Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Kursus mengemudi.


__ADS_3

sudah hampir setengah jam feri menanti kabar dari tuan Richard, sejak tadi ia berjalan bolak-balik sambil sesekali melihat layar hpnya.


pak Rustam sekeluarga hanya bisa duduk terdiam dan berdo'a, karena bantuan dari feri lah harapan mereka satu-satunya.


tiba-tiba hp feri berdering tanda seseorang menelpon, semua tatapan tertuju pada feri, ia pun segera mengangkat setelah yang di tunggu sejak tadi akhirnya menelpon.


"halo tuan.. bagaimana?" tanya feri serius dengan singkat.


"aku berhasil mendapatkan seorang dokter spesialis bedah saraf di Inggris, dan berjanji akan tiba sore besok untuk membawa pasien yang akan di operasi, dia bersedia melakukan operasi setelah kerabat mu itu sampai disana, dan mereka juga yang akan memfasilitasi untuk penjemputan kerabat mu di bandara!" ucap tuan Richard pasti.


"bagaimana pesawat nya?" tanya feri serius dengan wajah mulai bersemangat.


"untuk pesawat, aku sudah berusaha mengatur keberangkatan nya secepat mungkin, dan pilot pesawat bersedia berangkat jam 5 pagi besok!" sahut tuan Richard dengan yakin.


"bagus lah kalau begitu, terima kasih sekali tuan atas bantuan nya!" ucap feri sopan.


"tapi untuk pembayaran sewa pesawat, pihak mereka meminta pembayaran nya di transfer paling lambat jam 4 pagi, kalau lebih dari jam tersebut mereka bisa membatalkan nya!" ucap tuan Richard tegas.


"tolong anda kirim nomor rekening pihak maskapai nya, aku akan segera transfer sekarang juga!" sahut feri dengan pasti.


semua yang mendengar ucapan feri tersebut membuat mereka semakin kagum pada sosok feri.


"karena yang ku dapatkan pesawat jet, jadi lebih mahal dari yang biasa!" ucap tuan Richard agak berat.


"nggak apa-apa tuan, memang lebih cepat lebih baik!" sahut feri dengan pasti.


feri diam sejenak.


"bagaimana biaya operasi nya?, apakah dokter tersebut meminta biaya operasi lebih awal juga?" tanya feri serius.


"dokter tersebut ingin melihat pasien secara langsung terlebih dahulu, baru ia bisa menentukan biaya nya!" sahut tuan Richard dengan pasti.


"baiklah.. anda benar-benar bisa kami andalkan, terima kasih tuan!" ucap feri dengan tersenyum sopan, dan ia pun memutuskan panggilan tersebut.


dengan tersenyum kecil karena gembira feri menatap tuan Rustam.


"besok pagi jam 5 pesawat akan berangkat membawa bang Ruslan ke Inggris, dokter bedah saraf sudah menanti kedatangan nya, dan apabila tidak ada kendala maka akan langsung di lakukan operasi!" ucap feri pasti.


"bagaimana kami akan menuju dokter atau rumah sakit setelah tiba di bandara Inggris?" tanya nia bingung.

__ADS_1


"pihak rumah sakit akan menjemput ke bandara tersebut!" sahut feri yakin.


"siapa saja yang akan berangkat kesana?" tanya ibunya Rita serius.


"itu tergantung kesepakatan keluarga, mau berangkat semua juga bisa, karena ini pesawat jet carteran jadi penumpang nya hanya bibi sekeluarga saja!" sahut feri dengan tersenyum kecil.


semua nya saling bertatapan satu sama dengan yang lainnya karena bingung untuk menentukan siapa saja yang akan berangkat.


"paman.. saya permisi pulang dulu, kalau mau ada yang di tanyakan nomor hp saya ada pada Rita!" ucap feri tersenyum sopan.


"terima kasih atas bantuan mu feri, kami tidak bisa membayangkan kalau saja kau tidak ada, sekali lagi terima kasih sebesar-besarnya!" ucap tuan Rustam penuh hormat dengan mata yang berkaca-kaca terharu.


