Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku

Bodyguard Ku Adalah Kakak Kandung Ku
Latih tanding.


__ADS_3

hari sudah semakin sore, feri dan Surya pun berniat untuk pulang, setelah berjalan mengendarai motor.


setelah membeli makanan untuk makan malam, mereka pun melalui kawasan pemukiman padat penduduk tersebut pertama kalinya menggunakan motor, beberapa orang yang biasa melihat mereka berjalan kaki tersenyum kecil karena tidak seperti biasanya.


"waah.. nggak capek jalan kaki lagi nih"


"motor ya mas feri, boleh dong kapan-kapan minjam"


mendengar celotehan orang-orang feri dan Surya hanya tersenyum.


ketika sampai di depan rumah beberapa orang tetangga menatap kagum pada mereka, karena mengalami peningkatan kehidupan.


ketika malam hari, feri dan Surya nampak makan malam bersama, menikmati makanan yang mereka beli sebelum pulang sore tadi.


"Sur.. kamu punya kenalan anggota kepolisian yang bisa mengurus pembuatan SIM nggak?" tanya feri serius.


Surya nampak terdiam mengingat-ingat nya.


"kenapa nggak minta tolong sama kak Herman saja?, orang seperti dia pasti mempunyai teman dari anggota kepolisian!" jawab Surya dengan nada pasti.


"benar juga ya, kenapa aku nggak kepikiran ya?"


sahut feri tersadar.


ia pun mengambil hp dari dalam kamar, dan mencoba menghubungi master Herman.


tak lama pun terdengar jawaban.


"halo.. ada apa fer?" sahut master Herman.


"begini kak, saya mau bikin SIM C apakah kakak bisa membantu saya?" tanya feri langsung ke tujuan maksud nya.


"kamu kirim saja foto KTP, nanti kakak uruskan!" jawab master Herman singkat.


"kalau untuk kami berdua bisa kan?" tanya feri kembali.


"jangan kan cuma berdua, untuk 20 orang juga bisa! ha..ha.." jawab master Herman dengan sedikit bercanda.


"ooh.. iya deh kak, nanti saya kirim foto KTP kami berdua, terima kasih ya kak, maaf merepotkan!" sahut feri dengan sopan.

__ADS_1


"iya.. sama-sama fer" jawab master Herman, dan mengakhiri panggilan tersebut.


"SIM yang satu lagi untuk siapa bang?" Surya bertanya pelan.


"iya kamu lah Sur!, masa untuk pak Cecep" sahut feri dengan tegas.


"Mana KTP mu, biar ku foto dan ku kirim pada kak Herman!" pinta feri segera.


setelah selesai mengirim foto-foto KTP, feri meletakkan hpnya di lantai, tapi tiba-tiba hpnya berdering tanda panggilan, terlihat di layar hp nama pemanggil.


"halo.. ayah Chun!" feri menjawab panggilan tersebut.


ternyata master Chun yang menelpon.


"feri.. kamu ingatkan tentang pertemuan seluruh perguruan?, dan waktu nya hanya tinggal 4 hari lagi, jadi ayah mau minta bantuan kamu, tentunya kalau kamu bersedia sih!" ucap master penuh harap.


"memangnya apa yang bisa saya bantu yah?" tanya feri.


"begini fer, dalam pertarungan seluruh perguruan di acara nanti akan di wakili oleh anak kedua ku Jedi, dan memang untuk sementara di perguruan ku ia yang paling tangguh, jadi aku mohon kau bersedia untuk menjadi lawan dalam latih tanding nya, agar bisa lebih meningkatkan kemampuan bertarung nya, dan kurasa hanya kau yang bisa ku mintai pertolongan juga lawan yang pantas buatnya" pinta master Chun menjelaskan maksudnya.


"kemungkinan saya bisa bantu, cuma saya hanya punya waktu dari sore sampai malam saja yah!" sahut feri dengan sopan.


"kalau kamu bersedia, kapanpun waktunya akan kami tunggu!" master Chun berkata dengan nada semangat.


"iya fer.. terima kasih atas bantuan mu, kami tunggu kedatangan mu!" sahut master Chun bersemangat.


setelah panggilan terputus, feri pun beranjak menuju kamar untuk beristirahat tidur, Surya tanpa komando pun segera berjalan ke kamarnya.


rasa lelah sangat mereka rasakan, karena hampir seharian berkeliling mengitari kota Jakarta,dan tak butuh waktu lama, mereka pun tertidur dengan nyenyak.


keesokan harinya, sebelum berangkat kerja feri memasukkan 1 steel pakaian ke dalam bagasi jok motor nya.


"Surya.. sore nanti apakah kamu mau ikut ke ayah Chun?" tanya feri sambil memasukkan pakaian nya tadi.


"sore nanti aku ada janji sama teman, mungkin abang aja!" sahut Surya sambil mengunci pintu rumah nya.


"iya sudah..kalau kamu nggak bisa!" ucap feri.


tak lama setelah itu mereka berangkat bersama, karena memakai motor tak sampai 10 menit tiba lah di toko sumber cahaya.

__ADS_1


"oke bang.. aku ngamen dulu ya!" ucap Surya seraya melangkah meninggalkan feri.


di depan toko nampak Salim, Wawan, Lia sudah tiba lebih dulu, melihat feri datang menggunakan motor baru mereka pun sudah kasak kusuk sambil tersenyum menyambut kehadiran feri.


"waaahh.. ada yang masih rayon motor baru nih!" celetuk Salim dengan lantang.


"rupanya izin kemarin untuk ke dealer ya?" timpal Wawan dengan sedikit mengangkat-angkatkan alis matanya.


sindiran canda dari mereka hanya di jawab feri dengan senyuman, dan menjabat tangan mereka.


"fer.. bisa dong kita jalan-jalan!" ucap Lia tersipu ketika feri menjabat tangan nya.


Lia seperti nya menyukai feri, dan sering memberikan perhatian yang lebih padanya.


tapi feri seperti nya masih belum menyadari nya, Lia wanita yang cantik dan sopan tapi bagi feri perhatian Lia padanya hanya sebagai teman sesama karyawan toko.


setelah bekerja seharian seperti biasa, sebelum toko di tutup feri membersihkan diri dan berganti pakaian.


"wah..waah.. yang punya motor baru, kayanya mau jalan terus nih?" goda Ali yang sudah berada di parkiran.


"tebakan mas Ali memang top!" sahut feri dengan mengacungkan jempol nya.


karyawan yang lain hanya tersenyum melihat tingkah feri.


feri pun membuka hpnya dan mengaktifkan google map untuk menuju rumah master Chun, dan bergegas pergi.


dengan panduan aplikasi google map, sekitar 25 menit feri pun memasuki komplek perumahan elit bernama Cluster Dahlia, dari luar saja terlihat rumah-rumah yang besar dan kebanyakan bertingkat, dengan berbagai gaya bangunan, feri mendekat ke pos satpam yang terdapat pintu portal untuk meminta izin masuk.


"selamat sore pak, saya izin mau bertamu ke rumah master Chun!" feri berkata dengan sopan.


"ooh.. kamu feri ya?" tanya seorang satpam dan membuat feri bingung.


"bagaimana ia bisa tahu namaku?" gumam feri dalam hati.


"iya benar pak!" jawab feri singkat.


portal pun terbuka.


"master Chun sudah menunggu anda di rumah nya!" jawab satpam dengan sedikit hormat.

__ADS_1


rupanya master Chun sudah berpesan pada mereka, kalau nanti feri akan datang.


"terima kasih ya pak!" ucap feri ketika melewati pos satpam tadi.


__ADS_2