Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Undangan khusus.


__ADS_3

mendengar nama Marina di sebut oleh feri, master Chun tiba-tiba berdiri, dan melangkah meninggalkan ruangan.


master Law mengerutkan alisnya, tanda masih berpikir.


tak berapa lama master Chun kembali dengan membawa sesuatu di tangannya.


"apakah Marina yang kau katakan rupanya seperti ini?" tanya master Chun memperlihatkan sebuah foto yang sengaja di ambil nya.


feri memperhatikan dengan cermat, karena usia foto tersebut lebih tua dari usianya.


"iya benar.. benar sekali!" jawab feri dengan yakin.


"bagaimana mungkin Marina masih hidup?" gumam master Chun tanpa sadar.


"memangnya apa yang terjadi master?" tanya feri penasaran.


"waktu itu Marina di culik oleh gerombolan bayangan hitam, yang di pimpin seiji Kobayashi musuh ayahmu, permusuhan mereka bukan hanya dalam bidang bisnis, tapi juga soal percintaan, ayahmu berhasil mendapatkan cinta Marina dan menikahi nya, Kobayashi yang tidak terima karena selalu kalah dalam segala hal, mencoba menculik dan memaksa ibumu agar menikah dengannya, aku, master Law, dan ayahmu serta beberapa anak buah ayahmu menyerang markas gerombolan bayangan hitam untuk menyelamatkan ibumu, Kobayashi yang sudah terpojok di tepi jurang, tiba-tiba melempar ibumu ke dalam jurang yang sangat dalam, kami tidak berhasil menyelamatkan nya dan mengira ibumu meninggal terjatuh ke dalam jurang, Kobayashi yang merasa puas karena sama-sama tidak bisa memiliki Marina ibumu memilih bunuh diri dengan terjun ke jurang tersebut, jadi kami mengira bahwa Marina telah meninggal!" cerita master Chun menjelaskan kebingungan mereka tadi.


feri mengangguk memahami maksud yang di cerita kan tadi.


"hanya Nakamura yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, dan bagaimana Marina masih bisa hidup!" sahut master Law penasaran.


"feri.. walaupun kau cuma anak angkat Nakamura, tapi kau juga berhak mendapatkan apa yang kami miliki, untuk anak kandung Nakamura pasti juga akan kami berikan suatu saat nanti!" sahut master Law kembali ke topik semula.


"maaf master Law, tapi itu terlalu berlebihan, saya masih muda dan masih bisa berusaha sendiri!" jawab feri.


"feri.. kami hargai ketulusan mu, tapi kami berdua sudah tua, jadi sebelum semua nya terlambat kami ingin melakukan sesuatu yang bisa membuat Nakamura bangga, jadi kami mohon jangan menolaknya, mungkin hanya dengan cara ini kami bisa sedikit membalas jasa Nakamura". perkataan master Law penuh dengan pengharapan.

__ADS_1


"kalau memang begitu terserah pada master Law dan master Chun saja, tapi jangan karena ingin membalas jasa ayah, jadi memberatkan kalian!" jawab feri pasrah.


"justru kalau kau menolak nya, itu yang akan lebih memberatkan kami!" sahut master Chun untuk lebih meyakinkan feri.


feri hanya menghela napas panjang, dan tidak bisa berkata lagi.


"satu lagi permintaan kami padamu feri!" master Law berkata sambil menatap master Chun.


mendengar itu feri kembali menatap dengan penuh tanya.


"mulai sekarang panggil lah kami ayah.. karena kau anak angkatnya Nakamura, maka kau juga anak angkat kami!" pinta master Law dengan penekanan.


"ba baiklah mast.. eeh, ayah Law, ayah Chun!" sahut feri bahagia dan membungkuk hormat pada mereka berdua.


"berarti mulai sekarang kau juga harus memanggil ku kakak saja!" timpal master Herman yang dari tadi hanya diam.


master Law kembali menepuk-nepuk pundak feri, karena bangga mempunyai keluarga baru.


"ayah Law, ayah Chun, Kaka Herman malam makin larut sudah waktunya kami pulang, terima kasih atas jamuan makan nya, dan terima kasih juga telah menerima saya sebagai keluarga!" feri berpamitan dengan penuh hormat.


"oh iya.. feri 5 hari lagi akan di adakan pertemuan 5 master dengan seluruh perguruan yang ada di propinsi Jakarta, ku harap kau bisa hadir, selain itu juga ada pertarungan antar perguruan, dan yang bisa hadir dalam pertemuan tersebut hanyalah orang-orang yang memiliki undangan khusus, jadi bisa dikatakan yang ada dalam pertemuan tersebut hanya para master, guru, serta pendekar!" ajak master Chun bersemangat.


"mmm.. seperti nya menarik, dimana acara tersebut di adakan?" feri bertanya antusias.


"taman grand garden sentral, di Jakarta barat, mungkin kau harus izin untuk 2-3 hari!" sahut master Chun.


ia seperti mengambil sesuatu.

__ADS_1


"ini undangan khusus untuk mu, jangan sampai hilang!" pesan master Chun.


feri menerima sebuah tanda seperti cendramata berbentuk bulat dari kayu, sebesar genggaman tangan berwarna merah,yang di tengahnya terukir gambar 5 naga berwarna kuning keemasan, dan mempunyai tali simpul merah yang bisa di gunakan untuk menggantung benda tersebut.


"terima kasih ayah, saya akan menyimpan sebaik mungkin, dan kami mohon pamit!" feri berkata setelah memasukkan undangan khusus tadi ke saku celananya.


"biar ku antar, sekalian juga aku ingin tau rumah kalian!" sela master Herman sebelum feri dan Surya berbalik.


"ahh.. kakak tidak usah repot-repot, kami bisa naik taksi!" sergah feri menolak dengan sopan.


"nggak apa-apa kok, inikan juga sudah larut malam, agak susah mencari taksi jam segini!"


master Herman sedikit memaksa.


"oke lah kalau gitu, terima kasih kak!" sahut feri pasrah.


"Herman.. setelah mengantar mereka, kau pulang saja, aku akan menginap disini!" ucap master Law.


"baik master!" jawab master Herman mengerti.


setelah memberi hormat mereka bertiga pun meninggalkan ruangan tersebut.


ketika melewati beberapa ruangan VIP terdengar masih ada pelanggan di dalam nya, begitu juga dengan ruangan biasa, walaupun tidak seramai waktu mereka masuk tadi, karena sudah tengah malam.


mereka pun masuk ke mobil dan mulai meninggalkan area parkir restoran.


karena larut malam hanya 10 menit mereka sampai di depan sebuah gang.

__ADS_1


__ADS_2