Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Sumpah perguruan.


__ADS_3

pertarungan seru antara feri dan kedua iblis masih berlanjut, nampak kedua iblis mulai kelelahan karena sudah lebih dari 30 jurus mereka belum mampu menyarangkan pukulan sedikit pun, sedangkan feri beberapa kali telah memukul mereka.


"Suroso.. bagaimana ini?, mengapa tidak kau hentikan saja pertarungan itu?, ingat janji kita dengan master Permadi!" tanya Qohar dengan tatapan sayu mengingat kan Suroso.


"memang nya siapa pemuda itu kang Qohar?" tanya Ngatimin bingung.


"nanti ku ceritakan, yang pastinya kita berhadapan dengan saudara sendiri!" jawab Qohar dengan tegas.


Ngatimin semakin bingung mendengar ucapan Qohar tadi.


"Wagiso, suradi, hentikan!" pinta Suroso lantang


mendengar perintah dari pemimpin iblis itu, 2 iblis ini pun menghentikan pertarungan.


keduanya nampak terengah-engah dan mencoba mengatur napas mereka.


Suroso tiba-tiba maju mendekati feri.


"feri.. jawab lah dengan jujur!, apakah kau murid master Nakamura?" tanya Suroso dengan serius.


feri menarik napas panjang, walaupun ia masih terlihat segar, tapi mendengar pertanyaan tadi feri sedikit terkejut karena mereka bisa mengetahui tentang Azuro Nakamura.


"dia ayah angkat ku, apakah paman mengenal nya?" tanya feri dengan santai.


"aku dan Qohar sempat beberapa kali bertemu dengan ayah angkat mu itu, kami juga yang menyaksikan bahwa ayahmu master Nakamura di angkat sebagai saudara oleh master Permadi guru kami, dan salah satu sumpah perguruan kami adalah saling melindungi dan membantu, baik itu saudara kandung atau saudara angkat!" ucap Suroso tegas.


tuan besar Edwin, dan kedua anaknya bingung melihat mereka mengobrol dengan akrabnya.


"Suroso kenapa kalian malah ngobrol dengannya?, cepat ringkus pemuda itu!" pinta tuan besar Edwin dengan tegas dan lantang.


"maaf tuan besar.. dia adalah saudara kami, jadi tidak mungkin kami saling bertarung!" sahut Suroso dengan pasti.


mendengar jawaban dari Suroso sang pemimpin 5 iblis, tuan besar Edwin dan anak-anaknya saling bertatapan.


"mereka saudara.. apa nggak salah?" gumam nona Maya dengan bingung.


"Suroso.. aku sudah membayar kalian dengan mahal untuk mengikuti dan melaksanakan keinginan ku, mengapa jadi begini?" bentak tuan besar Edwin dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"kami membatalkan perjanjian kita, dan jangan khawatir nanti akan ku kembalikan uang anda!" sahut Suroso dengan tegas.


"dan satu lagi tuan besar, saya peringatkan pada anda, karena dia adalah saudara kami, maka siapapun yang berani mengganggu nya maka sama saja mengganggu kami, harap anda ingat itu baik-baik!" Suroso berkata dengan pasti serta tatapan mata yang dingin.


"terus terang saja kalau kalian takut padanya, dasar pengecut!" bentak tuan muda Elson dengan mata melotot.


"jaga mulutmu tuan muda, ini masalah saudara bukan antara berani atau takut!" sahut Qohar dengan lantang.


mendengar jawaban itu tuan muda Elson melangkah mendekati.


"aku tantang kau feri untuk berduel dengan ku, jika kau kalah maka serahkan kembali toko pakaian tersebut!" ucap tuan muda Elson dengan yakin.


Surya yang merekam semua kejadian itu mengarah kan kamera hpnya pada tuan muda Elson.


"bagaimana kalau kau yang kalah?, apa yang ku dapatkan?" sahut feri lantang dan sedikit memprovokasi.


"apa yang kau inginkan?" tanya tuan muda Elson dengan tegas.


mendengar ucapan tuan muda Elson, feri diam sejenak memikirkan nya.


