Merubah penampilan.


__ADS_3

mendengar ucapan feri, Jedi malah jadi pesimis bisa melakukannya.


"ku rasa aku tak mungkin bisa melakukan nya!" sahut Jedi dengan wajah pasrah.


perlahan hujan mulai reda, hanya sedikit gerimis kecil yang nampak, dan tak berapa lama hanya hawa dingin yang di rasakan mereka.


"mungkin untuk waktu singkat kak Jedi memang belum bisa sampai ke tahap saya tadi, tapi paling tidak ada sedikit peningkatan untuk malam ini!" ucap feri memberi semangat.


"tolong ambilkan 3 batang lilin!" pinta feri pada salah seorang murid yang terlihat kedinginan.


setelah lilin di ambil dan di nyalakan, feri meletakkan 3 lilin yang menyala tadi berbaris ke belakang dengan jarak 1 tapak tangan, kemudian ia pun duduk bersila di depan lilin yang paling depan dengan jarak kira-kira 1 meter.


"coba kakak perhatikan!" pinta nya pada Jedi.


feri bersiap dan dengan cepat melepaskan tinju kanannya ke arah lilin paling depan yang kini berjarak 5 cm dari kepalan tinju feri, lilin nomor 1 pun padam, yang nomor 2 hanya sedikit bergoyang dan tetap menyala, sedangkan yang nomor 3 tetap menyala tanpa terkena imbas dari kekuatan tinju feri.


"nah.. sekarang saya akan mencoba konsentrasi untuk memadamkan semua lilin!" ucap feri sambil menyalakan lagi lilin nomor 1 yang tadi padam.


master Chun yang sejak tadi berteduh di bawah gazebo mulai melangkah ke tengah arena latihan, karena hujan sudah reda.


feri bersiap dengan konsentrasi penuh, bahkan alis di kerut kan nya menandakan keseriusan nya.


setelah beberapa saat bersiap.


"haaaa.." teriak feri seraya melepaskan tinju kanannya dengan cepat.


"bleeeshh.." semua lilin padam oleh pukulan tinju tersebut.


semua yang ada lagi-lagi di buat kagum olehnya, belum hilang rasa kekaguman mereka, feri pun berdiri.


"coba kak Jedi yang lakukan.. mungkin untuk malam ini cukup 1 atau 2 lilin saja yang padam, itu saja sudah meningkat kan kekuatan tenaga dalam kakak!" kata feri memberi semangat.


"intinya adalah konsentrasi, dan mencoba mengalirkan tenaga dalam ketika melakukan nya!" feri berkata dengan penuh penekanan.

__ADS_1


master Chun mendekati dan menepuk pundak Jedi.


"kau pasti bisa melakukan nya!" ucap master Chun penuh semangat dan harapan.


"ayah.. saya mohon pamit saja, dan biarlah kak Jedi dan murid lainnya mencoba!" kata feri dan bersiap untuk pulang.


"besok pagi Jordi, master Law, dan Herman akan berangkat terlebih dahulu, untuk melihat persiapan disana, dan sorenya baru kita berangkat bersama dengan Jedi, dan untuk meminta izin Ahlun biar ayah yang akan berbicara langsung dengan nya!" ucap master Chun sambil berjalan menuju motor feri parkir.


"iya yah.. terima kasih!" sahut feri dengan penuh hormat.


feri pun memacu motornya agar secepatnya sampai ke rumah.


keesokan harinya feri bekerja seperti hari-hari biasanya, saat itu masih jam 9.30 pagi feri dan Wawan baru saja sampai setelah mengantar kan bahan bangunan.


ketika akan memasuki gudang di samping toko, feri melihat sebuah mobil Toyota Alphard Vellfire berwarna putih yang terasa tidak asing terparkir di depan toko, karena sudah beberapa kali melihat nya.


Ketika keluar dari mobil pick up angkutan bahan bangunan tersebut.


"feri.. di tunggu Cang Ahlun di ruangan nya!" sergah Salim memberitahukan.


feri bergegas menuju ruangan Cang Ahlun, dan sebelum masuk feri sempat merapikan rambutnya yang gondrong dengan memperbaiki ikat rambut di kepala yang selalu di gunakan nya.


"permisi Cang!" ucap feri membuka pintu.


"iya masuk fer!" jawab Cang Ahlun yang duduk berhadapan dengan seseorang yang sangat feri kenal.


"ayah Chun.." sapa feri dengan sopan.


"master Chun sudah memberitahukan ku, bahwa kalian akan pergi ke acara pertemuan seluruh perguruan di Jakarta barat, dan ia kesini untuk menjemput mu!" kata Cang Ahlun dengan pasti.


"tapi kata ayah malam tadi, kita akan berangkat sore, sekarang kan masih siang dan belum waktunya?" tanya feri sedikit bingung.


"sebelum berangkat aku ingin mengajak kau ke suatu tempat terlebih dahulu!" sahut master Chun dengan tersenyum.

__ADS_1


"pakaian mu sudah siapkan?" tanya master Chun lagi.


"sudah yah!" sahut feri singkat.


"Cang Ahlun aku izin bawa feri beberapa hari dulu ya!" pinta master Chun.


"iya master.. silakan!" jawab Cang Ahlun dengan ramah.


"saya pergi dulu ya Cang!" ucap feri sopan.


"iya.. hati-hati di jalan, semoga acaranya sukses!" Cang Ahlun berkata penuh harapan.


master Chun dan feri pun keluar setelah bersalaman, feri menuju gudang terlebih dahulu untuk mengambil tasnya serta menitipkan kunci motor pada Salim untuk Surya.


ketika menaiki mobil Alphard Vellfire milik master Chun.


"sudah siap berangkat fer?" tanya Jedi yang berada di kursi supir tersenyum kecil.


"siap kak!" sahut feri singkat.


di dalam mobil feri mengambil hp dan mengirim pesan singkat pada Surya, untuk mengambil motor di toko yang kunci motor nya di titipkan pada Salim, serta memberitahukan bahwa berangkat lebih awal.


kira-kira 15 menit perjalanan dari toko, mobil yang di kemudikan jedi berhenti di depan area pertokoan, ada beberapa toko mainan anak-anak, ada butik, salon dan toserba juga ada di area tersebut.


"mau kemana kita kak?" tanya feri dengan melihat bingung pada Jedi.


Jedi hanya tersenyum kecil tanpa menjawab.


"feri ayo kita turun, sudah saatnya kau merubah penampilan mu!" master Chun yang menjawabnya.


"merubah penampilan? maksudnya?" tanya feri makin bingung.


"aku ingin kau terlihat beda dan jauh lebih rapi ketika acara nanti, jadi kita akan merubah penampilan mu sebelum berangkat, dan yang pertama adalah merubah gaya rambut gondrong mu itu!" jawab master Chun seraya keluar dari mobil.

__ADS_1


"mau di apakan nanti rambut ku yah?" feri bertanya lagi setelah keluar dari mobil.


"kita lihat saja, yang bagaimana nanti tepat!" master berjalan menuju sebuah salon, feri hanya bisa mengikuti nya dari belakang.


__ADS_2