Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
20.000 dollar.


__ADS_3

saat feri memasuki sebuah kamar yang dulunya di tempati tuan besar Edwin, ia mendengar nada pesan wa dari hpnya, dan ia pun segera membuka nya karena pesan wa tersebut dari Rita.


Rita memberikan rincian pembayaran yang harus segera dilakukan untuk biaya operasi Ruslan kakaknya, total yang harus segera di bayar berjumlah 20.000 dollar ke nomor rekening sebuah bank di Inggris.


karena tidak mengetahui tentang perbandingan uang dollar ke rupiah, feri pun segera menelpon tuan Richard untuk meminta bantuan.


setelah beberapa kali nada panggilan, tuan Richard pun akhirnya menerima panggilan tersebut.


"halo tuan Richard.. saya mau minta tolong lagi!" sapa feri serius.


"apa yang bisa saya bantu?" sahut tuan Richard tegas.


"pihak rumah sakit di Inggris meminta pembayaran segera untuk biaya operasi 20.000 dollar, apabila sudah di bayar barulah mereka akan melakukan operasi tersebut, yang jadi masalah saya tidak paham bagaimana melakukan pembayaran dalam bentuk dollar, bisakah tuan mengatasi ini?" pinta feri dengan sopan dan serius.


"20.000 dollar itu kalau di rupiah kan sekitar 288.000 juta rupiah fer, coba kamu kirim nomor rekening nya, aku yang akan melakukan pembayaran nya, karena perlu beberapa prosedur untuk mengalihkan mata uang kita ke dollar!" jawab tuan Richard pasti.


"baik tuan, dan juga kirim nomor rekening anda agar saya bisa transfer untuk biaya operasi tersebut!" ucap feri dengan serius.


"baik fer..!" sahut tuan Richard tegas.


feri pun segera mengirim rincian pembayaran biaya operasi itu ke tuan Richard, dan setelah ia menerima pesan wa nomor rekening dari tuan Richard, ia pun segera mentransfer 300 juta ke rekening tuan Richard.


dan setelah menunggu sekitar 10 menit ia menerima pesan wa dari tuan Richard, foto tanda bukti transfer pembayaran sebesar 20.000 dollar ke rekening bank di Inggris telah berhasil.


dan feri pun segera mengirim bukti pembayaran tersebut ke wa Rita.


Rita hanya membalas dengan stiker jempol dan terima kasih.


setelah melihat pesan wa itu, feri mencoba menghubungi Surya, dan setelah beberapa saat panggilan tadi di terima Surya.


"halo sur.. kamu dimana?" tanya feri singkat dengan santai.


"lagi di jalan bang arah pulang!" sahut Surya pasti.


"sendiri atau berdua?" tanya feri lagi dengan sedikit menggoda.


"sendiri bang.. Leha sudah saya antar pulang!" sahut Surya ketus karena di ejek.


"kamu share loc dong, biar aku jemput ya!" pinta feri pasti sambil berjalan keluar dari kamar.


"emang mau kemana bang?" tanya Surya penasaran.

__ADS_1


"pokoknya share loc aja, ku jemput sekarang!" ucap feri tegas.


"oke deh bang!" jawab Surya singkat.


dengan cepat feri mengambil kunci mobil CRV.


"coba CRV aja lah!" gumam feri dalam hati dengan yakin.


melihat feri menyalakan mesin mobil, miko segera membukakan pagar.


"saya keluar sebentar ya mas!" ucap feri lantang.


"iya mas.. hati-hati!" sahut miko sopan.


setelah beberapa saat feri pun tiba di titik lokasi yang di kirim kan Surya, nampak Surya sedang duduk di sebuah pot taman pinggir jalan raya sambil memainkan hpnya.


"tiit.. tiit.. Surya.. sini!" panggil feri lantang.


"ooh abang..!" sahut Surya terkejut sambil berdiri.


Surya pun segera masuk ke mobil tersebut.