"kurasa rumah ini dan seluruh isinya, tidak semahal toko pakaian itu, bagaimana.. apa kalian setuju?" sahut feri dengan ragu-ragu serta tatapan mata yang tajam.


tuan muda Elson nampak membuat kuda-kuda dan bersiap menyerang.


tuan besar Edwin dan nona Maya nampak terkejut mendengar tuan muda Elson menyetujui kesepakatan tersebut.


"apa papah yakin kak Elson bisa menang?" tanya nona Maya dengan cemas dan khawatir.


"sejujurnya papah juga ragu, tapi mau gimana lagi?, hanya kakakmu yang bisa kita andalkan untuk merebut kembali toko pakaian kita!" sahut tuan besar Edwin dengan sedikit gelisah.


"hiiiiyaaatt..! teriak tuan muda Elson sambil berlari ke arah feri mengarah kan tendangan dengan terjangan, feri bergeser sedikit untuk menghindari nya, ia menyerang lagi gaya tinju terbang, namun tak mengenai feri, dan saat ia mengarahkan tendangan ke arah wajah, feri memberikan balasan dengan mengarahkan tapak tangan nya ke bagian dada tuan muda Elson dengan kekuatan 60 persen tenaga dalamnya.


"buuk.. aaarghh..." suara pukulan tapak tangan, diiringi suara erangan yang nyaring.


akibat pukulan kuat dengan tenaga dalam dari telapak tangan feri tersebut, membuat tuan muda Elson terpental sekitar 7 meter dan melayang di udara lalu tergeletak pingsan tak berdaya.


semua yang melihat kejadian itu terkejut dan terfana sesaat.

__ADS_1


"Elson.. kakak.." panggil tuan besar Edwin dan nona Maya bersamaan sambil berlari ke arah tubuh tuan muda Elson yang tergeletak diam karena pingsan.


"Elson.. Elson..!" panggil tuan besar Edwin lantang sambil mengangkat bagian kepala dan menggoyangkan tubuh putranya.


Nona Maya hanya menangis histeris melihat keadaan kakaknya.


"apa yang telah kau lakukan pada putra ku?" ucap tuan besar Edwin dengan geram dan tatapan mata yang tajam pada feri.


"dia hanya pingsan tuan besar, saya hanya menggunakan setengah tenaga dalam, jadi ia tidak apa-apa!" sahut feri dengan pasti.


"kalau terjadi sesuatu pada kakak ku, maka aku bersumpah akan membunuhmu dan memotong-motong tubuhmu biar daging dan tulang mu di makan anjing!" bentak nona Maya dengan suara serak karena sambil menangis.


mendengar ancaman dari nona Maya, feri hanya menggelengkan kepalanya.


"bagi seorang pendekar atau petarung, ini adalah sesuatu yang biasa terjadi, tapi saya yakin tuan muda hanya pingsan!" sahut feri dengan pasti.


"momo.. bantu aku mengangkat nya ke dalam rumah!" pinta tuan besar Edwin dengan tegas pada seorang penjaga.


setelah penjaga tersebut menghampiri, mereka pun langsung membawa tubuh tuan muda Elson ke kamar, agar bisa mereka rawat sebaik mungkin.


saat kelima iblis mendekati feri, tiba-tiba suara hp nya feri berdering tanda panggilan.


saat melihat nama pada layar hpnya, feri segera mengangkat nya.


"halo paman!" sapa feri singkat.


"feri.. aku cuma ingin memberitahukan bahwa dalang di balik penyerangan di restoran malam itu adalah tuan Rangga, dan sekarang dia sudah tertangkap saat melarikan diri di Yogyakarta!" ucap master Hardi pasti.


"rupanya dia ingin membalas dendam paman, karena telah kehilangan milyaran rupiah!" sahut feri tegas.


"kurasa juga begitu, ya sudah aku cuma memberi informasi itu padamu!" ucap master Hardi dengan serius.


"baik paman, terima kasih informasinya!" sahut feri dengan sopan dan mematikan panggilan tersebut.


"ada masalah ya fer?" tanya Qohar dengan penasaran.


"tidak paman, semua sudah beres, tadi master Hardi cuma menginformasikan bahwa dalang nya sudah tertangkap.

__ADS_1


"bagus lah kalau sudah beres!" sahut Qohar dengan santai.


__ADS_2