Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Terfana.


__ADS_3

feri dan Surya pun mengikuti security tadi untuk menuju bagian pemasaran.


"silakan tunggu disini sebentar!" pinta security pada mereka.


security terlihat berbincang-bincang dengan beberapa orang, yang terlihat seperti sales dealer ini, dari beberapa orang tadi sesekali di antara mereka memandang feri dan Surya kemudian mengeleng-gelengkan kepala pada security tadi.


feri yang melihat keadaan tersebut, "mungkin di kira mereka kami hanya melihat-lihat saja dan takkan mampu membeli, karena melihat penampilan kami" gumam feri dalam hati.


"Sur.. kita lihat motor yang itu!" kata feri mengajak.


"iya bang!" jawab Surya, kemudian mereka melihat-lihat beberapa jenis motor yang ada di ruangan tersebut.


setelah beberapa lama, feri melihat tidak lagi mendapati security tadi bersama para sales.


"maaf mas.. apa ada yang bisa saya bantu!" seorang wanita yang cantik dengan rok hitam selutut dan memakai baju dealer Honda menyapa dengan ramah.


feri diam terfana melihat wanita di samping nya.


"bang.. bang..!" panggilan Surya menyadarkan feri.


feri menarik napas dalam-dalam.


"sa saya ingin membeli motor ini!" sahut feri terbata dengan sedikit malu-malu.


para sales yang tadi enggan melayani feri terlihat tertawa mengejek.


"nggak usah ta.. cuma buang waktu"


"ngapain kamu melayani pelanggan miskin itu"


"paling cuma lihat, nggak bakal bisa beli"


terdengar jelas oleh feri dan Surya hinaan dan cemoohan dari para sales itu.


tapi sales wanita tadi tidak menghiraukan nya.


"motor yang ini ya mas?" tanya wanita tadi dengan sopan.

__ADS_1


sejak melihat-lihat beberapa jenis motor tadi, feri tertarik dengan motor tersebut, dan berniat membeli nya.


"iya yang ini.." jawab feri dengan tatapan terkesima.


"ini Honda Vario 125 CC, untuk sekarang ini motor ini paling di gemari, baik orang tua maupun muda, harganya 22 juta 250 ribu rupiah, mas nya mau cash atau kredit?"


"cash saja.." sahut feri dengan pasti.


para sales yang tidak melayani bahkan menghina feri terdiam, mata mereka melebar karena mendengar feri membeli motor tersebut dengan cash.


"untuk proses pembayaran, apakah mau tunai atau kartu kredit?" tanya sales wanita tadi.


"mari mas kita ke kasir untuk pembayaran!" ajak wanita tadi.


mereka bertiga pun berjalan menuju kasir, ruang kasir berdekatan dengan tempat duduk para sales tadi, feri pun memandang mereka yang masih tak percaya bahwa feri yang seperti gelandangan mampu beli motor dengan cash.


"boleh pinjam KTP atau identitas yang lain mas?" pintanya.


feri yang menyerahkan KTP nya sedikit menunduk untuk membaca nama yang tertera di baju wanita tersebut.


"bisakan saya bayar dengan kartu ini?" feri bertanya dan memperlihatkan kartu ATM nya.


"ooh.. bisa massss..!! feri" jawab Rita sambil menyebut nama feri.


setelah bagian kasir menggesek kartu ATM pada mesin, dan feri memasukkan nomor pin ATM tersebut, terlihat jelas pada layar mesin bahwa transaksi berhasil.


"silakan mas feri duduk dulu, menunggu proses bukti kepemilikan!" Rita menunjukkan beberapa kursi yang bisa di gunakan oleh feri dan Surya.


"mas feri ini bukti kepemilikan motor anda dan stroke transaksi, serta kartu ATM anda" Rita menyerahkan beberapa berkas.


feri pun segera menyimpan kartu ATM nya di dompet, dan sekalian menarik beberapa lembar uang 100 ribuan, sedang kan berkas tadi di masukkan ke dalam kantong plastik bersama kotak hp.


"ini kunci motor dan surat jalannya, untuk STNK dan plat nomor motor, anda bisa mengambil disini 3 hari lagi!" ucap Rita dengan senyuman yang menawan.


feri hanya tersenyum tanda mengerti, dan menatap Rita dengan penuh kekaguman, karena tatapan tajam feri, Rita jadi sedikit menunduk malu.


"Rita.. tempat toko penjual helm terdekat dimana ya?" tanya feri.

__ADS_1


"kira 300 meter arah ke kiri dari sini" jawab Rita sambil menunjukkan arah nya.


"terima kasih ya!" sahut feri sambil menarik tangan kanan Rita untuk menyerahkan uang yang sudah di siapkan nya.


"apa ini mas?" tanya Rita terkejut ketika tangan feri memberikan sesuatu yang cukup tebal.


"itu bonus, karena sudah melayani kami dengan baik!" feri menjawab dengan senyuman puas sambil melangkah ke halaman dealer, dimana motor yang baru di belinya terparkir.


Rita hanya tersenyum mendengar pujian feri, ia merasakan sesuatu yang cukup tebal ada di genggaman tangan kanannya, karena penasaran ia pun melihat nya, ia hampir tak percaya, karena orang yang terlihat biasa saja telah memberi bonus sebanyak itu.


para sales yang menyaksikan nya hanya tersenyum kecut, dan tertunduk karena menyesal telah mengabaikan feri.


"wiiihh.. bonus kamu banyak banget ta!" ujar salah seorang dari mereka karena melihat tangan Rita tak mampu menyembunyikan uang bonus dalam genggaman nya.


Rita hanya tersenyum sambil berlalu pergi dari hadapan mereka.


*******


setelah keluar dari dealer dengan menggunakan motor Honda Vario 125 CC itu, feri dan Surya pun membeli 2 buah helm, kemudian berkendara menelusuri jalanan kota Jakarta.


"bang.. kaya nya dah waktunya makan siang nih!" ucap Surya dengan menepuk perut nya.


feri hanya tersenyum memahami kondisi perut Surya.


"kita coba makan disitu!" sahut feri dan mengarahkan motor nya masuk ke halaman sebuah rumah makan yang cukup besar.


feri dan Surya pun masuk dan mencari sebuah meja di pojok ruangan.


seorang lelaki pelayan rumah makan yang menghampiri meja mereka, menatap dengan mengerutkan dahi nya, karena melihat pakaian mereka yang terlihat biasa saja.


"mau pesan apa mas?" tanya pelayan tadi dengan nada ketus, melihat feri dan Surya yang sedang membaca daftar menu.


"saya pesan nasi rawon dan segelas teh hangat manis!" sahut feri memesan.


"saya nasi uduk dengan lauk ayam geprek dan segelas es teh" ucap Surya memesan makanan nya.


tidak butuh waktu lama untuk menyantap makan siang mereka, setelah membayar mereka pun keluar dan melanjutkan perjalanan, untuk menikmati keramaian jalanan kota Jakarta.

__ADS_1


__ADS_2