Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Mengembangkan bisnis pakaian.


__ADS_3

setelah makanan yang di pesan di hidangkan mereka pun menikmati nya dengan suasana yang gembira sambil sesekali mengobrol dengan penuh kekeluargaan.


dan setelah mereka semua selesai dan masih duduk bersantai.


"mungkin ini adalah makan malam bersama kita yang perdana, dan nantinya setelah mas Miko sekeluarga telah pindah di rumah kita, kita akan makan bersama seterusnya sebagai satu keluarga yang saling melengkapi!" ucap feri dengan tersenyum ramah penuh kehangatan.


mereka semua pun tersenyum penuh kebahagiaan.


"mungkin sebelumnya saya harus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kebaikan dan kemurahan hati mas feri dan yang lainnya, karena mau menerima kami dan menganggap kami sebagai keluarga, sekali lagi terima kasih!" ucap Miko dengan tulus dan penuh hormat.


"sebagai keluarga kita harus saling membantu, dan apabila ada masalah hendak nya kita hadapi bersama, dan mencoba untuk mencari jalan keluar nya yang terbaik, begitu kan fer!" sahut uwak Faridah dengan bijaksana.


"iya wak.. benar sekali, dan saya pribadi serta yang lainnya memohon bimbingan dari uwak sebagai orang tua yang lebih berpengalaman dari kami yang masih muda ini!" ucap feri dengan sopan.


"semoga kita bisa menjadi keluarga yang harmonis, dengan saling menghormati dan menyayangi, apalagi kamu feri dan Surya yang nantinya akan mencari pendamping hidup kalian, semoga jodoh kalian nantinya bisa menerima anggota keluarga kita yang sudah ada ini!" ucap uwak Faridah dengan tersenyum bahagia.


semuanya pun saling tersenyum bahagia.


dan setelah feri membayar tagihan makanan tadi, mereka pun mulai berjalan.


"sekarang kita ke toko, untuk mencari pakaian!" ajak feri dengan tersenyum ramah.


dan saat telah tiba di depan toko.


"ini toko kita wak!" seru feri bersemangat.


mendengar ucapan feri semua nya pun nampak terkagum-kagum, kecuali Surya yang telah mengetahui nya.


"kamu bilang toko nya kecil... ini toko besar sekali fer!" ucap uwak Faridah dengan tatapan kagum.


feri hanya tersenyum malu-malu.


"Maya collection.. nama siapa itu fer?" tanya uwak Faridah keheranan.


"ooh itu nama pemilik sebelumnya wak!" jawab feri pasti.


"kenapa nggak di ganti?, iya kalau nama pacarmu nanti Maya, kalau bukan? kan dia bisa cemburu, hi.. hi..!" ucap uwak Faridah dengan tersenyum kecil.

__ADS_1


"iya juga ya wak.. nanti saya ganti deh, yang pasti sekarang uwak, mas Miko, mbak Yani juga Miya pilih saja pakaian yang kalian sesuka hati, semua gratis untuk kalian!" ucap feri tegas dengan tersenyum pasti.


mendengar ucapan feri semua nya nampak bersemangat untuk memasuki toko itu.


"selamat malam tuan muda feri.. silakan!" sapa seorang penjaga ramah yang mengenali feri.


"terima kasih..!" jawab feri singkat dengan senyuman.


"Sur.. kamu temani uwak dulu ya, aku akan bertemu dengan tuan Richard dulu, mas Miko, mbak Yani jangan sungkan ya.. pilih saja beberapa pakaian yang kalian suka!" pinta feri dengan tersenyum ramah.


"iya mas.. terima kasih!" sahut Miko hormat dengan sedikit menunduk.


dan feri pun segera melangkah meninggalkan yang lainnya untuk masuk menemui tuan Richard.


saat berada di depan kasir.


"miftah.. tuan Richard ada?" tanya feri serius menyela kesibukan miftah yang sedang melayani pelanggan.


"ooh tuan muda.. ada, beliau baru saja masuk ke ruangan!" sahut Miftah pasti dengan sopan.


