
dan saat feri membuka pagar rumah tersebut, nampak 2 orang lelaki berbadan besar keluar dari rumah tersebut dan menatap tajam dengan sangar pada mereka berdua.
saat mereka telah mendekati kedua orang tersebut.
"hei wanita tua, mau apalagi kau kesini?" tanya salah seorang lelaki yang berkumis tebal dengan sinis.
feri sedikit mengerutkan keningnya mendengar nada bicara lelaki tadi.
"maaf.. aku hanya ingin meminta izin masuk sebentar untuk mengambil beberapa barang pribadi yang masih ada di dalam gudang!" jawab uwak Faridah dengan sedikit ragu.
"tunggu dulu.. menurut tuan besar Fadil rumah dan semua barang-barang yang ada di dalam nya telah menjadi milik nya, jadi anda tidak boleh mengambil nya lagi!" ucap lelaki berkumis tebal tadi sambil melangkah ke depan.
"aku mohon.. barang-barang tersebut hanya peninggalan almarhum suami ku saja, dan kurasa kalian pun tidak akan bisa menemukan nya!" sahut uwak Faridah dengan penuh harap.
"ooh.. jadi barang-barang tersebut ada di tempat rahasia ya?, pasti itu barang berharga, kalau tidak ngapain juga sampai kau simpan di tempat yang tersembunyi!" ucap lelaki yang tadi berada di depan pintu.
"maaf bang.. saya mohon izin kan uwak saya untuk mengambil nya, dan kalau boleh biar kami yang meminta izin langsung pada tuan besar, beliau ini kan adalah kakak kandung tuan besar Fadil, jadi mungkin beliau bisa bermurah hati untuk mengizinkan nya!" ucap feri dengan sopan.
__ADS_1
"kami juga tau kalau dia adalah kakak tuan besar Fadil, dan kau tidak usah ikut campur dalam urusan ini!" sahut lelaki berkumis tebal tadi dengan tegas dan mata melotot seperti memprovokasi.
"ooh.. maaf bang, bukan saya ingin ikut campur, tapi kira-kira berapa ya, agar kami bisa masuk?, mungkin abang berdua bisa sedikit bermurah hati!" ucap feri dengan tersenyum ramah.
mendengar ucapan feri kedua orang lelaki tersebut nampak saling bertatapan, karena mengerti maksud perkataan feri tadi.
"nampak nya kamu pintar juga ya, bagaimana kalau 10 juta?" ucap lelaki berkumis tebal dengan tersenyum gembira.
"oke.. nggak masalah, boleh minta nomor rekening abang?, saya tidak membawa uang cash sebanyak itu!" sahut feri pasti sambil mengeluarkan hp nya.
kedua lelaki itu pun tersenyum saling menatap dengan mengangkat alisnya, dan kemudian mengambil hp nya juga.
"transfer berhasil ya bang!" ucap feri dengan pasti.
"iya.. sudah masuk, tapii..!" lelaki berkumis tebal tadi berkata dengan sedikit ragu.
"tapi kenapa bang?" tanya feri serius.
__ADS_1
"ini hanya untuk memasuki pintu depan, dan di dalam masih ada beberapa teman kami, jadi.. uang tadi belum cukup untuk sampai masuk ke gudang!" ucap lelaki berkumis tebal dengan sudut mulut nya tersungging.
"ooh.. maksud abang saya harus bayar lagi untuk mereka yang di dalam?" tanya feri dengan sedikit keras.
"naaahhh.. bagus lah kalau kamu mengerti!" ucap lelaki berkumis tebal tadi dengan senyuman liciknya.
feri menyadari bahwa kedua lelaki ini mau memerasnya.
"uwak mundur saja sedikit, seperti nya mereka perlu di kasih pelajaran tambahan!" feri berkata dengan sedikit berbisik.
uwak Faridah pun perlahan mundur beberapa langkah, dan setelah melihat jarak uwak Faridah agak jauh.
"kira-kira kalau saya patah kan salah satu kaki atau tangan abang, apa uang 10 juta cukup untuk mengganti nya!" ucap feri dengan bergetar menahan marah.
kedua lelaki itu pun melotot mendengar ucapan feri.
"ooh.. rupanya kau sudah bosan hidup ya?, berani mengancam kami, di dalam masih ada 10 orang teman kami, jadi lebih baik kau pergi dari sini, dan anggap saja 10 juta tadi untuk membayar masuk kalian ke halaman rumah ini!" ucap lelaki yang berada di depan pintu tadi dengan melotot.
__ADS_1
"benar anak muda, lebih baik pergi lah sekarang sebelum kami mengusir mu dengan cara paksa melempar mu keluar!" bentak lelaki berkumis tebal menimpali perkataan temannya.
feri menarik napas nya dalam-dalam, dan sedikit mengeleng-gelengkan kepala nya.