
setelah tuan Said berjalan masuk menuju ruangan nya.
"kak Jedi mau ikut ke cafe?" ajak feri dengan semangat.
"kau duluan saja, aku masih mau bertemu dengan teman ku!" jawab Jedi dengan pasti.
"oke lah.. saya ke cafe dulu ya kak!" ucap feri sambil berjalan menuju cafe.
Jedi hanya tersenyum kecil mengiyakan, dan feri nampak berjalan tergesa-gesa menuju cafe.
"selamat siang mas feri, silakan masuk mas!" sapa Julio dengan tersenyum ramah.
"terima kasih paman!" sahut feri santai.
setelah memperhatikan seluruh ruangan feri mendapati orang yang di carinya, dan ia pun segera menghampiri.
"salam hormat master Rudi, master Hardi..!" sapa feri dengan sopan.
"ooh.. feri, duduk fer, kamu udah makanan?" tanya master Rudi singkat.
"belum master!" jawab feri tersipu.
master Hardi nampak memberi isyarat pada seorang pelayan cafe, dan ia pun menghampiri.
"saya pesan nasi rames lauk ikan peda, dan es jeruk!" pinta feri setelah membaca daftar menu makanan.
setelah mencatat pelayan tadi pun segera pergi untuk menyiapkan pesanan feri.
master Hardi nampak lebih dulu selesai makan, dan setelah meminum teh hangat manis.
"kamu pasti ingin mendengar cerita tentang kedua orang tua mu kan?" tanya master Hardi dengan yakin.
"master memang luar biasa, saya belum mengutarakan nya tapi anda sudah tahu maksud dan tujuan saya!" sahut feri dengan menggelengkan sedikit kepalanya.
"ha.. ha.. ha.. kau memang pandai memuji feri, kalau kau ingin tahu ceritanya dengan jelas, ikut lah ke rumah ku, biar nanti ku tunjukkan beberapa barang peninggalan keluarga mu!" pinta master Hardi dengan ekspresi penuh semangat.
"baiklah master, kalau begitu saya kasih tau kak Jedi dulu!" sahut feri antusias sambil mengeluarkan hp nya.
dan feri segera mengirim pesan wa pada Jedi, untuk meminta izin pulang bersama master Hardi.
__ADS_1
"silakan tuan, di nikmati!" ucap pelayan cafe setelah menghidangkan makanan dan minuman pesanan feri.
"terima kasih!" jawab feri singkat.
ketika akan memulai makan, hp feri berbunyi nada pesan, setelah di lihat rupanya balasan dari Jedi mengiyakan.
"feri.. kami keluar duluan, mau beresin barang-barang di kamar, nanti jam 2 kita berangkat!" ucap master Hardi sambil berdiri dan master Rudi pun mengangguk dengan tersenyum kecil.
setelah kedua orang master tersebut pergi, feri pun terus menyantap makanan nya.
"mas feri.. mas kemana saja sih, setelah acara pemakaman pagi tadi ku cari-cari nggak ada!" ucap Rita dengan sedikit cemberut.
"setelah acara pemakaman aku keluar bersama tuan Said, ada urusan di luar!" sahut feri dengan santai.
"kamu sudah makan?" tanya feri balik melihat Rita yang mulai duduk di sebelah nya.
"sudah!" jawab Rita sedikit malas.
"kamu pulang sama siapa?" tanya feri sambil melihat sekitar.
"sama Ratna dan beberapa orang official acara!" Rita menjawab dengan sedikit tersenyum.
"maaf.. aku nanti pulang bersama master Hardi, dan langsung ke rumahnya di Jakarta Selatan!" jawab feri dengan tatapan sayu.
"memang nya mas ada urusan ya disana?" tanya Rita penasaran.
"iya.. mungkin beberapa hari aku disana!" sahut feri dengan pasti.
wajah Rita nampak lesu mendengar nya.
"nanti ku kabari kamu kalau aku sudah pulang dari sana!" ucap feri dengan pasti.
"janji ya?" pinta Rita dengan mengacungkan jari kelingking nya pada feri.
"iya janji..!" sahut feri dengan jari kelingking yang melingkari jari kelingking Rita.
Rita nampak ceria melihat wajah feri yang serius, dan mereka pun saling bertatapan beberapa saat sambil tersenyum.
"kamu berangkat jam berapa?" tanya feri dengan tersenyum kecil.
__ADS_1
"aahh.. ee.. jam 1 mas!" jawab Rita terbata-bata dengan wajah memerah tertunduk malu.
"astaga.. saya duluan ya mas, saya tunggu kabar nya!" ucap Rita terkejut dan langsung berdiri karena menyadari bahwa sebentar lagi jam 1.
feri hanya tersenyum dan mengangguk setuju.
"hati-hati!" ucap feri sedikit lantang membuat beberapa orang melihat nya.
Rita yang tergesa-gesa hanya tersenyum sambil melirik feri.
feri masih duduk menikmati es jeruk dengan tersenyum kecil mengingat kejadian barusan, setelah beberapa saat ia pun melangkah meninggalkan ruangan cafe tersebut untuk kembali ke kamarnya bersiap-siap.
sebelum jam 2 feri keluar dari kamar nya, dan sebelum keluar gedung feri menghampiri kamar master Law dan master Chun yang bersebelahan untuk pamit lebih dulu, setelah itu ia pun keluar gedung untuk menunggu rombongan master Hardi.
beberapa rombongan perguruan yang lain nampak menyapa feri dengan ramah saat bertemu di luar gedung.
tak berapa lama master Hardi dan 2 orang master, serta 4 orang pendekar dari perguruan jaga baya keluar dari gedung, 2 orang pendekar nampak sedikit berlari untuk mengambil mobil, feri menghampiri mereka dengan tersenyum ramah.
"feri.. sudah lama ya disini?" tanya master Hardi santai saat melihat feri.
"tidak master.. baru saja!" jawab feri sopan.
2 buah mobil Pajero sport berhenti di hadapan mereka, setelah menaikkan barang-barang di bagasi belakang, semuanya pun mulai masuk ke mobil dan mulai meninggalkan kawasan grand garden sentral tersebut.
ketika sudah berada di jalan raya, feri mengambil hp dan mulai menelpon, setelah beberapa kali nada panggilan.
"halo Surya.. aku ada urusan di Jakarta Selatan untuk beberapa hari, jaga dirimu baik-baik ya" ucap feri tegas.
"iya bang.. hati-hati ya!" jawab Surya.
"iya Sur.. kamu juga ya!" pinta feri dengan pasti.
feri pun mematikan panggilan tersebut, kemudian ia mengirim pesan wa ke Cang Ahlun dan juga Cang juki untuk izin lagi beberapa hari.
setelah itu feri pun meletakkan hp nya di tengah di antara master Hardi dan dirinya yang duduk di bangku tengah.
"sudah berapa lama kau di Jakarta?" tanya master Hardi membuka obrolan.
"hampir 4 bulanan master!" jawab feri singkat.
__ADS_1
obrolan itu pun terus berlanjut menghiasi perjalanan mereka, yang di bahas hanya sekitar pekerjaan, tempat tinggal dan beberapa hal umum lainnya.