"kapan abang jadi bisa nyetir?" tanya Surya bingung dengan alis mengkerut.


"besok bang baru mulai, tadi siang cuma mengisi formulir pendaftaran nya!" sahut Surya pasti.


"bagus lah.. karena mobil dah siap untuk kamu setirin, ha.. ha.. ha..!" ucap feri bersemangat sambil tertawa.


"maksud nya? abang dah punya mobil ya?" tanya Surya dengan semangat.


feri mengangguk sambil tersenyum.


"malam ini kita nginap di rumah baru ya!" ajak feri serius.


"di rumah tuan besar Edwin ya bang?, tapi saya nggak ada bawa baju ganti bang!" tanya Surya penasaran.


"iya.. rumah itu dah jadi milik kita, untuk masalah baju ku lihat ada beberapa baju yang masih bagus tidak di bawa mereka di lemari pakaian!" sahut feri dengan santai.


dan sebelum mereka sampai di rumah itu, mereka membeli beberapa makanan ringan dan minuman dingin untuk di nikmati setelah sampai nanti.


melihat mobil tuannya datang, miko langsung sigap membuka kan pagar.

__ADS_1


dan saat mereka telah berada di teras rumah dan meletakkan beberapa belanjaan mereka tadi, hp feri berdering nada panggilan.


setelah melihat tuan Richard yang menelpon, feri segera menerima nya.


"halo tuan.. ada apa ya?" tanya feri ramah sambil duduk di kursi.


"tadi sore tuan Dika pemilik toko kosmetik di sebelah toko kita menemui ku, karena ada masalah finansial dalam keluarga ia bermaksud ingin menjual toko dan seluruh barang yang ada di toko tersebut, ia meminta ku untuk membeli tokonya itu, karena dikira dia aku adalah pemilik toko collection kita, awal nya aku ragu untuk menceritakan ini padamu, tapi setelah ku pikir-pikir seperti nya bisnis yang satu ini cukup menjanjikan fer, jadi bagaimana menurut mu?" ucap tuan Richard serius.


"memang nya berapa harga yang ia minta?" tanya feri serius dengan tangan ke bawah dagu.


"untuk harga toko serta seluruh omzet barang yang ada ia meminta 250 milyar!" sahut tuan Richard pasti.


"begini saja, besok sore saya akan ke toko dan ingin berbicara langsung dengan tuan Dika itu!" ucap feri dengan semangat.


"baiklah fer.. besok akan ku atur pertemuan kalian!" sahut tuan Richard tegas.


"baiklah.. terima kasih tuan!" ucap feri sopan.


feri pun memutuskan panggilan tersebut, dan melangkah sedikit ke depan teras.


"mas miko!" panggil feri lantang.


"iya mas!" sahut miko dengan sedikit berlari mendekati feri.


"ini sudah jam 10 malam lewat, kok mas miko belum pulang juga?" tanya feri santai.


"iya mas nanti, biar nunggu teman mas feri pulang!" jawab miko tegas.


"kalau nunggu dia pulang, mas miko besok pagi baru pulang nya, hi.. hi.. hi..!" ucap feri dengan bercanda.


"ooh.. jadi dia nginap disini juga ya!" sahut miko malu dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Surya.. kenalin nih mas miko, yang jaga di rumah kita ini!" ucap feri tegas.


Surya dan miko pun saling berjabat tangan dan berkenalan.


setelah beberapa saat, miko berniat untuk segera pulang.


"mas miko, ini ada sedikit makanan ringan dan minuman, bawakan untuk keluarga mas di rumah!" ucap feri dengan tersenyum ramah.


"aduh, jadi ngerepotin nih mas!" sahut miko sopan dengan tersenyum, sambil menerima 1 kantong plastik hampir penuh.

__ADS_1


setelah membagi kunci gembok untuk pagar miko pun segera pulang, dan mengunci kan pagar rumah tersebut.


__ADS_2