"ooh iya Miftah.. Surya ada membawa beberapa orang kerabat ku yang lagi memilih pakaian, nanti setelah mereka selesai masukkan saja tagihannya kepada ku ya!" ucap feri tegas dan pasti.


2 orang gadis pelanggan yang berada di kasir tersebut nampak menatap feri dengan penasaran.


setelah tersenyum mendengar jawaban Miftah feri pun segera melangkah masuk.


"memang nya dia siapa mbak?" tanya seorang gadis pelanggan tadi pada Miftah, yang masih bisa terdengar jelas oleh feri yang sedang berjalan masuk.


"dia pemilik toko ini mbak!" jawab Miftah pasti.


feri hanya tersenyum sendiri mendengar percakapan tersebut sambil terus memasuki lorong yang menuju ruangan tuan Richard.


setelah beberapa kali mengetuk pintu feri langsung membuka pintu.


"ooh feri.. silakan!" sapa tuan Richard dengan sedikit terkejut.


"maaf apakah saya mengganggu tuan?" tanya feri sopan sambil menarik kursi di depan meja kerja tuan Richard.

__ADS_1


"tidak feri, sama sekali tidak!" jawab tuan Richard tegas sambil tersenyum.


"bagaimana toko kosmetik, apa ada kendala?" tanya feri serius.


"sampai sekarang masih aman fer, cuma beberapa distributor barang yang biasanya memasok barang belum aku temukan, seperti parfum impor dan beberapa krim pemutih wajah yang biasa di cari pelanggan, karena stok yang ada sudah menipis, dan semoga saja dalam 3 hari ke depan aku sudah mendapatkan distributor barang tersebut!" jawab tuan Richard yakin.


"maafkan saya karena telah menambah pekerjaan tuan, tapi untuk semua itu saya akan memberikan gaji lebih untuk tuan!" ucap feri dengan pasti.


"aku hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua toko ini!" sahut tuan Richard tegas dengan bersemangat.


"tapi tuan tidak keberatan kan kalau nanti nya ada manajer baru yang akan mengurus toko kosmetik tersebut?" tanya feri serius.


"ooh.. sama sekali fer, justru itu akan membuat aku bisa lebih fokus pada toko pakaian ini!" sahut tuan Richard dengan pasti.


"oh iya fer.. apa kamu ada berniat untuk membuka cabang untuk toko pakaian lagi?" tanya tuan Richard serius.


"maksud tuan dimana?" tanya feri dengan sedikit bingung.


"di sebelah Utara kota ada pusat pertokoan baru yang akan selesai beberapa minggu lagi, ya siapa tahu kamu ingin membeli lagi toko disana untuk mengembangkan bisnis pakaian ini?" sahut tuan Richard serius dengan semangat.


feri nampak berpikir sejenak mendengar tawaran tuan Richard.


"saya sih belum terpikir kesana, tapi tidak ada salahnya kalau anda cari informasi mengenai harga toko disana!" ucap feri dengan pasti.


"oke baiklah.. semoga saja kita bisa mengembangkan bisnis ini biar lebih maju lagi!" sahut tuan Richard bersemangat.


feri mengangguk setuju dengan pasti.


"oh iya tuan.. di toko ada beberapa orang kerabat ku sedang memilih pakaian, tadi aku sudah minta Miftah agar tagihan nya di masukkan ke dalam pengeluaran ku!" ucap feri dengan pasti.


"itu tidak jadi masalah fer.. biar nanti jadi biaya pengeluaran reguler toko saja, karena toko ini milik anda, jadi itu bisa di masukkan dalam belanja modal!" sahut tuan Richard tegas.


"ooh begitu.. saya percaya kan sepenuhnya toko ini pada tuan, terima kasih tuan!" ucap feri dengan tersenyum ramah.


tuan Richard mengangguk pasti sambil tersenyum, dan feri pun berdiri untuk keluar dari ruangan tersebut.


"mari ku antar kau keluar!" pinta tuan Richard sopan sambil membukakan pintu.

__ADS_1


dan keduanya pun melangkah keluar.


__ADS_2