Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Tangan atau kaki.


__ADS_3

uwak Faridah nampak sedikit gelisah melihat situasi itu, sedang kan feri nampak masih tenang.


"saya sudah memberikan apa yang abang minta, jadi saya berhak untuk masuk dan mengambil barang yang ada di gudang, kalau abang ingin meminta lagi, saya akan memberikan tangan atau kaki abang yang patah pada teman-teman abang yang berada di dalam!" ucap feri dengan tegas dan sedikit memprovokasi.


"kurang ajar.. Ndot, beri dia pelajaran!" ucap lelaki berkumis tebal dengan mata melotot.


lelaki yang di perintah pun bergegas maju dan bersiap untuk menyerang feri dengan pukulan tinju nya.


"hiyaat.. hiyaat.. prak.. aaarghh!" 2 kali teriakan menyerang dengan pukulan mampu di hindari feri, dan terdengar suara sesuatu yang patah di susul erangan kesakitan dari lelaki yang menyerang tadi.


lelaki tadi terjatuh dan mengerang kesakitan sambil memegangi kaki kanan nya yang patah karena tendangan balasan feri yang sangat cepat dan keras.


lelaki berkumis tebal terperanjat melihat teman nya terjatuh dengan kondisi kaki kanan yang telah bengkok karena patah.


"heii.. teman-teman kita di serang!" teriak lelaki berkumis tebal dengan lantang untuk memanggil teman-temannya yang berada di dalam.


"silakan abang panggil semua yang ada di dalam, akan saya buat kalian menyesal semua!" bentak feri tegas dengan tatapan tajam.


"ada apa Dar?" ucap salah seorang lelaki yang paling depan.


10 orang yang baru keluar menatap dengan sangar pada feri setelah melihat seorang teman mereka berada di tanah dengan kondisi mengenaskan.

__ADS_1


"dia menyerang Bendot, ayo serang!" teriak lelaki berkumis tebal dengan lantang.


2 orang langsung menyerang dengan pukulan dan tendangan, tapi feri menangkis dengan mudah dan membalas dengan pukulan cepat yang mengenai dada dan perut mereka.


"aaarghh.. aaarghh..!" teriak kedua lelaki yang menyerang tadi terkena pukulan feri.


feri langsung maju lagi menghadang serangan dari 3 lelaki yang lain, dan dengan kecepatan dan kekuatan pukulan 10 orang tadi di buat tak berdaya dan telah mengerang kesakitan akibat keras nya pukulan feri.


lelaki berkumis tebal yang tersisa nampak ragu untuk menyerang, karena melihat feri dengan mudah mampu mengalahkan 10 orang temannya tadi.


"silakan abang pilih, tangan atau kaki yang mau patah?" ancam feri sambil melangkah maju mendekati nya.


feri menangkap kaki kanan lelaki berkumis tebal tadi dan menahan di bagian pinggang nya, dan mendaratkan satu pukulan tebas di pangkal paha nya.


"praakk.. aaarghh!" terdengar suara tulang patah yang di susul teriakan kesakitan.


kemudian feri melepaskan kaki tadi, dan lelaki berkumis tebal pun terjatuh di tanah dengan memegangi kaki kanan nya.


"wak.. uwak masuk saja, dan ambil barang yang uwak maksud, biar saya yang menjaga mereka!" ucap feri dengan pasti sambil menatap ke semua orang.


sebagian dari mereka yang masih bisa berdiri nampak menjauh untuk memberikan jalan pada uwak Faridah, dan tak berani menghalangi karena takut pada feri.

__ADS_1


setelah uwak Faridah masuk ke dalam rumah tersebut.


"bagaimana bang?, cukup kan 10 juta untuk kalian berobat?" tanya feri dengan sinis pada lelaki berkumis tebal.


"aa a ampun.. ka kami menyerah..! sahut lelaki berkumis tebal dengan terbata-bata karena sambil menahan sakit.


"untuk pengobatan kalian yang lain, minta saja sama abang ini, saya telah bayar 10 juta padanya!" ucap feri tegas sambil menunjuk pada lelaki berkumis tebal tadi.


10 orang yang tadi pun hanya saling bertatapan dengan bingung, karena belum mengerti sepenuhnya apa yang di maksud feri.


tapi mereka pun tidak ada yang berani bertanya.


dan tak berapa lama, uwak Faridah keluar sambil membawa sebuah kotak kardus, sebuah kotak kayu berwarna coklat.


feri langsung mengambil kedua barang tersebut untuk membantu uwak Faridah membawanya.


uwak Faridah nampak menggelitik ngeri saat melalui lelaki berkumis tebal tadi, karena melihat kaki kanan nya yang bengkok.


dan tanpa basa-basi mereka pun segera keluar dari halaman rumah tersebut, dan masuk ke dalam mobilnya.


mereka semua yang menjaga rumah tersebut pun saling membantu untuk menolong teman mereka yang masih terduduk di tanah.

__ADS_1


__ADS_2