"itu jadi kewajiban kita agar saling membantu paman, dan mohon maaf kemungkinan besok saya tidak bisa mengantarkan ke bandara, karena ada hal lain yang harus saya kerjakan!" sahut feri dengan tersenyum ramah.


pak Rustam sekeluarga hanya mengangguk penuh hormat atas bantuan feri.


"saya antar feri ke depan dulu ya yah!" pinta Rita dengan sopan.


lagi-lagi pak Rustam hanya mengangguk Sambil menepuk pundak Rita tanda mengizinkan.


setelah sedikit menunduk hormat dengan tersenyum feri mulai melangkah meninggalkan lorong tersebut dan diikuti Rita yang berada di samping nya.


setelah hampir sampai di halaman rumah sakit feri memesan taksi online untuk menjemput nya.


"aku ke dealer aja dulu mau ambil motor, minta tolong kau kabari penjaganya ya!" sahut feri dengan tersenyum kecil.


"iya mas!" sahut Rita dengan senyuman yang manis.


"Rita, mungkin beberapa hari ini aku akan sedikit sibuk untuk persiapan mengikuti seleksi menjadi anggota pengawal khusus, jadi bisa terlambat kalau chat aku!" ucap feri dengan tatapan penuh kehangatan.


Rita juga menatap dengan perasaan yang sama.


"iya mas, saya ngerti kok!" sahut Rita serius dengan tersenyum kecil.


Rita menggandeng tangan feri dengan penuh mesra, feri hanya tersenyum melihat tingkah pacar nya itu.


saat masih menunggu taksi online yang di pesan feri di depan rumah sakit.


"makasih ya mas, atas bantuan nya, maaf sudah merepotkan mas!" ucap Rita dengan sedikit sungkan.

__ADS_1


"iya, nggak apa-apa.. setelah ini kau bantu ayahmu untuk mempersiapkan keberangkatan besok, pasti kan semuanya beres dan jangan terlambat ke bandara nya!" ucap feri penuh perhatian.


"iya mas..!" sahut Rita dengan tersenyum.


taksi online yang di pesan pun datang.


"aku pergi pulang dulu ya, I love you!" ucap feri dengan tersenyum kecil.


"l love you to!" sahut Rita dengan senyuman yang manis sambil melepaskan pegangan tangan nya.


Rita melambaikan tangan saat taksi tersebut mulai berjalan, feri pun membalas lambaian tersebut dari dalam mobil itu sambil tersenyum.


saat dalam perjalanan feri membayar biaya pesawat dengan mentransfer ke nomor rekening yang di kirim kan tuan Richard.


setiba di dealer feri segera mengambil motor nya dan segera melanjutkan perjalanan menuju rumah.


walaupun sudah tengah malam namun suasana kota Jakarta masih terlihat ramai.


tak berapa lama feri pun sampai di rumah.


setelah beberapa kali mengetuk pintu, akhirnya Surya terbangun dan membukakan pintu untuk feri.


"saya kira abang nggak pulang!" ucap Surya parau karena baru tertidur.


feri hanya tersenyum mendapati sahabatnya tersebut, dan ia pun melangkah masuk.


"Sur, besok kalau ada waktu kau cari tempat kursus mengemudi, biar secepatnya kamu belajar, karena mobilnya sudah ada lho!" ucap feri dengan santai dan bersemangat.


"serius bang?" tanya Surya gembira.


"mmm" jawab feri sambil mengangguk.


"oke bang.. besok saya antar kan Leha dulu nyari obat, setelah itu baru saya nyari tempat kursus mengemudi tersebut!" jawab Surya bersemangat.


"oh iya bang.. uang yang abang kasih pagi tadi masih ada bang, cuma kurang 350 ribu untuk nebus obat dan makan, bentar saya ambil dulu!" ucap Surya dengan tegas sambil akan berbalik pergi ke kamarnya.


"udah pegang aja dulu, kamu pakai saja untuk biaya kursus mengemudi, dan sisanya terserah kamu!" sahut feri serius.


"haah.. bener bang?" tanya Surya kaget dengan mulut menganga.

__ADS_1


"iya serius!" sahut feri dengan tersenyum kecil.


Surya terlihat bingung dan hanya bisa tersenyum malu-malu, dan feri pun segera masuk ke kamarnya untuk istirahat.


__ADS_2