Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Bidang bahasa.


__ADS_3

sepeninggal miko, mereka berdua masih asyik mengobrol beberapa lama, sambil menikmati makanan ringan dan minuman dingin yang mereka beli tadi.


"bagaimana keadaan ibunya Leha Sur?" tanya feri dengan santai.


"sudah lebih baikan bang, dan ayah Leha juga bisa lebih fokus pada usaha mereka!" jawab Surya dengan yakin.


"bagus lah kalau begitu, terus hubungan kamu dengan Leha tambah lebih dekat dong?" tanya feri dengan sedikit mengejek, sambil menaikan matanya.


"ya itu juga karena bantuan dari abang, sekarang sikap pak Roji lebih baik daripada dahulu, dan seperti nya ia tahu kalau aku suka sama Leha!" sahut Surya dengan tersenyum malu.


"sudah larut malam Sur, aku mau pindah kan mobil-mobil itu dulu ke garasi belakang, kamu beresin dulu makanan dan minuman ini, dan pilih saja kamar yang kamu suka tapi yang paling depan itu kamarku!" ucap feri tegas sambil mengambil beberapa kunci mobil.


Surya hanya mengangguk setuju dan mulai membersihkan bekas makanan dan minuman tadi.


dan setelah ketiga mobil tadi telah berada di garasi belakang, feri pun masuk dan langsung menuju kamar depan miliknya untuk beristirahat.


dan baru saja feri merebahkan diri nya, tiba-tiba pintu kamar di ketuk dan langsung di buka.


"bang.. kasur nya empuk banget ya, sangat jauh berbeda dengan di rumah kita, hi.. hi.. hi..!" ucap Surya semeringah.


"syukuri aja Sur.. yang penting bisa tidur nyenyak, ha.. ha.. ha..! sahut feri santai dan mereka pun tertawa bahagia.


keesokan paginya, feri telah siap untuk berangkat ke rumah master Law, mobil CRV pun sudah berada di halaman, dan sambil menunggu Surya ia duduk di teras sambil menikmati secangkir teh.


terlihat miko datang dan sedang membuka gembok pagar dari luar, setelah masuk ia dengan tergesa-gesa mendekati feri.


"mas, istri saya bersedia untuk tinggal disini mas!" ucap miko semangat dengan senyuman gembira.


"syukur lah.. dan sekarang mas cari saja tukang bangunan untuk membuat sekat dinding di ruangan itu, nanti saya yang akan bayar!" sahut feri tegas dengan tersenyum senang.


"baik mas, kebetulan tetangga di kontrakan saya ada tukang bangunan mas, dan tadi ketemu ia bilang proyek kerjaan mereka sudah selesai 2 hari yang lalu, nanti saya hubungi dia agar bisa memulai mengerjakan nya!" ucap miko semangat sambil sedikit menjauh untuk menelpon.

__ADS_1


saat Surya sudah siap, mereka pun memasuki mobil dan mulai berjalan meninggalkan halaman rumah, dan saat telah berada di pintu pagar feri menyerahkan uang 2 juta rupiah untuk biaya menyekat ruangan yang akan di jadikan rumah miko.


dan saat di perjalanan.


"untuk sementara kamu pakai motor saja dulu, sampai kamu sudah selesai kursus mengemudi nya!" ucap feri tegas.


Surya tersenyum sambil mengangguk kan kepala nya.


dan saat tiba di rumah master Law, feri menyerahkan kunci motor nya agar bisa di gunakan Surya.


setelah berjabat tangan dengan master Law dan master Herman yang telah berada disana, Surya langsung pamit dengan mengendarai motor.


"rupanya kau sudah pandai berbisnis feri!" ucap master Law santai sambil tersenyum.


"aah.. cuma lagi beruntung yah!" sahut feri malu-malu.


dan tak berapa lama sebuah mobil sedan vios berwarna hitam memasuki halaman rumah master Law, dan nampak seorang lelaki tinggi berbadan gemuk berkacamata dengan kumis tebalnya kira-kira berusia 40 tahunan berjalan dengan pasti ke arah mereka dengan membawa tas kerja di tangan nya.


"pagi semua nya.. saya Rahman yang di beri tugas tuan firdaus untuk mengajar dalam bidang bahasa!" sapa lelaki bernama rahman dengan tersenyum hormat.


setelah mereka semua berjabatan tangan dengan ramah.


"feri.. ajak lah pak Rahman ke ruangan kerjaku, kamu sudah siap kan?" tanya master Law tegas.


"siap yah, kami masuk ya yah!" ucap feri semangat sambil berdiri dan mulai berjalan masuk.


dan saat berada di ruangan tersebut, nampak beberapa makanan dan minuman telah tersedia di atas meja untuk menemani kegiatan belajar mengajar tersebut.


"baiklah feri, untuk sesi pertama kita akan belajar bahasa Inggris terlebih dahulu, dan saya akan mencoba kamu untuk mengetahui seberapa besar penguasaan mu dalam bahasa Inggris!" ucap pak Rahman pasti sambil mengambil beberapa buku dari dalam tasnya.


feri hanya mengangguk setuju.

__ADS_1


dan pak Rahman pun memulai kegiatan belajar tersebut dengan beberapa pertanyaan pada feri.


karena lulus SMA di jurusan bahasa, jadi feri dengan cepat dapat mempelajari apa yang di ajarkan pak Rahman.


dan saat kegiatan itu telah berjalan kira-kira 2 jam setengah lebih.


"bahasa Inggris kamu lumayan bagus, jadi sekarang kita ke sesi yang kedua yaitu bahasa Arab!" ucap pak Rahman pasti sambil mengeluarkan beberapa buku lagi dari tasnya.


feri hanya diam sambil menerima buku dari pak Rahman.


karena telah banyak menguasai bahasa Arab, jadi feri tidak mempunyai kesulitan belajar perihal percakapan menggunakan bahasa arab.


karena kegiatan belajar bahasa itu bisa di pahami feri dengan cepat, maka sebelum sore hari pelajaran bahasa Inggris dan arab itu telah selesai.


dan saat berada di teras, feri dan pak Rahman tidak bertemu dengan master Law, setelah bertitip salam pada master Law, dan feri juga titip salam terima kasih pada tuan firdaus, pak Rahman pamit dari rumah tersebut.


"terima kasih atas bantuan anda pak!" ucap feri dengan hormat.


dengan tersenyum pak Rahman mengangguk dan berjalan menuju mobilnya, tak berapa mobil tersebut telah meninggal kan halaman rumah.


karena tidak bertemu dengan master Law, feri berjalan ke arah pos penjaga.


"bang.. ayah Law lagi keluar ya?" tanya feri pada seorang penjaga dengan sopan.


"iya mas, bersama master Herman!" ucap penjaga pasti.


"nanti kalau beliau datang, tolong katakan saya langsung pulang dulu, karena ada keperluan!" ucap feri dengan tersenyum ramah.


"iya mas feri, nanti akan saya sampaikan!" jawab penjaga dengan tegas.


dan feri pun segera masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan rumah master Law, dan saat di perjalanan feri baru teringat bahwa dari malam tadi tidak ada kabar dari Rita tentang operasi bang Ruslan.

__ADS_1


"apa mungkin dia kecapean jadi belum sempat memberi kabar, biar lah ku tunggu saja sampai malam nanti!" gumam feri dalam hati nya.


feri pun berniat untuk langsung menuju ke mall Mentari, untuk melihat keadaan toko kosmetik yang akan di jual dan bertemu langsung dengan tuan Dika sebagai pemilik toko tersebut.


__ADS_2